Trading forex adalah bisnis bukan investasi, karena kita dituntut untuk aktif dalam menjalankannya. Berbeda dengan investasi yang bersifat pasif.
Trading forex adalah bisnis bukan investasi, karena kita dituntut untuk aktif dalam menjalankannya. Berbeda dengan investasi yang bersifat pasif.
Mengapa metode dengan probabilitas 70% bahkan mungkin 80% kok masih loss ketika dijalankan di live trading?
Kebanyakan trader lebih fokus kepada profit namun lupa untuk memperhitungkan resiko hingga ketika loss berturut-turut jadi bingung harus ngapain?
Dengan tujuan untuk mengoptimalkan potensi profit seringkali trader membuka posisi di banyak pair dan berharap semua trade menghasilkan profit yang lebih maksimal.
Andaikan pagi hari Anda menemukan momentum sesuai metode trading di lima pair lalu hajar kelimanya dengan entry atau setup baik dengan cara eksekusi langsung atau pending order dan membuka lima posisi di pair yang berbeda. Jika kelimanya kena profit atau kena TP rasanya ngga perlu diomongin lagi, karena semua juga mau. Tetapi jika ternyata kelima trade itu loss atau kena SL? Apa yang akan Anda lakukan?
Ahhh... kan ngga mungkin kelimanya kena SL? Eits! Jangan pernah berpikir atau berasumsi karena di dalam market forex segala kemungkinan bisa saja terjadi. Ingat, bisnis dalam industri forex adalah bisnis yang selalu dapat dihitung dengan pasti dalam hal target profit dan stop loss, tetapi tidak dalam hal pergerakan arah market. Tidak ada satu orang pun yang dapat memprediksi arah market secara tepat. Satu-satunya hal yang dapat dipastikan adalah SL/TP dan sebagai trader kita sebaiknya menggunakan cara berpikir ini. Setiap kemungkinan terburuk harus selalu siap kita terima.
Lalu harus bagaimana ketika menghadapi momentum yang sudah sesuai dengan metode atau trading sistem kita dan muncul di lima pair atau lebih? Apakah semuanya harus diambil? Jika harus memilih, bagaimana cara memilihnya?
Berikut adalah tips untuk memilihnya secara obyektif :
Gunakan metode yang probabilitasnya paling tinggi dan risk/reward ratio terbaik berdasarkan data dari metode yang sudah dibacktest. Tools dan cara backtestnya dapat Anda temukan di link backtest ini. Anda hanya perlu mendaftarkan email aktif tanpa dipungut biaya apapun. Kita harus mempertimbangkan bagaimana jika kelimanya diambil dan semuanya loss? Karenanya kita perkecil resiko dengan memilih misalnya tiga pair yang memiliki probabilitas paling tinggi dan risk/reward terbaik. Meskipun tiga pair ini pun nantinya bisa kena SL semua lho.
Nah, lalu bagaimana sih cara menentukan batas loss kita? Cara paling gampang adalah dengan melihat rata-rata pips bulanan kita. Jangan sampai ketika ketiga trade ini kena SL ternyata angkanya melebihi angka rata-rata pips bulanan kita. Ini konyol namanya. Artinya kita harus kurangi lagi, katakanlah tadi dari lima pair kita pilih tiga dan total SL nya masih melebihi angka rata-rata pips bulanan. Maka kita harus kurangi lagi menjadi dua pair.
Jadi pada akhirnya memang tidak ada yang baku dalam hal menentukan resiko karena kita harus tahu rata-rata pips bulanan kita berapa dan sinyal dari momentum yang kita temukan memiliki resiko berapa pips. Kita hanya harus membiasakan diri membaca profit atau loss berdasarkan pips.
Berapa banyak trade yang harus saya batasi?
Bagi trader individu jika saya boleh menyarankan adalah; gunakan risk per trade di kisaran 2-5% dan total risk dari trade yang sedang berjalan sebaiknya tidak lebih dari 10%.
Contoh :
Modal $10000
Leverage 1 : 100
Margin Used 2 - 5% = $200 - $500 (margin trade)
Lot/Volume 0,2 - 0,5 lot/trade
Total risk trade berjalan 10% = $1000
Dengan perhitungan di atas Anda dapat membuka hingga maksimal 5 trade dengan volume 0,2 lot atau hingga 2 trade dengan volume 0,5 lot.
Anggaplah hari ini Anda memiliki 2 posisi terbuka dengan volume masing-masing sebesar 0,5 lot. Tentu bisa saja terjadi 2 posisi terbuka ini tidak close di hari yang sama. Jika keesokan harinya Anda mendapatkan momentum lagi sementara 2 posisi masih terbuka apa yang harus dilakukan?
Mengingat trade yang sedang berjalan sudah memiliki resiko maksimal yaitu sebesar 10% dimana volume di kedua trade tersebut sebesar 0,5 lot maka untuk melakukan entry/setup Anda tentu harus menunggu hingga salah satu atau kedua trade yang sedang berjalan close terlebih dahulu. Ini untuk menghindari maksimum risk yang sebesar 10% tadi.
Kecuali jika di 2 trade sebelumnya Anda hanya memiliki trade berjalan dengan volume masing-masing sebesar 0,2 lot maka Anda masih memiliki peluang untuk membuka volume trade sebesar 0,6 lot dari margin Anda.
Jangan sampai terjadi, "risk per trade 2% tetapi tradenya 10 atau bahkan 20..." Lagi-lagi, itu konyol namanya. Karena jika itu yang terjadi, sama artinya risk trade keseluruhan menjadi 20% atau bahkan 40%.
Jadi kesimpulannya adalah :
Bukan hanya risk per trade yang harus diperhitungkan atau dibatasi tetapi juga total tradenya termasuk jumlah pair. Tujuannya adalah untuk mengantisipasi atau menghindari kemungkinan terburuk jika sampai terjadi seluruh trade kena SL dan mencapai drawdown 40% atau bahkan bisa jadi lebih.
Apa jadinya jika hal itu benar-benar terjadi? Sanggupkah dengan sisa margin yang ada melakukan recovery? Sanggupkah Anda bertahan dengan trading sistem yang sudah dibacktest bahkan menghasilkan probabilitas 80%? Dan akhirnya, sanggupkah Anda tetap konsisten dan disiplin sesuai rules yang sudah Anda buat sendiri?
Ketika Anda gagal melakukan perencanaan maka Anda merencanakan kegagalan. Ungkapan kuno ini mungkin terdengar fasih, tetapi jika mau sukses sebagai trader kita harus mengikuti kalimat itu seolah tertulis di atas batu yang keras. Tanyalah kepada para trader yang menghasilkan uang secara konsisten. Mereka akan memberitahu bahwa Anda memiliki dua pilihan yaitu, mengikuti rencana tertulis sesuai dengan metode atau, gagal.
Jika Anda sudah memiliki trading plan lebih-lebih secara tertulis, maka selamat, Anda tidak termasuk kebanyakan orang. Diperlukan waktu, usaha, dan kerja keras untuk mengembangkan pendekatan atau metodologi yang berhasil di market forex. Meskipun tidak ada jaminan kesuksesan seratus persen namun Anda telah berhasil menghilangkan satu hambatan utama dengan membuat trading plan atau trading sistem yang terperinci.
Kalaupun trading plan Anda menggunakan teknik yang salah karena kurangnya persiapan, kesuksesan mungkin tidak akan datang dengan segera, namun paling tidak Anda memiliki kesempatan untuk memetakan dan mengubah arah. Dengan mendokumentasikan prosesnya Anda akan mengetahui mana yang berhasil dan bagaimana menghindari kesalahan fatal yang seringkali dilakukan oleh trader pemula.
Sudahkah Anda memiliki trading plan? Jika belum disini saya coba berikan beberapa hal untuk membantu prosesnya.
Trading forex adalah bisnis dan Anda harus memperlakukannya sebagai sebuah bisnis. Membaca buku, membeli robot trading, membuka akun broker, lalu langsung berdagang dengan uang sungguhan itu bukanlah trading plan tetapi lebih kepada resep menuju bencana.
Setiap trader harus memiliki trading plan yang tertulis secara jelas sesuai dengan karakter dan tujuan masing-masing dan tidak hanya sekedar mengikuti metode atau gaya orang lain yang belum tentu sesuai dengan gaya Anda.
Tak ada dua trading plan yang persis sama karena tak ada pula dua trader yang persis sama. Setiap pendekatan dalam membangun trading plan akan mempertimbangkan faktor-faktor penting terutama gaya dan karakter trading setiap trader dan kesiapan menanggung resiko. Apa saja komponen-komponen penting lainnya yang diperlukan dalam membangun trading plan yang solid?
Apakah Anda siap menghadapi kerugian? Sudahkan Anda menguji trading plan Anda di akun demo? Sudahkah Anda melakukan backtest sehingga Anda memiliki keyakinan bahwa trading plan dan trading sistem Anda akan bekerja di kondisi market yang Anda mau? Dapatkah Anda mengikuti sinyal tanpa keraguan dan disiplin? Trading adalah pertarungan untuk mendapatkan profit atau loss. Trader pro akan selalu siap untuk mendapatkan profit maupun mengalami loss.
Ini juga terkait dengan kesiapan secara fisik, apakah Anda sedang sakit atau tidak enak badan? Lebih dari itu apakah Anda siap menghadapi tantangan di masa depan? Jika Anda tidak memiliki kesiapan emosional untuk memasuki samudra market forex, ada baiknya untuk mengambil libur, karena jika tidak maka Anda memiliki resiko yang besar untuk kehilangan uang. Misalnya jika Anda sedang marah atau sibuk. Banyak trader yang memulai perdagangan dengan berdoa dan ini sangat layak untuk dicontoh. Selain itu saat trading harus bebas dari gangguan. Ingat, trading adalah bisnis dan gangguan dapat berakibat fatal.
Sesuai dengan gaya trading dan batas toleransi resiko, Anda harus menentukan berapa batas resiko untuk setiap trade. Jumlahnya dapat bervariasi namun saran saya, 1 hingga 5 persen dari nilai portofolio yang Anda miliki. Itu artinya jika Anda kehilangan atau loss sejumlah itu maka Anda akan keluar dari market. Lebih baik istirahat dan bersiap untuk kembali masuk market pada esok hari jika keadaan tidak sesuai dengan trading plan Anda.
Sebelum melakukan trading Anda harus menentukan tujuan. Berapa target profit yang realistis dan ratio risk and rewardnya. Beberapa trader tidak akan melakukan entry kecuali jika potensi profitnya setidaknya tiga kali lebih besar dibanding resikonya. Misalnya, jika stop loss Anda adalah $30 maka target profitnya harus $90. Tentukan target profit mingguan, bulanan, dan tahunan dalam persentase dari portofolio Anda dan evaluasi secara berkala.
Apakah Anda rajin membaca berita sebelum masuk market? Atau apakah Anda selalu memeriksa situasi apa yang sedang terjadi di dunia? Apakah Anda juga memeriksa indeks berjangka? Ini adalah cara yang baik untuk mengukur situasi sebelum market dibuka karena perdagangan berjangka buka siang malam. Apakah Anda membutuhkan laporan data ekonomi? Sebagian trader merasa lebih baik menunggu hingga laporan keluar dibanding mengambil resiko yang tidak perlu dengan trading saat market volatil karena adanya laporan atau news. Ingat, trader pro melakukan trading berdasarkan probabilitas, mereka tidak berjudi. Trading pada saat menjelang news/laporan seringkali menjadi sebuah pertaruhan karena kita tidak mungkin dapat mengetahui bagaimana reaksi market terhadap sebuah news/laporan data ekonomi.
Apapun trading plan atau trading sistem yang Anda akan gunakan, tentukan level support dan resistance pada grafik. Tentukan dan pastikan harga entry dan exit dengan sinyal yang jelas dan mudah terlihat.
Banyak trader melakukan kesalahan dengan terlalu fokus pada upaya untuk mencari sinyal entry tetapi lupa atau kurang memperhatikan kapan harus exit. Ketika sedang down atau floating loss, banyak trader tidak berani melakukan cutloss karena tidak mau rugi. Belajarlah untuk menerima kerugian, atau Anda tidak akan pernah sukses sebagai trader. Jika stop loss Anda tersentuh, itu artinya Anda salah. Tidak perlu tersinggung. Anda harus tahu bahwa para trader pro lebih banyak kehilangan perdagangan dibanding yang mereka menangkan. Namun dengan manajemen yang baik dan membatasi resiko mereka tetap bisa menghasilkan profit secara konsisten.
Sebelum memasuki market, Anda harus tahu exitnya terlebih dahulu. Seperti halnya ketika kita memasuki sebuah kawasan perumahan yang padat, tentu kita harus tahu jalan keluarnya agar tidak tersesat.
Paling tidak ada dua pilihan dalam trading. Pertama, dimana stop loss Anda jika market berjalan tidak sesuai dengan harapan? Kedua, dimana target profit Anda? Itu adalah saat Anda keluar dari market.
Ini saya letakkan setelah setup exit rules karena menentukan exit jauh lebih penting dibanding entry. Tipikal entry dapat saya sebut seperti ini, "jika muncul sinyal dengan target profit tiga kali lebih besar dibanding stop loss, maka saya akan entry disini".
Trading plan Anda harus sesederhana mungkin agar dapat memfasilitasi keputusan yang cepat namun juga harus cukup efektif. Jika Anda terlalu banyak menentukan syarat dan seringkali banyak yang subyektif, maka Anda akan kesulitan untuk melakukan trade.
Para trader pro dan berpengalaman piawai dalam membuat catatan atau jurnal trading. Ketika mereka profit mereka harus tahu persis apa dan bagaimana itu terjadi. Demikian pula ketika mereka mengalami kerugian agar terhindar dari mengulang kesalahan yang sama di kemudian hari. Tuliskan secara detail entry exitnya, level support resistancenya, range pergerakan hariannya, dan alasan mengapa Anda melakukan trade serta pelajaran apa yang dapat diambil dari trade tersebut.
Ingatlah, ini adalah bisnis dan Anda sebagai manajernya. Jadi perlakukan ini sebagai sebuah bisnis. Anda tentu ingin bisnis Anda ini berkembang dan menguntungkan bukan?
Lakukan evaluasi dan analisis terhadap trade Anda secara berkala untuk mengetahui apa yang terjadi dan bagaimana itu terjadi. Catat kesimpulan Anda dalam jurnal agar dapat dirujuk kembali nanti. Selalu ada trade yang loss, tetapi yang Anda kehendaki adalah trading plan yang profitable secara konsisten dalam jangka panjang.
Kesuksesan di demo account tidak menjamin kesuksesan di live account. Saat berada di live account emosi ikut berperan. Tetapi kesuksesan di demo account memberikan dampak kepercayaan diri kepada seorang trader terhadap trading plan atau trading sistemnya.
Tidak ada yang dapat menjamin seratus persen trading akan menghasilkan profit. Ini soal probabilitas. Tidak ada profit tanpa loss, tidak ada menang tanpa kalah. Sebelum masuk market para trader pro tahu dengan pasti bahwa peluang trade mereka menguntungkan atau mereka lebih baik tidak akan masuk market.
Trader pro memperlakukan trading forex sebagai sebuah bisnis. Meskipun tanpa jaminan pasti akan menghasilkan uang, tetapi Anda harus memiliki trading plan. Ini penting. Tanpa trading plan Anda tidak akan sukses dan bertahan dalam indutri forex.
Baru-baru ini saya melihat sebuah reels yang menampilkan Pak Lo, sapaan akrab Lo Kheng Hong, investor kawakan yang mendapat julukan Warren Buffetnya Indonesia. Dalam video tersebut beliau mengatakan, "Sabar adalah ilmu tingkat tinggi dalam investasi. Belajarnya setiap hari, ujiannya sering mendadak, tapi investor yang lulus akan mendapat cuan yang besar."
Rasanya tidak berlebihan jika dikatakan bahwa "sabar" juga menjadi kunci sukses dalam trading forex untuk dapat mencapai profit konsisten dan trading for living.
Sabar yang seperti apa sih yang dibutuhkan dalam berinvestasi atau pun dalam trading forex? Dalam bagian pertama "winning mentality" disebutkan untuk bertahan sedikit lebih lama, itulah definisi sabar. Disana diceritakan tentang Usain Bolt, pelari asal Jamaica yang meraih medali emas dalam lomba lari 100 meter dengan catatan waktu 9.58 detik dan 200 meter dengan catatan waktu 19.19 detik.
Kita tidak akan pernah bisa mengetahui apa yang akan terjadi di waktu mendatang bahkan pada detik selanjutnya dalam hidup kita. Mungkin saat ini kita sedang susah, sedang sulit dan menderita. Namun bertahanlah sedikit lebih lama, badai pasti berlalu. Tugas kita hanyalah menunggu dan bersabar.
Lo Kheng Hong mengatakan bahwa bursa efek adalah tempat berpindahnya uang dari orang yang tidak sabar kepada orang yang sabar. Terbukti di masa awal pandemi tahun 2019-2020, harga saham di bursa efek anjlok parah. Orang yang tidak sabar segera menjual saham-sahamnya karena kuatir nilainya akan semakin turun, sementara orang yang dengan sabar menunggu sekarang ini menuai keuntungan yang besar. Kerugian yang dialami oleh mereka yang tidak sabar menjadi keuntungan bagi mereka yang sabar. Dibutuhkan kesabaran untuk dapat memperoleh keuntungan dalam berinvestasi dan kesabaran adalah ilmu tingkat tinggi.
Dalam industri forex, kesabaran menjadi kunci utama untuk dapat profit konsisten dan sampai pada trading for living. Karena sejatinya untuk memenangkan pasar forex bukan bergantung sepenuhnya pada metode, strategi atau jurus namun lebih bergantung kepada bagaimana kita mampu bersabar dan mengalahkan diri sendiri.
Coba Anda ingat-ingat. Berapa kali Anda loss dalam trading dan apa yang menjadi penyebab loss itu?
Beberapa diantaranya adalah yang saya sebutkan dibawah ini :
Tidak memasang SL dan TP alias trading dengan "Gaya Marco Polo", sebutan untuk trader yang trading dengan gaya gagah berani namun akibatnya fatal.
Terlalu sering melihat chart dan karena takut kena SL atau tidak mencapai TP lalu melakukan intervensi dengan menutup transaksi. Akibatnya profit tidak maksimal karena kemudian harga bergerak menyentuh TP. Atau, begitu transaksi ditutup saat floating loss karena takut kena SL, ternyata harga langsung berbalik cepat menuju TP. Trade yang seharusnya profit jadi loss.... ini terjadi dan banyak terjadi.
Mengikuti sinyal-sinyal berbayar dengan jaminan 100% profit namun nyatanya?
Trading menggunakan robot trading yang lagi-lagi dibeli dengan harga mahal namun ujung-ujungnya malah kena margin call.
Berpindah-pindah pair untuk mencari momentum namun justru loss yang didapat.
Itu adalah beberapa diantara sekian banyak penyebab loss dalam trading. Kenapa saya bisa mengatakan itu dengan sangat yakin? Karena di awal karier trading saya pada tahun 2008 saya sudah mengalami itu semua meskipun maaf, saya belum pernah sekalipun mengikuti sinyal berbayar atau membeli robot trading. Ini adalah pengalaman teman-teman yang curhat pada saya.
Ketika sudah mempunyai Trading System dengan gaya yang sesuai dengan karakter Anda maka seharusnya Anda tinggal bersabar menunggu momentum yang sesuai dengan trading system Anda tersebut. Sabar menunggu hingga chart menunjukkan sinyal yang sudah Anda tentukan dalam trading system, bukannya mencari-cari sinyal atau momentum di pair lain ketika di pair yang satu tidak Anda temukan.
Mengapa? Karena setiap pair memiliki karakter yang berbeda-beda. Mungkin trading system Anda akan bekerja lebih efektif di pair yang memiliki karakter sideways atau memiliki volatilitas yang tidak terlalu besar seperti pair EURUSD misalnya. Tentu trading system Anda tidak akan bekerja secara efektif di market atau pair yang berkarakter trending seperti Gold atau Nasdaq.
Jadi, bersabarlah. Tunggulah momen yang tepat untuk masuk pasar dan mengambil posisi. Bertindaklah seperti seorang sniper yang dengan penuh kesabaran menunggu sasaran masuk ke dalam ruang bidiknya. Jika sudah menunggu seharian dan Anda tidak mendapatkan sinyal atau momentum, ya sudah, artinya Anda tidak perlu memaksakan entry atau mengambil posisi. Ingat prinsip orang kaya, "lebih baik tidak dapat uang daripada hilang uang." Ketimbang memaksakan diri entry dan loss akan lebih baik hari itu tanpa transaksi tetapi Anda juga tidak kehilangan uang.
Sederhananya begini; seorang penjual es doger tentu tidak akan memaksakan diri berjualan ketika hujan lebat. Saat yang tepat bagi dia untuk berjualan adalah ketika cuaca panas terik bukan? Seperti itulah seharusnya kita berpikir. Buang jauh-jauh pemikiran, kalau tidak entry maka namanya bukan trader. Anda mau trading for living atau living for trading?
Sabar, sabar, dan tunggu. Itu kuncinya. Entry lah ketika kondisi market benar-benar sesuai dengan trading system kita. Jika dan hanya jika market menunjukkan sinyal atau momentum yang kita mau. Terlebih jika sudah mengetahui probabilitas trading system Anda dengan melakukan backtest.
Sabar, kata yang mudah untuk dikatakan namun sangat tidak mudah untuk benar-benar dilakukan. Saya yakin setiap trader sudah mengetahui dengan pasti soal sabar ini, namun nyatanya mereka tetap saja loss. Itu karena mereka hanya tahu soal sabar namun tidak benar-benar mampu menerapkannya dalam trading. Jadi segera latih kesabaran Anda dalam trading mulai sekarang juga, jangan tunda lagi. Jika ditunda, cuan nya juga akan tertunda, dan Anda tidak menginginkan hal itu bukan?
Mau tidak mau, suka tidak suka, untuk mendapatkan cuan dari industri forex dan bursa efek Anda harus dapat menguasai ilmu tingkat tinggi yang disebut sabar ini. Paksa diri Anda untuk dapat menguasainya dengan melatih kesabaran melalui Aplikasi Traders Family yang bisa didownload melalui Link ini.
1. Download dan buka Aplikasi TF di gadget Anda.
2. Pilih tombol "Buat Signal"
5. Silakan cek email Anda dan tap "Verifikasi Akun Anda".
1. Tap Login
4. Isi seluruh form yang ada dan "Simpan".
1. Anda bisa reset password dengan cara tap "Lupa Password"
1. Anda harus melengkapi profil sebelum membuat channel untuk pertama kalinya.
2. Pilih "Buat Signal"
1. Pilih "Buat Signal".
2. Isi form pembuatan signal lalu pilih "Buat Signal".
1. Cek penghasilan Anda di bagian "Channel Info".
4. Isi form dengan benar lalu tap "Cash Out".
1. Anda subscribe lebih dulu channel yang signalnya mau dicopy.
2. Untuk melihat signal terbaru silakan pilih "View Signal".
1. Dengan pilih menu "Signal" Anda akan masuk ke halaman TF Copy Signal.
3. Feed berisi channel yang Anda subscribe.
4. Signal berisi signal-signal terbaru.
5. Channel berisi channel-channel yang direkomendasikan oleh TF.
1. Di halaman channel Anda akan menemukan summary dari channel tersebut.
Demikian Panduan Lengkap dan Tutorial Lengkap cara mendaftar dan menggunakan Aplikasi TF (Traders Family).
Jadi tunggu apa lagi? Daftar dan Download Aplikasinya sekarang juga.
Harap perhatikan syarat dan ketentuan sebagai berikut:
Pastikan Anda tahu probabilitas dari metode trading Anda. Metode seperti apa sih yang membuat trading kita profit konsisten? Itu adalah pertanyaan paling umum yang kerapkali ditanyakan para trader.
Sebenarnya bukan "metode seperti apa", namun akan lebih tepat jika ditanyakan, "metode trading yang bagaimana yang membuat profit konsisten". Karena seharusnya trading itu sederhana dan sangat simpel, namun sayangnya kebanyakan orang membuat trading menjadi sangat rumit dan kompleks.
Ketika dari rumah hendak menuju ke suatu tempat A di kota Anda, ada dua hal yang mungkin terjadi yaitu "hujan" atau "tidak". Anda tentu akan memastikan turun hujan atau tidak dengan menganalisa.
Jika langit mendung dan gelap disertai angin kencang tentu Anda akan menyimpulkan kemungkinan akan turun hujan. Demikian juga sebaliknya, jika langit cerah dan matahari bersinar terang tentu Anda akan menyimpulkan bahwa kemungkinan tidak akan turun hujan. Namun faktanya terkadang mendung tak berarti hujan, dan saat langit cerah pun bisa saja turun hujan. Semua itu adalah soal kemungkinan, yang di dalam dunia trading disebut dengan istilah probabilitas. Trading seharusnya se-simpel dan se-sederhana itu.
Harus diakui dalam dunia trading awalnya semua serba fifty-fifty atau 50:50. Bukankah dalam trading hanya ada "Buy" atau "Sell", "Naik" atau "Turun", dan hanya ada "Profit" atau "Loss"? Mohon dicatat, dalam hal berbicara mengenai profit atau loss yang dimaksud disini adalah SL atau TP, tidak termasuk loss atau profit hasil close manual.
Tujuan utama kita belajar dan mencari metode adalah untuk meningkatkan kemungkinan atau probabilitas profit menjadi 60:40, 70:30, atau bahkan 80:20 dan seterusnya. Namun pada kenyataannya seorang trader yang sudah menemukan metode dengan probabilitas 80:20 sekalipun, tetap saja masih loss. Pertanyaannya, mengapa?
Dalam kasus ini kebanyakan orang terlalu fokus pada profit. Yang diingat hanya profit dan profit, mereka tidak siap dan lupa bahwa ada 20% kemungkinan loss. Tidak bisa menerima saat loss, dan ini menjadi bumerang bagi mereka karena lalu menganggap ada yang salah dalam metodenya.
Mayoritas trader lebih berfokus pada transaksi atau trade per trade bukan pada portofolio secara keseluruhan. Saat trading loss, loss, loss, dan loss... tiga atau empat kali loss berturut-turut, apa yang biasanya dilakukan orang? Mereka akan cenderung melakukan modifikasi atau bahkan mengubah metode tradingnya. Kebanyakan orang melakukan ini, betul?
Padahal sejak awal sudah diketahui probabilitas metodenya adalah 80:20 dalam artian dari 100x trade, ada kemungkinan 80x profit dan 20x loss. Tetapi, saat loss tiga atau empat kali berturut-turut lalu memodifikasi, mengubah, atau bahkan mengkombinasikan satu metode dengan metode lain. Dan parahnya hal ini dilakukan berulang kali hingga akhirnya tanpa disadari mereka sebenarnya sudah tidak tahu lagi probabilitas metode tradingnya itu berapa? Inilah yang menjadi penyebab saat di awal menemukan metode dengan probabilitas 80:20 namun pada kenyataannya masih saja loss.
Kembali pada contoh ketika hendak menuju ke tempat A di kota Anda. Anda menuju ke sana seperti biasanya lewat jalan B dan ternyata macet. Esok harinya kembali Anda lewat jalan itu untuk kedua kalinya dan macet juga. Saat Anda lewat jalan B untuk yang ketiga kalinya di hari berikutnya dan macet lagi, apa yang terjadi? Anda tentu akan mengatakan, "jalan B macet". Anda tidak mau lewat jalan itu lagi, mencoba mencari jalan lain yang menurut Anda tidak macet. Padahal jika dilewati 100x hanya 20x yang macet sedangkan 80x nya lancar-lancar saja. Tapi tetap saja "jalan B macet", itu yang terekam dalam otak.
Kurang lebih seperti itulah yang terjadi dalam trading ketika memiliki probabilitas metode 80:20 namun tetap saja berujung loss. Setiap kali memodifikasi, mengkombinasi, bahkan mengubah metode, tanpa disadari Anda sebenarnya sedang menuju kepada keadaan "berjalan tanpa arah". Keadaan dimana Anda tidak tahu lagi probabilitas dari metode trading Anda.
Itu fatal saudara, kembalilah kepada metode Anda. Sudah jelas probabilitasnya 80:20, jalankan saja terus secara konsisten. Tidak perlu memodifikasi, mengkombinasi, atau bahkan mengubahnya.
Untuk mengetahui probabilitas dari metode trading, Anda dapat memanfaatkan tools backtest. Tak usah kuatir dipungut biaya, tools ini disediakan gratis. Anda hanya perlu mendaftarkan alamat email yang aktif saja.
Dari uraian di atas kita dapat mengambil kesimpulan bahwa trading bukanlah soal metode, bukan pula soal strategi. Metode hanya memiliki bobot atau pengaruh terhadap kesuksesan seorang trader sebesar 10-15%. Yang jauh lebih penting di dalam trading adalah soal "bagaimana mengalahkan diri sendiri", soal bagaimana menjalankan metode dengan baik, konsisten, dan disiplin.
Bukan berarti metode tidak penting, metode tetap penting karena ini menjadi sebuah senjata. Tetapi senjata sehebat apapun jika ditangan yang tidak tepat akan berakibat buruk bukan?
Bangun Metode Trading Anda dan dapatkan probabilitasnya secara pasti, lalu jalankan secara konsisten tanpa perlu memodifikasi, mengkombinasikan dengan metode-metode lain, atau bahkan mengubahnya. Jalankan saja terus karena Anda sudah yakin dengan probabilitasnya. Inilah cara menghasilkan profit yang konsisten.
Aplikasi Traders Family saat ini menjadi satu-satunya aplikasi pencetak trader di Indonesia bahkan mungkin di dunia.
Sebelumnya mari kita coba jawab beberapa pertanyaan berikut ini :
1. Apakah Anda seorang trader, khususnya forex?
2. Apakah Anda sudah memiliki trading system?
3. Jika Anda seorang trader, apakah Anda sudah trading for living?
4. Jika Anda seorang trader, apakah Anda sudah profit konsisten?
5. Sebagai trader, bagaimana kabar portofolio Anda?
6. Jika portofolio Anda positif, apakah Anda tahu mengapa?
7. Jika portofolio Anda negatif, apakah Anda juga tahu penyebabnya?
8. Berapa kali dalam sepanjang karier trading Anda mengalami margin call?
Apapun jawabannya, ketika Anda menjawab seluruh pertanyaan diatas dengan tegas dan jelas, maka "Selamat" dan "Proficiat", karena itu artinya Anda sudah menemukan identitas Anda sebagai seorang trader.
Hanya 10% trader forex yang sukses dan berhasil mencapai trading for living. Hidup dari hasil trading, atau hidupnya ditopang oleh keuntungan yang dihasilkan dari trading, itulah trading for living.
Untuk mencapai trading for living sebenarnya tidaklah sesulit yang dibayangkan, hanya dibutuhkan komitmen, disiplin, dan pengendalian diri. Namun sayangnya kebanyakan trader mengabaikan ketiga hal tersebut. Untuk dapat mengalahkan pasar forex bukan soal metode atau strategi, namun lebih kepada "bagaimana mengalahkan diri sendiri" yang membutuhkan satu sikap yang kita sebut winning mentality dan harus dibangun dengan GRIT.
Kita dapat temukan begitu banyak ilmu, metode, strategi, bahkan sinyal forex yang bertebaran di ruang maya. Namun mengapa 90% dari trader forex masih harus mengalami kegagalan, merugi, dan bangkrut? Hingga akhirnya banyak dari mereka bergabung menjadi sebuah kelompok paduan suara yang full power bernyanyi menyerukan lirik, "trading forex adalah bisnis sesat, trading forex adalah judi, dan hal negatif lainnya?"
Disinilah Aplikasi Traders Family hadir. Dibuat oleh PT. Traders Family International aplikasi ini bertujuan mencetak trader sebanyak-banyaknya. Memberikan edukasi yang baik dan benar secara seimbang, bukan iming-iming atau memberikan janji-janji 100% profit atau sinyal anti loss dan sejenisnya. Namun lebih kepada bagaimana menjalankan bisnis forex dengan benar agar menghasilkan profit secara konsisten menuju trading for living. Hal ini sejalan dengan motto Bro Cerdas yaitu, "Membangun perspektif baru dalam trading forex agar menghasilkan profit secara konsisten dalam jangka panjang".
Mari kita sepakat dengan satu kalimat highlight ini, "Bukan metode yang membuat trading loss, melainkan kebiasaan buruk trader".
Sebagai contoh, meskipun kebiasaan buruk ini sebenarnya sangat bisa dimaklumi dan sangat susah untuk dikatakan salah, namun mayoritas orang termasuk juga saya, dalam kehidupan sehari-hari terbiasa berpola pikir sebagai pembeli atau customer. Dan kebiasaan ini disadari atau tidak kemudian terbawa ketika melakukan trading. Sementara sebagai trader seharusnya memiliki pola pikir sebagai pedagang.
Contoh kebiasaan buruk yang kedua adalah ketika sedang melihat chart dan harga bergerak entah naik atau turun dan membentuk candle panjang yang artinya ada pergerakan besar di market kita seringkali berpikir, "Masa iya sih harga ngga akan balik arah?" "Masa iya sih harga akan turun terus atau harga akan naik terus?" Dan kemudian membuyarkan trading plan atau trading system yang sudah dibangun. Membuat Anda keluar dan tidak lagi trading berdasarkan trading plan melainkan berdasarkan apa yang dipikirkan, berdasarkan emosi.
Untuk dapat menghasilkan profit secara konsisten dari trading forex kita harus berani menghilangkan kebiasaan-kebiasaan buruk seperti contoh yang disebutkan tadi. Bukan metodenya yang harus dirubah melainkan cara menjalankannya yang harus dirubah. Merubah kebiasaan memang tidak mudah, namun bisa dilakukan jika kita mau.
Tinggalkan kebiasaan buruk dan ubahlah cara trading Anda, ini harus menjadi target Anda sekarang. Namun target tanpa tekanan sama juga bohong, ini penting untuk disadari. Artinya target hanya akan menjadi sekedar target tanpa berarti apa-apa seandainya target itu tidak tercapai Anda juga tidak akan merasakan apa-apa.
Aplikasi Trader Family akan membantu Anda secara pasti untuk menjalankan trading dengan cara yang benar dan menghasilkan profit secara konsisten. Download aplikasinya dan daftarkan email aktif Anda disini sekarang juga.
Mengapa harus aplikasi traders family? Apa sih yang menarik selain GRATIS-nya?
Anda akan mendapatkan akun demo trading yang benar-benar memiliki aroma rasa sama seperti riil trading. Anda bisa buktikan sendiri setelah mendaftar. Melalui fitur channel Anda bisa melakukan setup sinyal trading dengan saldo virtual dan ketika sinyal Anda menghasilkan profit, maka nilainya akan dikonversikan ke TF Poin dan TF Medal. Hasil konversi inilah yang nantinya akan dapat Anda cashout ke rekening Anda. Sangat menarik dan saat ini di Indonesia baru ada satu yang seperti ini. Untuk trading di riil akun Anda tinggal mengcopy sinyal yang dibuat sendiri dari channel yang terdapat di aplikasi.
Baca Juga : Cara Mendapatkan TF Poin dan TF Medal
Aplikasi ini dibuat sedemikian rupa hingga semirip mungkin dengan akun riil. Jika Anda gagal di akun demo, di akun riil Anda pun pasti akan gagal. Demikian juga sebaliknya, jika Anda profit di akun demo, di akun riil Anda pun pasti akan profit.
Trading rules di aplikasi ini akan membuat Anda mau tidak mau menjalankan trading dengan cara yang benar. Anda akan dipaksa untuk melakukan trading dengan aturan yang ada yang akan menghilangkan kebiasaan-kebiasaan buruk yang sering dilakukan para trader. Anda memiliki target bukan? Namun target tanpa tekanan sama saja omong kosong. Aplikasi ini akan memaksa Anda untuk mencapai target dengan benar, dengan strategi yang masuk akal. Bukan asal tebak, bukan berdasarkan feeling, bukan pula berdasarkan faktor keberuntungan. Namun dengan perhitungan yang matang dari segala aspek rasio.
Trading rules yang didesain sedemikian rupa sehingga mampu memberikan efek jera yang lebih. Demi membantu Anda untuk menjadi trader yang mandiri dan profit konsisten dengan menghilangkan kebiasaan-kebiasaan buruk dalam trading yang berujung loss atau bahkan say goodbye.
Edukasi atau pembelajaran yang jelas dan terarah dari trader profesional berkelas corporate yang memiliki segudang pengalaman yang dilaluinya secara gratis. Ulasan dan informasi yang obyektif baik dari sudut pandang trader maupun dari sudut pandang broker atau dealer forex. Edukasi yang murni edukasi, tanpa disertai iming-iming yang menggiurkan apalagi menjanjikan profit 100% dalam waktu singkat. Tidak saudara, itu tidak ada sama sekali.
Jadi tunggu apa lagi? Now or Never! Change Your Life!
Dalam setiap bisnis tentu akan selalu ada resiko, tak terkecuali trading forex. Resiko menjadi penyerta yang tidak bisa dihindari, tugas kita adalah mengelola resiko. Artinya kita harus dapat mengambil langkah-langkah yang tepat ketika resiko itu terjadi, kita bahkan sejak awal sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi resiko. Yang dimaksud resiko disini sepertinya halnya dalam trading adalah kerugian.
Siapa yang mau rugi? Tidak ada. Namun dalam setiap perdagangan kerugian selalu akan terjadi. Tidak mungkin dalam berdagang kita akan selalu untung terus-menerus 100%, tentu ada kalanya harus mengalami kerugian dalam intensitas tertentu.
Uniknya, dalam trading forex kita dapat mengetahui dan mengukur resiko sebelum kita melakukan transaksi secara jelas dan dengan nilai atau angka yang jelas pula. Dapat menentukan secara pasti berapa kerugian yang siap kita terima sebelum kita melakukan transaksi di market.
Disinilah pentingnya Risk Management. Banyak trader pemula harus tergulung karena mengabaikan hal ini dan seringkali mengalami kerugian yang cukup besar.
Ada beberapa teknik atau metode populer dari risk management ini yaitu, cutloss, switching, dan averaging.
Segera menutup transaksi yang loss untuk menghindari kerugian yang lebih besar.
Ketika membuka posisi Sell 1 Lot di 1.50000 ternyata harga justru bergerak naik mencapai level 1.50500 dan loss sebesar -500 pips. Karena tidak ingin rugi lebih lebih besar Anda melakukan cutloss di harga 1.50500 dan resikonya adalah rugi sebesar -500 pips.
Sahabat traders, sebelum lebih jauh Bro Cerdas mengingatkan materi ini bukan ditujukan sebagai metode atau cara yang harus dilakukan dalam meraih profit dari trading forex. Materi ini lebih ditujukan untuk memperkaya pengetahuan mengenai seluk beluk dunia trading, mengenai hal-hal yang sering terjadi dan populer di kalangan trader forex.
Metode yang terbaik adalah trading system yang Anda bangun sendiri sesuai dengan karakter Anda sendiri. Bagaimana membangun trading system sudah kita bahas dalam materi sebelumnya, dan kita berharap Anda sudah mulai membangunnya langkah demi langkah.
Dengan tujuan untuk mengembalikan kerugian sebelumnya switching dilakukan dengan menutup transaksi yang loss dan segera membuka posisi baru yang dianggap searah dengan pergerakan market selanjutnya.
Ketika posisi sell loss -500 pips Anda melakukan cutloss di harga 1.50500 dan segera masuk market dengan mengambil posisi buy secara bersamaan di harga 1.50500 dengan asumsi harga akan terus melanjutkan kenaikan. Jika benar naik hingga mencapai 1.51000 dan transaksi profit +500 itu artinya kerugian sebelumnya sebesar -500 sudah impas.
Diperlukan kesiapan mental dan tingkat kematangan analisa untuk dapat berhasil dalam menggunakan teknik ini. Karena ketika membuka posisi baru, resiko juga menyertainya jikalau ternyata justru harga berbalik arah.
Apakah Anda seorang trader yang agresif dan tidak takut dengan resiko? Jika "YA", maka teknik averaging ini boleh dicoba karena bisa dibilang teknik ini adalah teknik yang cukup ekstrim.
Averaging biasanya dilakukan dengan melawan arah trend berdasarkan pada pemikiran bahwa harga tidak akan selamanya bergerak searah, suatu saat harga tentu akan berbalik arah.
Sebagai contoh, trade pertama sell 1 lot di 1.50000. Ketika harga bergerak naik ke 1.50500 dan transaksi loss -500 justru membuka 1 lot posisi baru di 1.50500.
Namun ternyata harga terus bergerak naik menyentuh 1.51000 hingga loss Anda sekarang adalah -1500.
Ketika harga bergerak turun ke 1.50500 dan Anda menutup seluruh transaksi maka posisi akan menjadi Nol.
Atau jika seandainya Anda menutup seluruh transaksi di harga 1.5000 maka posisi akan menjadi +1500.
Teknik ini mungkin saja dilakukan oleh trader dengan modal besar, agresif, tidak takut rugi, dan berani mati.
Dalam perkembangannya teknik averaging ini memunculkan teknik yang disebut dengan pyramid, martingale, dan anti martiangle. Dalam gambar berikut ini sangat jelas ditunjukkan apa yang dimaksud dengan ketiga teknik tersebut.
Menjadi kebalikan dari teknik averaging. Dalam teknik pyramid ini menambah posisi terbuka justru saat sedang profit, berbeda dengan teknik averaging yang menambah posisi terbuka saat sedang loss.
Ini adalah teknik yang sangat ekstrim. Coba perhatikan baik-baik. Dalam teknik martingale ini bukan hanya posisi terbuka yang ditambah, namun juga volume transaksi atau jumlah lot nya juga ditambah.
Sampai disini apakah Anda sudah dapat membayangkan mengenai resiko yang harus dihadapi dari teknik-teknik trading di atas? Baik, mari kita berikan satu contoh lagi yaitu ;
Hingga disini seharusnya Anda akan cukup dapat memahami dan menyadari mengenai risk management dalam trading forex. Karena setelah ini kita akan melanjutkan pembahasan yang tak kalah pentingnya yaitu Money Management.
Dari pembahasan di atas tentu Anda dapat menyimpulkan bahwa ada resiko yang tinggi dalam trading forex. Karena itulah penting untuk memiliki strategi dalam money management atau dalam pengelolaan dana.
Batasi resiko per trade Anda. Misalkan saja Anda menentukan batas resiko per trade adalah 5%. Dengan modal sebesar anggaplah $10000, maka batas resiko per trade Anda adalah sebesar 5% X $10000 = $500.
Artinya jika transaksi pertama Anda loss maka balance tersisa sebesar $9500 dan di trade berikutnya batas resikonya harus sama yaitu sebesar 5%. Maka batas resiko di trade yang kedua adalah sebesar 5% X $9500 = $475, dan seterusnya.
Batasan resiko 5% tadi adalah batas resiko per trade. Anda juga perlu menentukan batas resiko maksimum secara keseluruhan dari modal yang dimiliki (drawdown).
Misalnya jika modal Anda adalah $10000 dan kemudian mengalami loss berturut-turut hingga saldo balance Anda tersisa $5000 maka Anda harus berhenti trading dan melakukan evalusi terhadap trading system atau metode trading Anda.
Pahami risk reward ratio atau perbandingan besarnya resiko (stop loss) dan keuntungan (target profit). Jika sebelumnya Anda sudah menentukan besarnya resiko per trade sebesar 5% maka tentukan pula batas atau target profit Anda secara bijak.
Misalnya jika Anda menentukan target profit sebesar 10% maka risk reward ratio transaksi Anda adalah 1:2.
Dalam money management ini sangatlah penting untuk menghitung batas resiko terlebih dahulu sebelum menentukan target profit Anda. Meskipun tidak ada yang baku dalam cara menentukan batas resiko maupun target profit. Hal ini akan kembali kepada gaya trading dan karakter masing-masing trader.
Ini adalah perbandingan antara transaksi yang profit dan transaksi yang loss. Berapa kali transaksi Anda menghasilkan profit dan berapa kali transaksi Anda mengalami loss.
Misalnya dari 10 kali transaksi Anda menghasilkan 5 kali profit dan 5 kali loss, itu artinya win loss ratio nya adalah 1:1. Apakah dengan win loss ratio 1:1 Anda mengalami kerugian atau meraih keuntungan? Jawabannya tergantung pada risk reward ratio transaksi Anda.
Jika risk reward ratio transaksi Anda misalnya 1:2 ketika win loss ratio nya 1:1, itu berarti Anda tetap menghasilkan keuntungan.
Disamping ketiga hal tersebut di atas, yang tidak kalah penting untuk diperhatikan adalah ukuran lot per trade Anda.
Risk & Money Management harus benar-benar dikuasai dan dijalankan secara disiplin sesuai dengan trading system atau metode trading Anda. Money management hanya akan berfungsi dengan baik jika Anda sudah memiliki Trading System yang Anda yakini sepenuhnya dan sesuai dengan karakter Anda.