Tampilkan postingan dengan label Forex. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Forex. Tampilkan semua postingan

Jumat, 14 Oktober 2022

Cara Menjadi Trader Mandiri Dan Profit Konsisten

Bagaimana cara menjadi seorang trader profesional? Bagaimana menghasilkan uang dari trading? Bagaimana mencapai Trading for Living seperti para profesional?

Yang pasti adalah, setiap trader profesional awalnya adalah newbie atau pemula. Mereka pasti pernah berada pada level dimana saat ini kita berada dan tidak secara mendadak atau instan menjadi trader profesional dan profit konsisten.

Pada artikel ini kita akan bersama-sama melihat pada level atau tahap apa yang lebih dari 80% trader menyerah dan berhenti lalu pergi meninggalkan trading forex.

Inilah jalan atau perjalanan yang pasti akan dilalui oleh setiap trader profesional. Inilah level atau tahapan yang harus Anda lalui untuk menjadi trader mandiri dan profit konsisten. Tidak ada yang instan, setiap level harus dilalui satu per satu. Ingat, trading forex bukan skema untuk menjadi cepat kaya.


Berikut adalah tahapan yang "PASTI" akan dilalui oleh seorang trader profesional :


1. NEWBIE (Unconsious Incompetence)

Setiap trader profesional dulunya adalah newbie. Tahap dimana orang belum sadar apa itu trading dan belum memiliki ilmunya. Hanya mengenal trading dari cerita orang lain melalui berbagai media digital atau lebih parah lagi dari iming-iming oknum broker nakal. Karena minimnya pengetahuan yang dimiliki dan mungkin juga karena sedang tidak ada kerjaan lalu mencoba masuk ke dunia trading hingga akhirnya menjalankan trading secara tebak menebak harga atau menjalankan trading seperti judi.

Namun ini adalah tahapan atau level yang wajar. Semua trader pasti akan melewati tahap ini. Seorang trader profesional pun awalnya adalah newbie.

Level dimana seorang trader baru mengenal tentang trading. Yang ada dalam pikiran mereka adalah trading adalah cara untuk meraih keuntungan besar dalam waktu singkat.

Emosi sangat mendominasi dalam trading mereka. Tebak menebak harga, sibuk mencari rekomendasi kesana kemari, mengharap keuntungan besar dari setiap transaksi yang ujung-ujungnya justru kerugian besar yang didapat dan mengalami kehancuran. Mereka melakukan trading berdasarkan euforia, melawan trend, dan mencari atau mengejar momentum.

Dan yang pasti para newbie ini belum memiliki trading system yang jelas sehingga ketika berhasil mendapatkan keuntungan mereka menjadi over confidence.


2. ROOKIE (Consious Incompetence)

Di tahap yang kedua atau kita sebut rookie ini seorang trader mulai menyadari bahwa ada sesuatu di dalam trading. Trading bukan sekedar tebak menebak harga, ia mulai menyadari bahwa trading itu ada tehniknya. Jika dalam bidang olahraga tertentu seperti basket misalnya; seorang rookie ini sudah menyadari bahwa ada cara untuk bisa bermain basket dengan baik. Berbeda dengan newbie yang masih menganggap basket hanya sebuah permainan atau kesenangan.

Rookie sudah menyadari tentang perlunya sebuah pengetahuan dan skills dalam menjalankan trading. Namun mereka belum memiliki sebuah pengetahuan yang cukup. Oleh karena itu pada tahap ini seorang rookie mulai mencari ilmu, mencari mentor, mulai mencari pengetahuan-pengetahuan mengenai trading dari berbagai sumber.

Pada tahap inilah cycle of dome terjadi karena pada tahap inilah seorang trader mulai mencari jati diri dan system apa yang harus dilakukan. Masih menjadi kutu loncat dengan berpindah-pindah dari satu trading system ke trading system yang lain. Mereka masih terus mencari holy grail, hingga mereka akan menemukan apa yang disebut dalam tahap ketiga yaitu Awakening Moment.

Pada perjalanan tahap kedua ini seorang trader mulai menyadari kesalahan-kesalahan sebelumnya. Kenapa mereka bisa profit dan saya loss? Berarti ada sesuatu yang harus saya gali lebih dalam lagi.

Mulai mencari tahu lebih jauh dan mencoba banyak sekali trading system, mulai mempelajari indikator-indikator trading. Mulai mencari jurus-jurus pamungkas atau holy grail.

Namun pada tahap ini mereka belum bisa menghasilkan profit yang konsisten dan merasa sudah berjalan dengan benar namun sebenarnya mereka hanya bergerak di tempat.

Merasa dengan mengetahui lebih banyak tentang analisa teknikal atau pun fundamental akan membuat keuntungan datang dengan cepat. Dan seringkali ketika hasilnya buruk mereka menyalahkan faktor eksternal sebagi penyebab kerugiannya.

Tahap ini menjadi tahap yang sangat berbahaya jika seorang trader tidak bisa menemukan apa yang ada pada tahap ketiga berikut ini.


3. Awakening Moment

Ini adalah tahapan terpenting dari perjalanan seorang trader profesional. Tanpa momen ini banyak sekali trader yang berhenti dan mundur dari dunia trading karena terjebak cycle of dome pada level kedua.

Tanpa awakening moment seorang trader tidak akan dapat bergerak maju ke tahapan selanjutnya dimana competency sudah mulai terbentuk, sudah mulai mengerti bahwa trading itu seharusnya seperti apa. Awakening moment menjadi tahap yang paling penting yang harus muncul dan dilalui seorang trader untuk bisa naik ke level selanjutnya.

Pada tahap kedua itulah karena tidak menemukan awakening moment, banyak trader yang kemudian akhirnya berhenti karena putus asa dan lain sebagainya lalu memutuskan bergabung dengan banyak sekali orang yang mengatakan bahwa trading itu judi, trading itu bisnis sesat dan sangat berbahaya.

Itulah sebabnya Anda harus dapat menemukan awakening moment dalam diri Anda sendiri. Beberapa pertanyaan penting ini dapat dijadikan panduan untuk menemukan awakening moment.

Yang pertama : Apakah Anda sudah memiliki trading system dan setia pada satu trading system? Jika sudah apakah trading system ini sudah Anda uji dengan backtest?

Baca Juga : Backtest, Manfaat dan Cara Melakukannya


Yang kedua : Apakah Anda sudah memiliki trading jurnal dan mencatat semua transaksi yang Anda lakukan? 

Yang ketiga : Apakah Anda sudah menyediakan waktu khusus untuk secara rutin melakukan evaluasi atau mereview semua transaksi yang tercatat dalam jurnal tersebut?

Hingga akhirnya Anda bisa menggunakan trading system Anda di waktu dan kondisi market yang tepat. Trading system saya akan bekerja dan menghasilkan profit ketika market sedang begini atau begitu. Sehingga ketika market tidak sedang berada pada situasi yang cocok Anda akan menghindar dan tidak memaksakan diri untuk masuk karena tidak sesuai dengan trading system Anda.

Gunakan tools pada tempat yang tepat. Anda tidak akan membuka baut menggunakan palu, Anda tidak akan mengharap sejuknya udara pegunungan ketika sedang berada di gurun atau padang pasir.

Di tahap ini seorang trader menyadari betul bahwa market tidak bisa diprediksi. Pasar tidak pernah salah, opini traderlah yang salah. Itulah sebabnya kita memerlukan exit loss atau stop loss, kita membutuhkan target plan yang realistis.

Menyadari bahwa menghasilkan sejumlah profit dari serangkai transaksi bukan hasil dari satu transaksi. Mereka akan fokus pada portofolio secara keseluruhan bukan pada trade per trade.

Pada tahap ini teman-teman akan menyadari pentingnya Risk & Money Management, pentingnya memiliki pola pikir yang benar terhadap trading.

Disinilah Stick to the System akan terjadi, Anda akan memiliki checklist terhadap sinyal trading untuk menghilangkan subyektifitas dan menghilangkan emosi. Menjadi pondasi yang kuat untuk masuk ke tahap perjalanan trader selanjutnya.


4. JUNIOR (Consious Competence)

Setelah seorang trader menemukan awakening moment tahapan selanjutnya adalan junior dimana seorang trader sudah memiliki trading system dan kesadaran penuh bahwa trading itu harus begini harus begitu. Hingga akhirnya mereka akan sampai kepada tahap kelima.

Pada tahap ini seorang trader sudah melakukan trading menggunakan logika - trade with data. Hanya masuk pasar ketika system memanggil untuk itu, trading sesuai dengan sinyal dari trading system yang sudah di-backtest. Dan mulai terbiasa menggunakan stop loss.

Junior menyadari betul bahwa pada akhirnya trading system yang digunakan bisa menghasilkan keuntungan. Semakin percaya diri karena memiliki trading system yang sudah teruji.

Pada akhirnya semakin menyadari bahwa menjadi kaya tidak bisa dilakukan secara instan atau dalam waktu semalam. Trading adalah bisnis, bukan skema untuk menjadi cepat kaya.


5. SENIOR (Unconsious Competence)

Ini adalah tahapan seorang trader profesional yang sudah memiliki trading system yang jelas dan konsisten. Mereka sudah memiliki kompetensi penuh dengan trading system mereka dan sudah memiliki intuisi terhadap trading system mereka.

Pada tahap ini intuisi trading Anda mulai terbangun karena kebiasaan melakukan trading sesuai trading system, sesuai sinyal dari trading system Anda sendiri. Sama halnya dengan kebiasaan menyetir mobil, pada awalnya akan kaku namun karena kebiasaan akhirnya unconsious Anda akan bekerja karena habit dan sudah terbawa dalam alam bawah sadar. Intuisi yang terbangun akan menjadi unconsious action.

Sangat disiplin dan komitmen dengan trading system atau trading plan.

Emosi sudah digantikan oleh logika.

Hanya melakukan trading dengan persiapan matang berdasarkan data dan riset yang cukup dan benar.


Itulah Cara Menjadi Trader Mandiri dan Profit Konsisten atau perjalanan dari seorang trader sebelum mereka mencapai tahap Unconsious Competence atau seorang trader profesional. Untuk lebih jauh mempelajari hal ini Anda bisa bergabung bersama komunitas yang memberikan informasi secara benar dan seimbang, bukan iming-iming atau memberikan janji-janji palsu dengan mendaftarkan email aktif Anda DISINI, gratis tidak dipungut biaya apapun.


Berada di tahap manakah saya?

Rabu, 05 Oktober 2022

Candlestick

Candlestick Jepang

Candlestick adalah satu instrumen dalam chart/grafik yang populer dengan sebutan "Candlestick Jepang". Ditemukan pertama kalinya oleh Steve Nison yang mempelajarinya dari sesama broker Jepang dan melakukan penelitian kemudian menuliskan hasil dari teorinya hingga pada tahun 90-an penggunaan candlestick ini semakin populer hingga saat ini.

Apa Sih Candlestick Jepang?

Grafik candlestick seperti gambar diatas digunakan untuk memvisualisasikan aktivitas pergerakan harga dalam kurun waktu tertentu (time frame). Dan grafik candlestick ini dapat dipergunakan dalam time frame berapa pun, baik 1 menit, 15 menit, 1 jam, 4 jam, maupun time frame selanjutnya yang lebih lama.

Diperlukan data Harga Open (O), High (H), Low (L), dan Close (C) untuk membentuk sebuah candlestick.

Biasanya akan diberi warna hijau atau putih ketika harga penutupan (C) berada di atas harga pembukaan (O) yang artinya harga bergerak naik (bullish) dan akan diberi warna merah atau hitam ketika harga penutupan (C) berada di bawah harga pembukaan (O) yang artinya pada time frame tersebut harga bergerak turun (bearish).

Bagian candlestick yang berwarna dan berbentuk persegi disebut "body" yang mencerminkan harga open dan harga close.

Garis yang terdapat di bagian atas atau bawah body disebut dengan tail/shadow yang menunjukkan harga tertinggi (H) dan harga terendah (L) selama time frame tertentu.

Titik pada ujung tail/shadow yang berada di atas body disebut sebagai "upper shadow" atau harga tertinggi, sedangkan titik pada ujung tail/shadow yang berada di bawah body disebut "lower shadow" atau harga terendah.

Dengan melihat bentuk dan ukuran candlestick kita mendapatkan gambaran mengenai kekuatan antara pembeli dan penjual. Semakin panjang body candlestick yang terbentuk itu artinya semakin kuatlah tekanan jual (short) atau tekan beli (long). Sebagai catatan tambahan dalam hal ini bullish adalah pembeli dan bearish adalah penjual.

Candlestick berwarna putih dengan body panjang pada gambar diatas menunjukkan kekuatan pembeli dan harga sedang bullish. Sedangkan candlestick berwarna hitam dengan body panjang menunjukkan kekuatan penjual dan harga sedang bearish.


Candlestick Dengan Shadow/Tail

Shadow/tail dapat terjadi baik di bagian atas dan atau bawah candlestick yang menunjukkan hal penting dalam sesi perdagangan.

Long Upper Shadow (gambar kiri) menunjukkan bahwa di awal harga sempat bergerak naik namun karena sesuatu dan lain hal yang kita tidak pernah tahu, harga kemudian bergerak turun dan ditutup di bawah harga pembukaan.

Long Lower Shadow (gambar kanan) menunjukkan bahwa di awal harga sempat bergerak turun tajam namun karena sesuatu yang kita juga tidak akan pernah tahu, harga kemudian bergerak naik dan ditutup di atas harga pembukaan.


Pola Candlestick

Di halaman lain situs ini kita pernah membahas mengenai Formasi Candlestick (Chart Pattern). Artikel ini menjadi pelengkap bahasan mengenai Chart Pattern sebelumnya, silakan klik linknya untuk mempelajarinya.

Dalam analisis teknikal para trader banyak mempelajari pola-pola candlestick yang terbentuk berdasarkan histori di waktu sebelumnya untuk memperkirakan arah harga di waktu yang akan datang. Diantaranya ada yang menjadi sangat populer karena akurasi sinyal yang kerap ditunjukkan dari pola-pola candlestick yang terbentuk.



Diantaranya adalah sebagai berikut :


Spinning Tops

Spinning Tops adalah candlestick dengan body yang pendek memiliki long upper shadow dan long lower shadow tidak peduli apakah itu candlestick berwarna putih/hijau mau pun hitam/merah.


Body yang kecil menunjukkan harga bergerak di rentang yang tipis, artinya harga pembukaan dan penutupan tidak selisih banyak. Dan tail/shadow yang panjang menunjukkan adanya volatilitas yang cukup ketat diantara penjual dan pembeli.

Spinning tops dapat terjadi dalam market uptrend maupun downtrend dan biasanya setelah itu besar kemungkinan terjadinya pembalikan arah, meski tidak selalu.


Marubozu

Ciri-ciri dari pola candlestick marubozu adalah tidak memiliki tail/shadow. Harga tertinggi dan terendah sama dengan harga pembukaan dan penutupan di sesi tersebut.


White marubozu (gambar kiri), candlestick dengan warna putih panjang tanpa tail/shadow ini menunjukkan harga terendah sama dengan harga open dan harga tertingginya sama dengan harga close. Menjadi candle bullish yang memberikan sinyal peluang akan terjadinya bullish lanjutan atau reversal bullish.

Sedangkan black marubozu (gambar kanan), candlestick dengan warna hitam panjang tanpa tail/shadow ini menunjukkan harga tertinggi sama dengan harga open dan harga terendahnya sama dengan harga close. Menjadi candle bearish yang memberikan sinyal peluang akan terjadinya bearish lanjutan atau reversal bearish.


Candlestick Doji

Ciri-ciri candlestick doji adalah memiliki body yang tipis sekali disebabkan oleh harga pembukaan sama dengan harga penutupan. Sepanjang sesi harga bergerak volatil namun ditutup pada harga yang sama dengan harga pembukaan.

Berikut ini adalah gambar 4 bentuk candlestick doji yang paling umum.



Perhatikan chart candlestick sebelumnya ketika candlestick membentuk doji. Ketika doji terbentuk setelah candlestick sebelumnya bullish panjang seperti dalam contoh gambar itu menjadi sinyal overbought. Dengan asumsi bahwa kekuatan pembeli sudah jauh berkurang.

Sebaliknya ketika doji terbentuk setelah candlestick sebelumnya bearish panjang itu menjadi sinyal oversold. Asumsinya adalah kekuatan penjual sudah mulai menurun dan bersiap untuk beralih kepada kekuatan pembeli.

Namun meskipun harga sudah turun sedemikian untuk melakukan pembelian di sesi berikutnya diperlukan candlestick putih (bullish) yang harga penutupannya di atas harga pembukaan candlestick hitam (bearish) sebelumnya sebagai konfirmasi.

Itulah pembahasan mengenai Candlestick Jepang yang sangat populer di dalam industri forex.

Semoga sampai di sini Anda semakin memahami dan mendalami jenis dan pola candlestick untuk membuat keputusan di dalam trading. Kita masih akan mendalami mengenai pola-pola candlestick ini dalam beberapa artikel selanjutnya.


Kamis, 29 September 2022

Trend Line

 


Trend Line atau Garis Trend adalah instrumen dasar dari analisis teknikal yang sering digunakan dalam trading forex meskipun tidak sepopuler support dan resistance.


Cara menggambarnya pun sangat mudah. Garis uptrend digambar dengan mengikuti deretan lembah yang bergerak naik sedangkan garis downtrend digambar mengikuti deretan puncak yang bergerak turun.

Untuk menggambar garis trend Anda hanya perlu menarik garis yang menghubungkan dua puncak atau lembah. Sangat mudah bukan? Seperti yang ditunjukkan dalam gambar diatas.


Untuk menggunakannya dalam trading Anda perlu mengetahui tiga jenis trend yaitu; Uptrend, Downtrend, dan Sideways. Dan penting untuk memperhatikan hal-hal berikut dalam penggunaannya :

Dengan dua puncak atau lembah Anda bisa menggambar garis trend, namun diperlukan puncak atau lembah berikutnya sebagai konfirmasi trend yang sedang terjadi.

Biasanya, semakin tajam sudut garis trend yang terbentuk maka akan semakin besar potensi terjadinya breakout setelah garis trend berhasil ditembus.

Dan sama halnya dengan support dan resistance, semakin banyak puncak atau lembah yang terhubung oleh garis trend maka boleh dikatakan semakin kuat pula trend yang sedang terjadi.

Sebagai catatan; dalam menggambar garis trend Anda harus mengikuti puncak atau lembah yang pas agar menghasilkan sinyal yang valid. Jangan memaksakan agar sesuai dengan pergerakan market. Jika memang tidak ada trend yang terbentuk yang harus dilakukan adalah menunggu hingga trend terbentuk.


Untuk menentukan area jual atau beli caranya adalah dengan cara membuat channel atau garis sejajar pada sudut yang sama dengan garis uptrend atau garis downtrend yang berfungsi untuk menentukan area potensial untuk melakukan entry.


Garis kuning pada gambar adalah contoh apa yang disebut channel sedangkan garis merah adalah garis trend. Untuk menggambar downtrend channel tariklah garis sejajar pada sudut yang sama dengan garis trend. Down channel digambar sejajar dengan garis downtrend dan up channel digambar sejajar dengan garis uptrend.

Area yang terbentuk dari kedua garis trend dan channel dianggap sebagai area potensial untuk melakukan entry. Saat harga menyentuh area bawah garis trend dapat dianggap sebagai area untuk buy/beli sedangkan saat harga menyentuh area atas garis trend dianggap sebagai area untuk sell/jual.

Yang perlu diingat adalah ketika menggambar channel harus benar-benar sejajar dengan garis trend karena jika satu garis mengarah ke sudut yang berbeda atau tidak sejajar akan berpengaruh pada hasil trading yang kurang baik.

Pada bagian bawah channel menjadi area untuk sell dan pada bagian atas channel menjadi area untuk buy.

Sama seperti menggambar garis trend, dalam menggambar channel jangan memaksakan agar sesuai dengan pergerakan market.


TRADING MENGGUNAKAN SUPPORT RESISTANCE

Dalam penerapannya Support dan Resistance memiliki dua cara yang populer yaitu Break (menembus) dan Bounce (memantul).

Dalam konteks Support dan Resistance kesalahan yang sering dilakukan oleh para trader adalah melakukan entry (eksekusi langsung) di garis support atau di garis resistance lalu menunggu dan berharap perkiraannya tepat. Meski terkadang bisa saja berhasil, namun cara ini selalu mengasumsikan bahwa level support dan resistance bersifat tetap. Padahal kita tahu bahwa level support dan resistance akan selalu bersifat dinamis dan tidak tetap.

Mengapa tidak langsung entry ketika harga persis di garis support atau di garis resistance? Bukankah dengan demikian kita mendapat harga terbaik?

Kita lihat contoh gambar yang menunjukkan peluang bounce di bawah ini :


Ketika market dalam kondisi bounce, akan lebih baik kita melakukan entry order buy setelah terjadi pantulan harga (bounce) sebagai konfirmasi dibanding dengan eksekusi langsung tepat di garis support.

Atau jika hendak menjual, tunggulah beberapa saat hingga terjadi pantulan dari garis resistance.


Cara ini jauh lebih aman karena Anda bisa terhindar dari resiko ketika harga bergerak cepat secara tiba-tiba dan menembus garis support atau resistance namun hanya sesaat kemudian lalu berbalik arah.

Secara teori praktis memang trader dapat melakukan entry dan exit kapan saja pada level support atau resistance yang kuat dan menghasilkan profit. Namun pada kenyataannya seringkali harga menembus level S/R berikutnya.

Artinya disamping memanfaatkan peluang bounce, kita juga harus memperhatikan ketika harga berhasil menembus level S/R (breakout).

Apa yang harus dilakukan ketika harga berhasil menembus level S/R?

Jika Anda adalah tipe trader yang agresif, lakukan entry ketika harga berhasil breakout atau menembus level support atau resistance secara pasti. Entry jika dan hanya jika harga berhasil menembus level S/R secara signifikan.

Atau jika Anda adalah trader yang lebih konservatif, Anda bisa membayangkan misalnya ketika melakukan entry buy dan berharap harga akan naik setelah memantul di level support. Namun ternyata yang terjadi adalah level support justru berhasil ditembus dan transaksi floating negatif.

Gambar diatas menunjukkan adanya pullback. Dibanding entry langsung pada saat support berhasil ditembus, Anda lebih baik menunggu terjadinya pullback ke area support atau resistance awal dan entry setelah harga memantul kembali.

Pullback adalah alasan kenapa area support yang telah berhasil ditembus menjadi resistance. Dan kunci agar berhasil mengambil keuntungan dari pergerakan ini adalah sabar.

Namun yang paling penting dari semua hal di atas tadi adalah; selalu gunakan STOP LOSS. Jangan tahan posisi hanya karena berharap harga akan berbalik. Karena level S/R tidak akan diuji setiap saat, pasti akan ada saat ketika harga hanya akan bergerak ke satu arah (trending).


KESIMPULAN

Saat harga bergerak naik dan pullback, level tertinggi sebelum terjadinya pullback adalah resistance. Dan saat harga lanjut naik kembali, level terendah sebelum harga naik kembali adalah support.

Support atau Resistance bukanlah angka atau nilai mutlak, namun merupakan sebuah area/level.

Ketika area resistance berhasil ditembus, maka resistance tersebut berpeluang untuk menjadi area support baru. Demikian juga ketika area support berhasil ditembus, maka support tersebut berpeluang untuk menjadi resistance yang baru.

Trading dengan menggunakan level S/R bisa diterapkan dalam kondisi market bounce atau breakout.

Entry dengan menunggu harga memantul, itu artinya Anda menghindari resiko terjadinya pergerakan harga yang cepat secara tiba-tiba dan membentuk level S/R baru.

Ketika terjadi breakout Anda bisa menunggu harga untuk pullback ke level S/R yang berhasil ditembus dan entry ketika harga memantul kembali. Cara ini lebih aman dibanding jika Anda langsung melakukan eksekusi pasar.

Sabtu, 24 September 2022

Analisis Teknikal



Untuk memahami Analisis Teknikal dengan baik kita akan mulai dengan dasar-dasar dari analisis teknikal itu sendiri yaitu; Support dan Resistance (S/R). Ini adalah pelajaran yang sangat dasar bagi para trader pemula. Setelah pembahasan ini kita akan berlanjut kepada bahasan selanjutnya step-by-step hingga Anda dapat sungguh memahami mekanisme dasar dalam trading forex.

Support dan Resistance adalah konsep mendasar yang paling sering dipergunakan dalam trading dan setiap trader selalu akan memiliki cara atau keunikan tersendiri dalam menentukan S/R ini.

Gambar diatas menunjukkan dengan cukup jelas dasar teori Support dan Resistance. Saat harga bergerak naik dan kembali turun, titik tertinggi sebelum harga bergerak turun menjadi titik resistance dan titik terendah sebelum harga kembali bergerak naik menjadi titik support. Support dan resistance ini akan terus menerus terjadi selama harga bergerak naik atau turun.


Titik atau level support dan resistance tidak bersifat mutlak. Kadang harga bergerak menembus level S/R yang sudah kita tentukan namun harga berbalik arah dan tidak mampu menembus/break. Para trader menyebut ini dengan pasar sedang menguji level S/R seperti ditunjukkan dalam grafik.


Tail/ekor pada candlestick menunjukkan pasar sedang menguji level garis support. Pasar sedang berusaha break/menembus harga di level support namun tidak berhasil, ini berarti tidak terjadi breakout.

Lalu bagaimana caranya untuk mengetahui bahwa level support hanya sedang diuji atau akan breakout?

Tidak ada jawaban yang pasti untuk hal ini, karena memang kita tidak pernah bisa mengetahui secara pasti kemana harga akan bergerak diwaktu selanjutnya. Ada yang mengatakan, jika harga harga penutupan berhasil menembus level S/R maka akan terjadi breakout. Namun pada kenyataan hal ini tidak selalu terjadi.

Harga penutupan berhasil melewati garis support namun harga kembali bergerak naik ke atas, bukannya breakout tetapi justru semakin jauh bergerak ke atas. Jadi dapat kita simpulkan bahwa level S/R bukanlah angka pasti namun sebagai level kisaran/rentang harga.

Gunakan chart metatrader Anda untuk menentukan level support dan resistance. Hati-hati dengan harga tertinggi dan terendah pada candlestick karena seringkali terbentuk oleh reaksi/refleks market yang bersifat sesaat.

Dalam menentukan level S/R carilah harga yang sesungguhnya dengan mencari area-area dimana terbentuk lebih dari satu top atau bottom seperti contoh dalam gambar.


PRINSIP DASAR SUPPORT DAN RESISTANCE

Saat harga menembus sebuah level resistance, maka level tersebut akan menjadi level support baru.

Semakin banyak level S/R yang tersentuh namun tidak berhasil ditembus itu artinya semakin kuatlah level S/R tersebut.

Saat level S/R berhasil ditembus atau breakout, maka kekuatannya sangat bergantung kepada berapa lama level-level S/R tersebut berhasil ditahan.

Gambar berikut akan menunjukkan mana level S/R yang strong dan mana level S/R yang minor.


Meski kelihatannya sulit namun dengan terus berlatih Anda akan terbiasa dan dengan mudah akan dapat menentukan atau mengidentifikasi level-level Support dan Resistance secara mandiri.

Selanjutnya kita akan belajar lebih jauh tentang bagaimana menentukan level Support dan Resistance secara diagonal atau Trend Line dan cara penggunaannya dalam trading.

Kamis, 15 September 2022

Cara Trading Forex Yang Benar

Cara trading forex yang baik dan benar


Bro Cerdas tidak akan memberikan jalan pintas atau jalan instan karena tidak ada cara instan dalam trading forex. Forex bukan skema untuk menjadi cepat kaya. Forex adalah bisnis seperti halnya bisnis-bisnis lainnya yang harus dipersiapkan dengan baik dan matang.

Kami tidak akan memberikan bahkan menjual sinyal maupun metode trading melalui grup telegram atau grup whatsapp seperti banyak terjadi di luar sana. Yang kami ingin berikan adalah pemahaman yang benar, tepat, dan seimbang mengenai "bagaimana cara menjalankan bisnis dalam industri forex dengan perspektif yang baru agar menghasilkan profit secara konsisten dalam jangka panjang untuk mencapai apa yang disebut "Trading for Living."

Kami yakin setiap trader memiliki analisa, strategi, dan metode trading yang unik dan personal dan kami juga yakin semua analisa, strategi, dan metode trading itu memiliki potensi untuk menghasilkan profit secara konsisten jika dilakukan secara konsisten dan disiplin.

Satu-satunya kesalahan yang membuat trader akhirnya harus loss bahkan kena margin call atau stop out adalah "menjalankan secara keliru".


Mari kita hitung dan jawab beberapa pertanyaan berikut ini;

Pernahkah Anda profit besar lalu masuk lagi dengan memperbesar lot dan hasilnya malah loss?

Pernahkah Anda menggeser SL atau TP ketika trade sedang floating?

Pernahkah Anda close trade ketika harga sedang floating negatif karena takut kena SL dan ternyata kemudian harga berbalik arah?

Atau, pernahkah Anda close trade ketika harga sedang floating positif karena kuatir TP tidak tercapai namun ternyata TP tersentuh?

Pernahkah Anda berpikir harga sudah oversold dan sekaranglah saatnya buy, namun ternyata harga terus meluncur ke bawah dan loss?

Atau pernahkah Anda berpikir harga sudah overbought dan sekaranglah saatnya sell, namun ternyata harga terus bergerak naik dan loss?

Jika jawabannya "pernah" maka proficiat buat Anda, karena setelah ini Anda seharusnya tidak akan pernah mengalaminya lagi.


Lalu apa yang seharusnya dijalankan? Lihat contoh metode seperti dalam chart di bawah ini. Namun Anda harus mencari dan menemukan metode Anda sendiri secara mandiri lalu jalankan dengan cara seperti yang akan kami contohkan ini.

Metode Breakout

Ketika market sedang seperti ini saya akan gunakan metode breakout dengan setup pending order; Buy Stop di titik R1 TP di garis R2, SL di support terdekat di bawah garis R1.

Ketika harga berada di area R1-R2 saya akan setup pending order; Buy Stop di titik R2 TP di garis R3, SL di support terdekat di bawah garis R2.

Ketika harga berada di area R2-R3, saya akan setup pending order; Buy Stop di titik R3 TP di garis R4, SL di support terdekat di bawah garis R3; atau Sell Stop di support terdekat di bawah garis R2 TP di garis R1, SL di resistance terdekat di atas titik R2.

Tentukan lebih dahulu harga exitnya, baik TP maupun SL nya berdasarkan garis resistance dan support yang kuat. Baru setelah itu menentukan dimana harga entrynya.

Dengan cara seperti di atas kemungkinannya adalah :

1. Order tidak tereksekusi.

2. Order tereksekusi dan kena SL

3. Order tereksekusi dan kena TP

Bukankah memang hanya seperti itu yang terjadi dalam trading forex? Kalau tidak loss ya profit. Tetapi tunggu dulu, dengan pending order ada kemungkinan order tidak tereksekusi karena ternyata harga langsung bergerak berlawanan dan karena order kita tidak tereksekusi kita terhindar dari loss. Bayangkan jika saat itu Anda bukan melakukan pending order tetapi langsung entry dan harga langsung bergerak ke arah berlawanan, apa yang terjadi? Loss kan? Artinya apa? Dengan pending order kita berusaha mengantisipasi atau meminimalisir resiko.

Ini prinsipnya :

Saya akan masuk pasar jika dan hanya jika pending order tereksekusi.

Trade akan close jika dan hanya jika kena TP/SL, bukan close by trader (manual).

Jadi, ketika sudah setup pending order dan sudah tereksekusi maka lupakan trading Anda, lakukan aktivitas lainnya dan nikmati hidup Anda. Biarkan SL atau TP yang menutup transaksi Anda. Kalau saya bilang SL dan TP adalah asisten kita yang bertugas menutup transaksi secara otomatis sehingga kita tidak perlu lagi bolak-balik melihat atau memantau chart.

Jalankan metode Anda secara disiplin dan konsisten, tanpa close manual (intervensi) sama sekali. Biarkan SL atau TP yang melakukannya.

Untuk meyakinkan apakah metode Anda ini akan berhasil atau tidak Anda bisa melakukan "backtest" terlebih dahulu sebelum benar-benar dijalankan dalam riil trading Anda.

Baca juga : Backtest, Manfaat dan Cara Melakukannya


Kesimpulan :

Untuk menjalankan trading forex agar menghasilkan profit konsisten dalam jangka panjang maka Anda perlu :

1. Temukan dan tentukan metode trading Anda sendiri secara mandiri.

2. Lakukan backtest.

3. Jalankan metode trading Anda secara disiplin dan konsisten.

Hanya dengan melakukan tiga hal di atas, saya berani mengatakan bahwa trading Anda pasti akan menghasilkan profit secara konsisten.

Selasa, 06 September 2022

Backtest, Manfaat dan Cara Melakukannya

Manfaat dan cara menggunakan backtest dalam trading forex


Pada umumya ketika seseorang akan membuka sebuah bisnis tentu akan melakukan persiapan dan perencanaan yang matang terlebih dahulu untuk memastikan bisnis yang akan dibangun nanti dapat berkembang dengan baik dan menguntungkan. Mulai dengan menentukan jenis usaha, melakukan riset, menentukan anggaran, mempersiapkan modal, merencanakan waktu mulai, hingga menyusun strategi promosi.

Sama halnya dengan bisnis lainnya, menjalankan bisnis dalam industri forex juga diperlukan persiapan dan perencanaan yang matang. Mulai dengan memilih pair, melakukan analisa untuk mengenal karakter pair yang dipilih, mempersiapkan modal, menentukan risk & reward, menentukan waktu trading, hingga menentukan metode trading. Dan ada satu hal yang sangat penting untuk dilakukan sebelum benar-benar terjun dalam industri forex agar Anda dapat lebih yakin dan percaya diri, yaitu; Backtest.

Apa Itu Backtest?

Backtest dalam trading seperti sebuah simulasi untuk menguji seberapa besar peluang profit yang dapat dicapai dan seberapa besar peluang resiko yang harus diantisipasi dari metode trading yang akan dijalankan berdasarkan histori data sebelumnya. Dengan demikian kita akan memiliki data sebagai acuan, metode trading kita menguntungkan atau tidak. Jika data hasil backtest metode trading Anda menunjukkan probabilitas profit yang tinggi maka tinggal menjalankannya secara disiplin dan konsisten dengan hasil yang hampir bisa dipastikan profit. Semakin panjang periode data yang dibacktest maka akan menghasilkan gambaran hasil yang semakin akurat.

Mengapa Backtest Penting?

Backtest akan menunjukkan data jumlah total trade, berapa kali profit, berapa kali loss, berapa kali profit berturut-turut (consecutive profit), berapa kali loss berturut-turut (consecutive loss), waktu rata-rata menahan transaksi (average holding period), rata-rata resiko & keuntungan (average risk & reward).

Bagi seorang trader data hasil backtest ini sangat penting untuk menghitung biaya swap, volume transaksi (lot), risk & reward ratio per trade, dan persentasi drawdown. Mari kita lihat contoh sederhana data hasil backtest dalam gambar.

Bakctest

Data diperoleh dari metode trading harian selama bulan Juli hingga Agustus 2022 pada pair EURUSD. Dengan metode time frame H4 konsisten entry 0.1 lot hanya di akhir candle ke-3 pada hari itu. TP & SL ditentukan berdasarkan support dan resistance terdekat dengan modal $300.

Data backtest menunjukkan hasil sebagai berikut :

Total Profit Juli hingga Agustus $295.90

Pertumbuhan modal 98.63% dari modal $300

Total Trade 40x

Probability 60%

Consecutive Profit 6x

Consecutive Loss 3x

Average Holding Period 0.05 hari

Average Risk & Reward 1.53

Dari data di atas coba Anda bayangkan, "Apa jadinya kalau metode trading itu dijalankan sejak 5 tahun yang lalu atau bahkan 10 tahun yang lalu? Berapa banyak profit yang sudah dihasilkan?" Karena dalam 2 bulan (Juli-Agustus) saja pertumbuhan modal Anda mencapai 98.63%.

Dengan data seperti di atas dimana tingkat probabilitas profit yang mencapai 60% kita tentu menjadi yakin dan percaya diri bahwa metode trading kita dapat menghasilkan profit selama bulan Juli hingga Agustus.

Hasil backtest ini menjadi acuan data untuk menjalankan metode trading di waktu selanjutnya. Tidak perlu lagi merasa kuatir, takut, cemas, dan gelisah ketika transaksi floating loss karena yakin secara bulanan hasilnya akan profit. Ingat, fokuslah pada portofolio secara keseluruhan, bukan kepada trade per trade.

Jangan bermimpi atau mengharuskan setiap trade menghasilkan profit. Kesalahan yang umum terjadi di kalangan trader adalah berpikir untuk selalu profit dalam setiap trade/transaksi.

Untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat Anda tinggal menambahkan data backtest dengan memundurkan histori data sepanjang mungkin. Misalnya menambahkan data bulan Juni, Mei, April, Maret, Februari, dan seterusnya. Semakin panjang mundurnya semakin akurat data yang diperoleh dan itu berarti semakin bagus acuan data yang Anda miliki.

Ibarat Anda mau dagang bakso dan bertanya kepada teman yang baru berjualan bakso selama dua bulan dan bertanya kepada teman yang sudah berjualan bakso selama lima tahun, tentu ceritanya akan lebih realistis cerita teman yang sudah berjualan selama lima tahun bukan? Karena dia sudah mengalami berbagai situasi market.

Dan inilah pesannya, "Jangan malas melakukan backtest jika Anda benar-benar serius ingin menjalankan bisnis dalam industri forex untuk mencapai Trading For Living."

Menariknya adalah; mari kita coba renungkan bersama-sama, "Bisnis apalagi yang dapat kita simulasikan hasilnya terlebih dahulu?"

Cara Melakukan Backtest

Untuk dapat melakukan backtest hal pertama yang harus dimiliki adalah metode trading.

Sebagai contoh kita akan ambil sebuah metode yang sangat sederhana dengan menggunakan indikator Moving Average (MA).

Kita hanya akan entry ketika di akhir time frame body candle menembus garis MA, baik menembus dari atas ke bawah atau pun menembus dari bawah ke atas.

Contoh chart backtest

Misalnya ketika body candle menembus garis MA dari atas ke bawah kita akan entry Sell dan pasang TP di support terdekat, SL di resistance terdekat.

Ketika body candle menembus garis MA dari bawah ke atas kita akan entry Buy dan pasang TP di resistance terdekat, SL di support terdekat.

Maka carilah pola-pola seperti itu dengan menggeser Chart MT4 Anda ke kanan, dan masukkan data-datanya ke dalam Tools Backtest yang bisa Anda akses secara gratis hanya dengan mendaftarkan email aktif.

Tools Backtest

Masukkan datanya sesuai field-field yang disediakan dalam tools backtest. Isikan symbol, type atau jenis transaksinya (buy/sell), tanggal entry, harga entry, stop loss, take profit, tanggal exit (close trade), dan hasil tradenya (kena SL/TP). Dalam hal ini kita mendisiplinkan diri untuk sama sekali tidak melakukan intervensi terhadap transaksi terbuka. Dalam arti ketika kita sudah entry dan memasang TP/SL maka transaksi hanya akan close jika dan hanya jika kena SL atau kena TP, tidak ada istilah close manual atau close by trader.

Setelah data terisi dengan baik dan panjang sepanjang yang bisa ditampilkan oleh MT4 Anda karena setiap broker berbeda. Ada broker yang dapat menampilkan data mundur hingga 5 tahun ke belakang dan ada juga yang hanya menampilkan hingga 2 tahun ke belakang saja. Intinya masukkan data sepanjang yang Anda bisa temukan dalam platform MT4 Anda.

Setelah itu Check Out untuk menampilkan hasil backtestnya. Anda juga bisa menyimpan dan mendowload hasil backtest ke dalam file excel jika suatu saat diperlukan tinggal upload data dan tidak perlu menginputnya lagi satu per satu.


Itulah manfaat backtest dan cara melakukannya. Agar dalam menjalankan trading Anda memiliki acuan data yang probabilitasnya jelas. Sehingga Anda akan jauh lebih yakin dan percaya diri dengan metode trading Anda sendiri.

Jika Anda menginginkan penjelasan yang lebih detil mengenai cara melakukan backtest ini, Anda bisa menonton Video Eksklusif dari seorang yang sangat luar biasa dan sudah melewati seluruh tahapan proses sejak tahun 2008 dalam industri forex baik sebagai introduce broker, dealer, individual trader, hingga trader di level perusahaan.

Karena sifatnya eksklusif Anda memang diwajibkan melakukan pendaftaran terlebih dahulu sebelum dapat menontonnya. Namun Anda tidak perlu kuatir karena semuanya disediakan secara Gratis, tanpa biaya sepeserpun.

Selasa, 23 Agustus 2022

Traders Family Kampusnya Para Trader

Traders Family Kampusnya Para Trader


Traders Family adalah perusahaan konsultan forex berbasis trader yang memusatkan perhatiannya kepada edukasi dan pemahaman kepada masyarakat agar industri forex di Indonesia semakin aman, nyaman, dan lebih dipercaya melalui TF Campus.

Anda bisa mendapatkan edukasi dan konsultasi lengkap mengenai bagaimana menjalankan bisnis dalam industri forex secara baik dan benar agar menghasilkan profit secara konsisten dalam jangka panjang hingga mencapai Trading For Living


Apa saja fasilitas yang disediakan Traders Family selain TF Education yang mantap dan mengapa BroCerdas merekomendasikan Anda untuk melanjutkan pembelajaran dalam meningkatkan skills trading di Traders Family? Simak artikel ini hingga selesai dan untuk mendapatkan informasi lebih mendetail bisa didapat setelah Anda melalukan registrasi melalui website atau aplikasi.

Akun Demo Rasa Akun Riil

Tersedia akun demo pada aplikasi Traders Family yang dirancang sedemikian rupa secara khusus agar Anda mendapatkan pengalaman sama halnya pengalaman pada akun riil tanpa harus mengeluarkan modal sedikitpun dan hasilnya benar-benar dapat ditarik.

TF Copy Signal

Anda bisa mendapatkan fitur TF Copy Signal dari para analyst Traders Family atau bahkan jika Anda adalah seorang analyst Anda bisa membuat channel untuk membagikan sinyal dan mengembangkan portofolio trading hingga meraih kesempatan untuk trading tanpa modal.

Melalui channel ini Anda dapat membuat sinyal sekaligus berlatih trading dalam akun demo. Dan yang penting adalah setiap sinyal yang Anda posting menghasilkan profit akan diakumulasikan dan dikonversikan dalam bentuk reward point dan medal. Reward poin dan medal inilah yang nantinya dapat Anda withdraw ke rekening Anda sendiri. Inilah yang dimaksud dengan akun demo rasa akun riil.

Artinya Anda melakukan trading dalam akun demo namun hasilnya bisa ditarik, dan ini sungguh terjadi alias bukan omong kosong. Karena itu buat dan postinglah sinyal dengan sungguh-sungguh karena hasilnya akan Anda nikmati.

Yang kedua, jika portofolio channel Anda bagus dan konsisten menghasilkan profit Anda dapat menjual sinyal Anda dengan mengubah jenis channel menjadi "berbayar" bagi setiap subscriber yang ingin mengcopy sinyal Anda dengan harga minimal Rp. 277.000/bulan. Bayangkan jika misalnya channel Anda memiliki 100 subscriber, berapa banyak uang yang dapat Anda peroleh setiap bulannya?

Dan kabar baiknya semua itu bisa Anda dapatkan secara GRATIS hanya dengan registrasi melalui website Traders Family.

Traders Family Copy Signal


Daily Outlook

Berisi rekomendasi market yang potensial, cocok untuk intraday traders karena dirilis setiap hari, dan dikirim langsung ke alamat email (khusus untuk client).

Rekomendasi Broker Terpercaya

Rekomendasi broker dengan spread mulai dari 0.8, free komisi dan terdaftar di BAPPEBTI.

TF Client Protection

Traders Family menjadi satu-satunya perusahaan di Indonesia yang memberikan perlindungan ganti rugi 100% kepada nasabah dari praktek kecurangan broker atau pialang.

TF Client Protection menjadi jaminan keamanan dari praktek penipuan dan kecurangan bagi klien PT. Traders Family yang melakukan aktifitas perdagangan forex, index ataupun emas melalui broker partner Traders Family.

Sebagai asuransi ganti rugi jika terjadi praktek-praktek penipuan oleh broker, broker scam atau broker yang curang dan tidak dapat diselesaikan antara Anda dan broker partner Traders Family.

Semua kerugian yang diakibatkan oleh praktek kecurangan akan diganti 100%  oleh PT. Traders Family. Hal ini bisa dijamin karena beberapa hal berikut ini :

  • Broker partner Traders Family sudah membuat pernyataan menjamin tidak akan ada praktek kecurangan maupun intervensi terhadap klien Traders Family.
  • Report dan jurnal mencakup jurnal server yang merekam seluruh aktifitas sistem serta pergerakan harga yang tidak dapat dimanipulasi.
  • Telah dilakukan pengujian selama 6 bulan terhadap platform trading dari semua broker partner Traders Family dalam hal harga dan kecepatan eksekusi.
  • Broker partner sudah menandatangani nota kesepahaman dan jika melanggar maka akan dicoret sebagai partner dan akan dilakukan pengumuman atau himbauan untuk menarik dana dari broker yang bersangkutan.

Prosedur pengajuan klaim TF Client Protection :

  • Pengajuan dikirim melalui email PT. Traders Family.
  • Berikan data dan bukti pendukung yang diperlukan secara lengkap beserta laporan Anda.
  • Sampaikan kronologi kejadiannya secara lengkap.
  • Kirim laporan selambat-lambatnya dalam 24 jam setelah dugaan kejadian.
  • Laporan setelah lewat 24 jam tidak bisa ditindak lanjuti.

PT. Traders Family International akan follow up laporan Anda hingga kasus selesai.


Perjalanan Panjang Traders Family dari Waktu ke Waktu

Tahun 2008

Traders Family pada awalnya adalah para gamers yang pada tahun 2008 bertanding mewakili Indonesia dalam sebuah turnamen game online yang diselenggarakan di Philippines. Kemudian bertemu dengan CEO dari perusahaan IT dan Sekuritas di Thailand dan Philippines.

Tahun 2009

Dibantu oleh Mr. John Paul, mulai merintis bisnis menggabungkan antara industri forex dan internet marketing di sebuah apartment yang ada di bilangan Jakarta Selatan. Mulai menjadi IB di broker asing “Futures Galleria” yang saat ini berubah nama menjadi MRG Forex.

Tahun 2010

Dalam International Forex Expo 2010 di Jakarta Convention Center (JCC) Traders Family untuk pertama kalinya membuktikan kepada publik ketika dalam event berskala internasional mereka paling ramai pengunjung.

Tahun 2013

Bekerja sama dengan PT. Askap Futures mengembangkan platform social trading yang diberi nama SIRIX. Platform yang memungkinkan klien dapat melihat dan meniru secara langsung posisi trading trader lain yang dianggap lebih menguntungkan.

Tahun 2014-2015

  • More than 10.000 subscribers/copiers worldwide
  • Over USD 24 Million subscriber’s funds
  • TF Campus - Johnpaul77’s Forex Trading Education

Tahun 2016

  • Total rebate dibagikan $318.300
  • Total cashback dibagikan $25.910
  • MRG Awards - Tour to Macau, Hongkong
  • Top Affiliate goes to Bangkok & Vietnam

Tahun 2017

  • Pembukaan cabang Traders Family di Surabaya

    Gedung Calindo Lt.6 Jl. Mayjen Sungkono No. 121 Surabaya 14350 Telpon +62-315672129

  • Total account Pro Trader dibagikan $207.000
  • Traders Family Investor Gathering 2017
  • MRG Award goes to South Korea
  • Top Affiiate goes to South Korea

Tahun 2019

  • Total lot accumulation 1.106.287
  • Total fund Forexadana $12.354.578
  • 39 batch/angkatan TF Campus & 775 alumni
  • Total account Pro Trader dibagikan $2.749.849
  • TF Top Affiliate & MRG Awards 2019

Tahun 2020

  • Launching Aplikasi Traders Family
  • Menyelenggarakan Real Account Trading Contest dengan total hadiah sebesar 350 juta rupiah.
  • Menyelenggarakan program TF-5M dengan total hadiah 5 Miliar bagi 500 trader.
  • Memberikan apresiasi kepada Analyst of the Month dan total hadiah sebesar $682.584.88

Tahun 2021

  • Aplikasi Traders Family didownload oleh lebih dari 80 ribu pengguna.
  • Peresmian kantor cabang Traders Family di Yogyakarta.
  • Live Event Q&A bersama Johnpaul77 di Yogyakarta.

Legalitas PT. Traders Family International

SIUP : 108/24.1PK.7/31.72.02/-1.824.27/e/2016

TDP : 1132/24.3PT.7/31.72/-1.824.27/e/2016

NPWP : 31.458.013.5-011.000


Traders Family sudah melewati semuanya. Sebagai marketing, analyst, trader, bahkan sebagai dealer yang menjaga cash flow banker dan broker. DAFTAR SEKARANG dan bergabunglah sebagai satu keluarga.