Tampilkan postingan dengan label Trading. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Trading. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Desember 2022

Cara Menghasilkan Profit Yang Konsisten

 

Cara menghasilkan profit konsisten


Pastikan Anda tahu probabilitas dari metode trading Anda. Metode seperti apa sih yang membuat trading kita profit konsisten? Itu adalah pertanyaan paling umum yang kerapkali ditanyakan para trader.

Sebenarnya bukan "metode seperti apa", namun akan lebih tepat jika ditanyakan, "metode trading yang bagaimana yang membuat profit konsisten". Karena seharusnya trading itu sederhana dan sangat simpel, namun sayangnya kebanyakan orang membuat trading menjadi sangat rumit dan kompleks.

Ketika dari rumah hendak menuju ke suatu tempat A di kota Anda, ada dua hal yang mungkin terjadi yaitu "hujan" atau "tidak". Anda tentu akan memastikan turun hujan atau tidak dengan menganalisa.

Jika langit mendung dan gelap disertai angin kencang tentu Anda akan menyimpulkan kemungkinan akan turun hujan. Demikian juga sebaliknya, jika langit cerah dan matahari bersinar terang tentu Anda akan menyimpulkan bahwa kemungkinan tidak akan turun hujan. Namun faktanya terkadang mendung tak berarti hujan, dan saat langit cerah pun bisa saja turun hujan. Semua itu adalah soal kemungkinan, yang di dalam dunia trading disebut dengan istilah probabilitas. Trading seharusnya se-simpel dan se-sederhana itu.


Harus diakui dalam dunia trading awalnya semua serba fifty-fifty atau 50:50. Bukankah dalam trading hanya ada "Buy" atau "Sell", "Naik" atau "Turun", dan hanya ada "Profit" atau "Loss"? Mohon dicatat, dalam hal berbicara mengenai profit atau loss yang dimaksud disini adalah SL atau TP, tidak termasuk loss atau profit hasil close manual.

Tujuan utama kita belajar dan mencari metode adalah untuk meningkatkan kemungkinan atau probabilitas profit menjadi 60:40, 70:30, atau bahkan 80:20 dan seterusnya. Namun pada kenyataannya seorang trader yang sudah menemukan metode dengan probabilitas 80:20 sekalipun, tetap saja masih loss. Pertanyaannya, mengapa?

Dalam kasus ini kebanyakan orang terlalu fokus pada profit. Yang diingat hanya profit dan profit, mereka tidak siap dan lupa bahwa ada 20% kemungkinan loss. Tidak bisa menerima saat loss, dan ini menjadi bumerang bagi mereka karena lalu menganggap ada yang salah dalam metodenya. 

Mayoritas trader lebih berfokus pada transaksi atau trade per trade bukan pada portofolio secara keseluruhan. Saat trading loss, loss, loss, dan loss... tiga atau empat kali loss berturut-turut, apa yang biasanya dilakukan orang? Mereka akan cenderung melakukan modifikasi atau bahkan mengubah metode tradingnya. Kebanyakan orang melakukan ini, betul?

Padahal sejak awal sudah diketahui probabilitas metodenya adalah 80:20 dalam artian dari 100x trade, ada kemungkinan 80x profit dan 20x loss. Tetapi, saat loss tiga atau empat kali berturut-turut lalu memodifikasi, mengubah, atau bahkan mengkombinasikan satu metode dengan metode lain. Dan parahnya hal ini dilakukan berulang kali hingga akhirnya tanpa disadari mereka sebenarnya sudah tidak tahu lagi probabilitas metode tradingnya itu berapa? Inilah yang menjadi penyebab saat di awal menemukan metode dengan probabilitas 80:20 namun pada kenyataannya masih saja loss.

Kembali pada contoh ketika hendak menuju ke tempat A di kota Anda. Anda menuju ke sana seperti biasanya lewat jalan B dan ternyata macet. Esok harinya kembali Anda lewat jalan itu untuk kedua kalinya dan macet juga. Saat Anda lewat jalan B untuk yang ketiga kalinya di hari berikutnya dan macet lagi, apa yang terjadi? Anda tentu akan mengatakan, "jalan B macet". Anda tidak mau lewat jalan itu lagi, mencoba mencari jalan lain yang menurut Anda tidak macet. Padahal jika dilewati 100x hanya 20x yang macet sedangkan 80x nya lancar-lancar saja. Tapi tetap saja "jalan B macet", itu yang terekam dalam otak.

Kurang lebih seperti itulah yang terjadi dalam trading ketika memiliki probabilitas metode 80:20 namun tetap saja berujung loss. Setiap kali memodifikasi, mengkombinasi, bahkan mengubah metode, tanpa disadari Anda sebenarnya sedang menuju kepada keadaan "berjalan tanpa arah". Keadaan dimana Anda tidak tahu lagi probabilitas dari metode trading Anda.

Itu fatal saudara, kembalilah kepada metode Anda. Sudah jelas probabilitasnya 80:20, jalankan saja terus secara konsisten. Tidak perlu memodifikasi, mengkombinasi, atau bahkan mengubahnya.

Untuk mengetahui probabilitas dari metode trading, Anda dapat memanfaatkan tools backtest. Tak usah kuatir dipungut biaya, tools ini disediakan gratis. Anda hanya perlu mendaftarkan alamat email yang aktif saja.


KESIMPULAN

Dari uraian di atas kita dapat mengambil kesimpulan bahwa trading bukanlah soal metode, bukan pula soal strategi. Metode hanya memiliki bobot atau pengaruh terhadap kesuksesan seorang trader sebesar 10-15%. Yang jauh lebih penting di dalam trading adalah soal "bagaimana mengalahkan diri sendiri", soal bagaimana menjalankan metode dengan baik, konsisten, dan disiplin.

Bukan berarti metode tidak penting, metode tetap penting karena ini menjadi sebuah senjata. Tetapi senjata sehebat apapun jika ditangan yang tidak tepat akan berakibat buruk bukan?

Bangun Metode Trading Anda dan dapatkan probabilitasnya secara pasti, lalu jalankan secara konsisten tanpa perlu memodifikasi, mengkombinasikan dengan metode-metode lain, atau bahkan mengubahnya. Jalankan saja terus karena Anda sudah yakin dengan probabilitasnya. Inilah cara menghasilkan profit yang konsisten.

Minggu, 27 November 2022

Traders Family Aplikasi Pencetak Trader

 


Aplikasi Traders Family saat ini menjadi satu-satunya aplikasi pencetak trader di Indonesia bahkan mungkin di dunia.

Sebelumnya mari kita coba jawab beberapa pertanyaan berikut ini :

1. Apakah Anda seorang trader, khususnya forex?

2. Apakah Anda sudah memiliki trading system?

3. Jika Anda seorang trader, apakah Anda sudah trading for living?

4. Jika Anda seorang trader, apakah Anda sudah profit konsisten?

5. Sebagai trader, bagaimana kabar portofolio Anda?

6. Jika portofolio Anda positif, apakah Anda tahu mengapa?

7. Jika portofolio Anda negatif, apakah Anda juga tahu penyebabnya?

8. Berapa kali dalam sepanjang karier trading Anda mengalami margin call?

Apapun jawabannya, ketika Anda menjawab seluruh pertanyaan diatas dengan tegas dan jelas, maka "Selamat" dan "Proficiat", karena itu artinya Anda sudah menemukan identitas Anda sebagai seorang trader.


Hanya 10% trader forex yang sukses dan berhasil mencapai trading for living. Hidup dari hasil trading, atau hidupnya ditopang oleh keuntungan yang dihasilkan dari trading, itulah trading for living.

Untuk mencapai trading for living sebenarnya tidaklah sesulit yang dibayangkan, hanya dibutuhkan komitmen, disiplin, dan pengendalian diri. Namun sayangnya kebanyakan trader mengabaikan ketiga hal tersebut. Untuk dapat mengalahkan pasar forex bukan soal metode atau strategi, namun lebih kepada "bagaimana mengalahkan diri sendiri" yang membutuhkan satu sikap yang kita sebut winning mentality dan harus dibangun dengan GRIT.

Kita dapat temukan begitu banyak ilmu, metode, strategi, bahkan sinyal forex yang bertebaran di ruang maya. Namun mengapa 90% dari trader forex masih harus mengalami kegagalan, merugi, dan bangkrut? Hingga akhirnya banyak dari mereka bergabung menjadi sebuah kelompok paduan suara yang full power bernyanyi menyerukan lirik, "trading forex adalah bisnis sesat, trading forex adalah judi, dan hal negatif lainnya?"

Disinilah Aplikasi Traders Family hadir. Dibuat oleh PT. Traders Family International aplikasi ini bertujuan mencetak trader sebanyak-banyaknya. Memberikan edukasi yang baik dan benar secara seimbang, bukan iming-iming atau memberikan janji-janji 100% profit atau sinyal anti loss dan sejenisnya. Namun lebih kepada bagaimana menjalankan bisnis forex dengan benar agar menghasilkan profit secara konsisten menuju trading for living. Hal ini sejalan dengan motto Bro Cerdas yaitu, "Membangun perspektif baru dalam trading forex agar menghasilkan profit secara konsisten dalam jangka panjang".

Mari kita sepakat dengan satu kalimat highlight ini, "Bukan metode yang membuat trading loss, melainkan kebiasaan buruk trader".

Sebagai contoh, meskipun kebiasaan buruk ini sebenarnya sangat bisa dimaklumi dan sangat susah untuk dikatakan salah, namun mayoritas orang termasuk juga saya, dalam kehidupan sehari-hari terbiasa berpola pikir sebagai pembeli atau customer. Dan kebiasaan ini disadari atau tidak kemudian terbawa ketika melakukan trading. Sementara sebagai trader seharusnya memiliki pola pikir sebagai pedagang.

Contoh kebiasaan buruk yang kedua adalah ketika sedang melihat chart dan harga bergerak entah naik atau turun dan membentuk candle panjang yang artinya ada pergerakan besar di market  kita seringkali berpikir, "Masa iya sih harga ngga akan balik arah?" "Masa iya sih harga akan turun terus atau harga akan naik terus?" Dan kemudian membuyarkan trading plan atau trading system yang sudah dibangun. Membuat Anda keluar dan tidak lagi trading berdasarkan trading plan melainkan berdasarkan apa yang dipikirkan, berdasarkan emosi.


Untuk dapat menghasilkan profit secara konsisten dari trading forex kita harus berani menghilangkan kebiasaan-kebiasaan buruk seperti contoh yang disebutkan tadi. Bukan metodenya yang harus dirubah melainkan cara menjalankannya yang harus dirubah. Merubah kebiasaan memang tidak mudah, namun bisa dilakukan jika kita mau.

Tinggalkan kebiasaan buruk dan ubahlah cara trading Anda, ini harus menjadi target Anda sekarang. Namun target tanpa tekanan sama juga bohong, ini penting untuk disadari. Artinya target hanya akan menjadi sekedar target tanpa berarti apa-apa seandainya target itu tidak tercapai Anda juga tidak akan merasakan apa-apa.

Aplikasi Trader Family akan membantu Anda secara pasti untuk menjalankan trading dengan cara yang benar dan menghasilkan profit secara konsisten. Download aplikasinya dan daftarkan email aktif Anda disini sekarang juga.


Mengapa harus aplikasi traders family? Apa sih yang menarik selain GRATIS-nya?

SATU

Anda akan mendapatkan akun demo trading yang benar-benar memiliki aroma rasa sama seperti riil trading. Anda bisa buktikan sendiri setelah mendaftar. Melalui fitur channel Anda bisa melakukan setup sinyal trading dengan saldo virtual dan ketika sinyal Anda menghasilkan profit, maka nilainya akan dikonversikan ke TF Koin dan TF Medal. Hasil konversi inilah yang nantinya akan dapat Anda withdraw ke rekening Anda. Sangat menarik dan saat ini di Indonesia hanya ada satu yang seperti ini.

Aplikasi ini dibuat sedemikian rupa hingga semirip mungkin dengan akun riil. Jika Anda gagal di akun demo, di akun riil Anda pun pasti akan gagal. Demikian juga sebaliknya, jika Anda profit di akun demo, di akun riil Anda pun pasti akan profit.

DUA

Trading rules di aplikasi ini akan membuat Anda mau tidak mau menjalankan trading dengan cara yang benar. Anda akan dipaksa untuk melakukan trading dengan aturan yang ada yang akan menghilangkan kebiasaan-kebiasaan buruk yang sering dilakukan para trader. Anda memiliki target bukan? Namun target tanpa tekanan sama saja omong kosong. Aplikasi ini akan memaksa Anda untuk mencapai target dengan benar, dengan strategi yang masuk akal. Bukan asal tebak, bukan berdasarkan feeling, bukan pula berdasarkan faktor keberuntungan. Namun dengan perhitungan yang matang dari segala aspek rasio.

Trading rules yang didesain sedemikian rupa sehingga mampu memberikan efek jera yang lebih. Demi membantu Anda untuk menjadi trader yang mandiri dan profit konsisten dengan menghilangkan kebiasaan-kebiasaan buruk dalam trading yang berujung loss atau bahkan say goodbye.

TIGA

Edukasi atau pembelajaran yang jelas dan terarah dari trader profesional berkelas corporate yang memiliki segudang pengalaman yang dilaluinya secara gratis. Ulasan dan informasi yang obyektif baik dari sudut pandang trader maupun dari sudut pandang broker atau dealer forex. Edukasi yang murni edukasi, tanpa disertai iming-iming yang menggiurkan apalagi menjanjikan profit 100% dalam waktu singkat. Tidak saudara, itu tidak ada sama sekali.



Itu hanya tiga dari sekian banyak kelebihan dari aplikasi TF (trades family). Masih banyak kelebihan dan keuntungan yang akan Anda dapatkan dari aplikasi ini. Aplikasi TF benar-benar dibangun untuk membangun, membentuk, dan menciptakan mental dan kebiasaan untuk menjadi trader profesional.

Jadi tunggu apa lagi? Now or Never! Change Your Life! 


Senin, 21 November 2022

Risk and Money Management

 


Dalam setiap bisnis tentu akan selalu ada resiko, tak terkecuali trading forex. Resiko menjadi penyerta yang tidak bisa dihindari, tugas kita adalah mengelola resiko. Artinya kita harus dapat mengambil langkah-langkah yang tepat ketika resiko itu terjadi, kita bahkan sejak awal sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi resiko. Yang dimaksud resiko disini sepertinya halnya dalam trading adalah kerugian.

Siapa yang mau rugi? Tidak ada. Namun dalam setiap perdagangan kerugian selalu akan terjadi. Tidak mungkin dalam berdagang kita akan selalu untung terus-menerus 100%, tentu ada kalanya harus mengalami kerugian dalam intensitas tertentu.

Uniknya, dalam trading forex kita dapat mengetahui dan mengukur resiko sebelum kita melakukan transaksi secara jelas dan dengan nilai atau angka yang jelas pula. Dapat menentukan secara pasti berapa kerugian yang siap kita terima sebelum kita melakukan transaksi di market.

Disinilah pentingnya Risk Management. Banyak trader pemula harus tergulung karena mengabaikan hal ini dan seringkali mengalami kerugian yang cukup besar.

Ada beberapa teknik atau metode populer dari risk management ini yaitu, cutloss, switching, dan averaging.


CUTLOSS

Segera menutup transaksi yang loss untuk menghindari kerugian yang lebih besar.


Ketika membuka posisi Sell 1 Lot di 1.50000 ternyata harga justru bergerak naik mencapai level 1.50500 dan loss sebesar -500 pips. Karena tidak ingin rugi lebih lebih besar Anda melakukan cutloss di harga 1.50500 dan resikonya adalah rugi sebesar -500 pips.

Sahabat traders, sebelum lebih jauh Bro Cerdas mengingatkan materi ini bukan ditujukan sebagai metode atau cara yang harus dilakukan dalam meraih profit dari trading forex. Materi ini lebih ditujukan untuk memperkaya pengetahuan mengenai seluk beluk dunia trading, mengenai hal-hal yang sering terjadi dan populer di kalangan trader forex.

Metode yang terbaik adalah trading system yang Anda bangun sendiri sesuai dengan karakter Anda sendiri. Bagaimana membangun trading system sudah kita bahas dalam materi sebelumnya, dan kita berharap Anda sudah mulai membangunnya langkah demi langkah.

SWITCHING

Dengan tujuan untuk mengembalikan kerugian sebelumnya switching dilakukan dengan menutup transaksi yang loss dan segera membuka posisi baru yang dianggap searah dengan pergerakan market selanjutnya.


Ketika posisi sell loss -500 pips Anda melakukan cutloss di harga 1.50500 dan segera masuk market dengan mengambil posisi buy secara bersamaan di harga 1.50500 dengan asumsi harga akan terus melanjutkan kenaikan. Jika benar naik hingga mencapai 1.51000 dan transaksi profit +500 itu artinya kerugian sebelumnya sebesar -500 sudah impas.

Diperlukan kesiapan mental dan tingkat kematangan analisa untuk dapat berhasil dalam menggunakan teknik ini. Karena ketika membuka posisi baru, resiko juga menyertainya jikalau ternyata justru harga berbalik arah.

AVERAGING

Apakah Anda seorang trader yang agresif dan tidak takut dengan resiko? Jika "YA", maka teknik averaging ini boleh dicoba karena bisa dibilang teknik ini adalah teknik yang cukup ekstrim.

Averaging biasanya dilakukan dengan melawan arah trend berdasarkan pada pemikiran bahwa harga tidak akan selamanya bergerak searah, suatu saat harga tentu akan berbalik arah.


Sebagai contoh, trade pertama sell 1 lot di 1.50000. Ketika harga bergerak naik ke 1.50500 dan transaksi loss -500 justru membuka 1 lot posisi baru di 1.50500.

Namun ternyata harga terus bergerak naik menyentuh 1.51000 hingga loss Anda sekarang adalah -1500. 

Ketika harga bergerak turun ke 1.50500 dan Anda menutup seluruh transaksi maka posisi akan menjadi Nol.

Atau jika seandainya Anda menutup seluruh transaksi di harga 1.5000 maka posisi akan menjadi +1500.

Teknik ini mungkin saja dilakukan oleh trader dengan modal besar, agresif, tidak takut rugi, dan berani mati.


Dalam perkembangannya teknik averaging ini memunculkan teknik yang disebut dengan pyramid, martingale, dan anti martiangle. Dalam gambar berikut ini sangat jelas ditunjukkan apa yang dimaksud dengan ketiga teknik tersebut.


PYRAMID


Menjadi kebalikan dari teknik averaging. Dalam teknik pyramid ini menambah posisi terbuka justru saat sedang profit, berbeda dengan teknik averaging yang menambah posisi terbuka saat sedang loss.


MARTINGALE

Ini adalah teknik yang sangat ekstrim. Coba perhatikan baik-baik. Dalam teknik martingale ini bukan hanya posisi terbuka yang ditambah, namun juga volume transaksi atau jumlah lot nya juga ditambah.

Sampai disini apakah Anda sudah dapat membayangkan mengenai resiko yang harus dihadapi dari teknik-teknik trading di atas? Baik, mari kita berikan satu contoh lagi yaitu ;


ANTI MARTINGALE


Teknik ini hampir mirip dengan pyramid, hanya saja dalam teknik ini volume transaksi juga ditambah atau dilipat gandakan.

Hingga disini seharusnya Anda akan cukup dapat memahami dan menyadari mengenai risk management dalam trading forex. Karena setelah ini kita akan melanjutkan pembahasan yang tak kalah pentingnya yaitu Money Management.


Pentingnya Money Management

Dari pembahasan di atas tentu Anda dapat menyimpulkan bahwa ada resiko yang tinggi dalam trading forex. Karena itulah penting untuk memiliki strategi dalam money management atau dalam pengelolaan dana.


Resiko Per Trade

Batasi resiko per trade Anda. Misalkan saja Anda menentukan batas resiko per trade adalah 5%. Dengan modal sebesar anggaplah $10000, maka batas resiko per trade Anda adalah sebesar 5% X $10000 = $500.

Artinya jika transaksi pertama Anda loss maka balance tersisa sebesar $9500 dan di trade berikutnya batas resikonya harus sama yaitu sebesar 5%. Maka batas resiko di trade yang kedua adalah sebesar 5% X $9500 = $475, dan seterusnya.

Batasan resiko 5% tadi adalah batas resiko per trade. Anda juga perlu menentukan batas resiko maksimum secara keseluruhan dari modal yang dimiliki (drawdown).

Misalnya jika modal Anda adalah $10000 dan kemudian mengalami loss berturut-turut hingga saldo balance Anda tersisa $5000 maka Anda harus berhenti trading dan melakukan evalusi terhadap trading system atau metode trading Anda.

Risk Reward Ratio

Pahami risk reward ratio atau perbandingan besarnya resiko (stop loss) dan keuntungan (target profit). Jika sebelumnya Anda sudah menentukan besarnya resiko per trade sebesar 5% maka tentukan pula batas atau target profit Anda secara bijak.

Misalnya jika Anda menentukan target profit sebesar 10% maka risk reward ratio transaksi Anda adalah 1:2.

Dalam money management ini sangatlah penting untuk menghitung batas resiko terlebih dahulu sebelum menentukan target profit Anda. Meskipun tidak ada yang baku dalam cara menentukan batas resiko maupun target profit. Hal ini akan kembali kepada gaya trading dan karakter masing-masing trader.

Win Loss Ratio

Ini adalah perbandingan antara transaksi yang profit dan transaksi yang loss. Berapa kali transaksi Anda menghasilkan profit dan berapa kali transaksi Anda mengalami loss. 

Misalnya dari 10 kali transaksi Anda menghasilkan 5 kali profit dan 5 kali loss, itu artinya win loss ratio nya adalah 1:1. Apakah dengan win loss ratio 1:1 Anda mengalami kerugian atau meraih keuntungan? Jawabannya tergantung pada risk reward ratio transaksi Anda.

Jika risk reward ratio transaksi Anda misalnya 1:2 ketika win loss ratio nya 1:1, itu berarti Anda tetap menghasilkan keuntungan.

Jumlah Lot (Lot Per Trade)

Disamping ketiga hal tersebut di atas, yang tidak kalah penting untuk diperhatikan adalah ukuran lot per trade Anda.


Catatan Penting!

Risk & Money Management harus benar-benar dikuasai dan dijalankan secara disiplin sesuai dengan trading system atau metode trading Anda. Money management hanya akan berfungsi dengan baik jika Anda sudah memiliki Trading System yang Anda yakini sepenuhnya dan sesuai dengan karakter Anda.

Kamis, 10 November 2022

Cara Membuat Trading System

 


Di artikel kali ini kita akan bersama-sama membuat Trading System step by step mulai dari hal paling mendasar hingga trading system ini jadi dan siap dijalankan untuk menghasilkan profit secara konsisten.

Artikel ini akan terbagi menjadi lima bagian, karenanya bookmark halaman ini dan ikuti terus kelanjutannya. Percayalah, Anda akan banyak mendapatkan pengetahuan yang sangat menguntungkan dan bermanfaat dalam menjalankan trading dalam industri forex.


DASAR DARI TRADING SYSTEM

Ada tiga pilar utama yang harus dimiliki untuk dapat sukses di dalam trading yaitu;

MINDSET - Ini menjadi pilar utama untuk menjadi seorang trader sukses. Mindset ini menyangkut psikologi trading, kesadaran bahwa trading forex adalah sebuah bisnis yang harus dipelajari dan dipersiapkan dengan matang dan bukan skema untuk menjadi cepat kaya. Tahukah Anda bahwa 60% faktor inilah yang akan menentukan kesuksesan seorang trader.

Jadi dalam bahasa Bro Cerdas, bukan soal metode atau strategi yang ampuh bin jitu. Untuk mengalahkan pasar forex lebih dipengaruhi oleh "Bagaimana mengalahkan diri sendiri".

Itulah sebabnya kita tidak banyak membahas mengenai hal-hal praktis seperti strategi, metode, trik jitu, memberikan sinyal trading berbayar, apalagi live trading, itu akan menyesatkan nantinya. Tujuan kita adalah membirukan lautan forex dengan membentuk trader mandiri yang profit secara konsisten.

MONEY - Yang kedua ini menyangkut risk & money management. Faktor ini memiliki pengaruh terhadap kesuksesan seorang trader sebesar kurang lebih 30%.

METODE - Metode atau Trading System yang akan kita pelajari bersama-sama ini ternyata mempengaruhi kesuksesan trading secara keseluruhan hanya sebesar 10%. Lalu apakah ini berarti metode boleh dikatakan tidak penting dalam trading?

Secara keseluruhan kesuksesan seorang trader lebih dipengaruhi oleh mindset, bukan berarti metode itu tidak penting. Namun metode sebagus apapun jika tidak didasari oleh mindset yang benar tidak akan menghasilkan apa-apa. Sebaliknya meskipun metodenya sederhana namun dijalankan atau didasari oleh mindset yang benar maka dapat menghasilkan profit secara konsisten.

Oleh karenanya dalam artikel ini kita akan bersama-sama membangun sebuah trading system yang nantinya akan dijalankan secara konsisten dengan mindset yang benar agar dapat sungguh-sungguh menghasilkan profit secara konsisten.

Baiklah, sekarang mari kita mulai saja langkah demi langkah membangun Trading System kita.


1. Gaya Trading

Gaya trading berkaitan erat dengan kepribadian setiap trader. Oleh karenanya Anda pun harus menemukan gaya trading yang sesuai dengan karakter Anda sendiri, bukan ikut-ikutan orang lain entah itu konservatif atau agresif. Yang terpenting adalah sesuai dengan gaya dan karakter Anda sendiri.

2. Time Frame 

Hal berikutnya yang perlu dicari adalah time frame ideal yang sesuai dengan kegiatan Anda sehari-hari. Anda bisa memilih time frame berdasarkan gaya trading Anda baik itu scalping, daily, atau pun swing trader sesuai dengan waktu yang Anda miliki untuk menjalankan trading. Jika dibutuhkan Anda dapat menentukan indikator yang paling sesuai dengan gaya trading tersebut.

Di tahap ini tujuannya adalah untuk mencari durasi yang ideal dan waktu yang tepat agar tidak bentrok dengan kegiatan-kegiatan Anda yang lainnya. Ini penting, agar nantinya Anda dapat lebih fokus dalam menjalankan kegiatan trading.


CATAT dan INGAT 5 HAL INI :

Setiap trader itu unik.

Beda trader tentu akan beda system.

System harus dibangun agar trader merasa nyaman dan mengerti betul bagaimana system itu bekerja.

Jika Anda tidak memiliki system atau trading plan, dapat dipastikan Anda akan gagal dan kehilangan uang.

Loss adalah hal yang pasti dalam trading. Butuh kerja keras untuk dapat sukses dan berhasil meraih profit konsisten dalam trading. Tidak ada yang instan dalam trading. No Game, bukan untung-untungan.


Langkah-Langkah Dalam Membangun Trading System :

Anda harus tahu terlebih dahulu dimana titik EXIT (TP dan SL) untuk menentukan titik ENTRY dan jika diperlukan Anda dapat menentukan indikator yang dapat digunakan untuk menganalisa atau mendeteksi hal tersebut.

Tentukan aturan atau trading rules dan patuhi itu dengan baik, disiplin dan bertanggung jawab.

Langkah berikutnya jika Anda sudah menemukan itu adalah "lakukan backtest". Apa itu backtest dan manfaatnya sudah dibahas pada artikel sebelumnya. Anda bisa klik tautannya untuk membacanya kembali.

Setelah itu Anda dapat melakukan "forward test", untuk menguji system trading dalam kegiatan live trading.

Tentukan Risk Management. Tentukan berapa resiko trade per trade dan berapa resiko drawdownnya. Berapa modal yang dibutuhkan untuk menjalankan system trading Anda tersebut.

Dan jangan lupa untuk melakukan evaluasi terhadap trading system Anda tersebut.


POINT OF VIEW

System trading yang dibangun bertujuan untuk mengetahui :

Dimana Anda harus melakukan EXIT, baik itu Stop Loss (SL) atau Taking Profit (TP) dan kapan Anda akan ENTRY (masuk).

Buat Aturan atau Trading Rules. Sinyal seperti apa yang harus Anda lihat, entah berdasarkan chart pattern maupun candlestick pattern. Atau berdasarkan sinyal yang Anda temukan sendiri. Jika harga bergerak tidak sesuai dengan sinyal Anda, maka Anda tidak akan entry.

Dari berbagai indikator yang ada mana yang harus diikuti? Anda harus bekerja keras untuk menemukan jawaban akan hal ini dengan melakukan testing atau pengujian lalu tentukan mana yang paling nyaman, mana yang paling mudah dimengerti cara kerjanya. Carilah yang paling simpel dan sederhana serta mudah untuk Anda jalankan, Do it Easy, Do it Simple.


Point of Remember :

Pasar akan selalu berubah.

Apa yang kemarin bekerja dengan baik tidak menjamin akan selalu bekerja dengan baik pada hari ini.

Ada trading system yang bekerja dengan baik pada saat market sideways, ada trading system yang akan bekerja dengan baik pada saat market trending.

Tugas kita adalah mengenali kapan trading system kita akan bekerja dengan baik dan menghasilkan profit.

Melihat situasi market, apakah sesuai dengan trading system kita atau tidak. Jika tidak sesuai maka kita tidak akan melakukan entry, kita tidak akan trading saat itu.

Apa yang menjadi kelebihan dan kekurangan dari trading system kita.

Itu semua harus dibangun dengan testing, testing, dan testing. Kita harus bekerja keras untuk itu. Ingat, investasikan waktu terlebih dahulu sebelum Anda menginvestasikan uang Anda. Inilah psikologi trading versi Bro Cerdas.

Lagi-lagi ingatlah, "Trading adalah bisnis yang harus dipersiapkan dengan baik dan matang, bukan skema untuk menjadi cepat kaya".

ROMA tidak dibangun dalam sehari seperti candi prambanan. Demikian juga dengan trading system Anda, harus dibangun dengan kerja keras dan kemauan yang keras.


Bagian selanjutnya dari Cara Membuat Trading System adalah :

Back Test dan Forward Test (Part 2)

Risk and Money Management (Part 3)

Evaluasi (Part 4)

Psikologi Trading (Part 5)


Semoga Bermanfaat.

Rabu, 02 November 2022

Resesi, Siapa Takut?



RESESI, menjadi kata yang sering diucapkan belakangan ini dan terkesan begitu menakutkan. Padahal kita baru saja mengalami resesi pada beberapa waktu yang lalu dimana pertumbuhan ekonomi negara mengalami kemunduran selama 3 kuartal berturut-turut yang dipicu oleh pandemi covid-19 yang lalu.

Dalam ekonomi makro, resesi atau kemerosotan menurut wikipedia adalah kondisi ketika Produk Domestik Bruto (PDB/GDP) menurun atau ketika pertumbuhan ekonomi bernilai negatif selama 2 kuartal atau lebih berturut-turut dalam 1 tahun maka negara itu dikatakan mengalami resesi. Dan pada saat pandemi covid-19 negara mana yang tidak mengalami resesi? Meningkatkan hutang dengan strategi defisit, pendapatan berkurang dan meningkatkan spending demi menyelamatkan rakyatnya.

Resesi sekarang ini menjadi sesuatu yang sangat menakutkan karena banyak disampaikan oleh para tokoh publik dan diterjemahkan oleh sebagian orang yang membuat pernyataan-pernyataan secara tidak bertanggungjawab. Misalnya;

"Akan terjadi PHK besar-besaran dimana-mana"

"Jangan berinvestasi, tahan cash"

"Bagi para seller sebaiknya tahan stok"

dan ada pernyataan yang menarik yaitu, "Jangan berikan marketing budget."

Pernyataan yang terakhir sangat bertentangan dengan apa yang dikatakan dalam dunia bisnis. Misalnya dikatakan dalam sebuah buku berjudul Global Recession yang ditulis oleh para ahli bisnis dari Harvard University. Dalam salah satu sub judulnya dikatakan disana, "Don't Cut Your Marketing Budget in a Recession", jangan memotong marketing budget Anda selama masa resesi.

Perlu dipahami bahwa resesi adalah terminologi di dalam ekonomi makro sedangkan bisnis sejatinya berjalan dalam landasan yang berbeda. Makro berbicara mengenai negara atau sesuatu yang besar sedangkan mikro berbicara mengenai lingkup yang kecil yaitu perusahaan atau usaha Anda. Keduanya adalah hal yang berbeda.

Strategi makro ekonomi adalah strategi rata-rata yang berbicara mengenai pendapatan secara nasional atau pedapatan per kapita. Produk homogen yang kemudian disebut sebagai komoditi dijumlahkan secara menyeluruh. Kemudian hal-hal yang bersifat strategi negara dalam menangani berbagai masalah, kemiskinan, pengangguran, inflasi, dan lain-lain. Lalu strategi fiskal, strategi moneter, dan bagaimana mendatangkan investasi asing. Bagaimana mendorong pertumbuhan ekonomi negara. Semua itu adalah strategi negara yang tidak akan selalu bisa diterapkan di dalam strategi bisnis.

Karena bisnis berlandasan pada segmentasi pasar. Produk yang sama dengan brand yang berbeda bisa saja memiliki segmen pasar yang berbeda. Jika sudah begini maka kita harus hati-hati dengan statement, "tahan uang, jangan spending." Ini justru akan mengakibatkan kita dapat memasuki area yang dinamakan resesi, depresi, stagnasi, lalu stagflasi. Jadi, tak perlu dilebih-lebihkan, tak perlu overthinking, kuasai dulu pengertiannya. Jangan sampai gagal paham.

Point viewnya adalah :

1. Hati-hati dengan terminologi makro dan terminologi mikro.

2. Ingatlah bahwa dalam situasi berbahaya akan selalu ada kesempatan.

Ada orang melihat situasi resesi adalah situasi yang berbahaya, "hati-hati, kita tiarap dulu." Namun ada yang melihat, "Eits tunggu dulu, justru ketika orang tiarap, kita investasi. Begitu badai berlalu kita akan menjadi yang paling siap." Siapa yang paling siap? Mereka yang punya uang cash, mereka yang mampu membaca data yang sebenarnya.

"Serakahlah ketika orang lain takut dan takutlah ketika orang lain serakah"

Baca Juga : Tips Berinvestasi Ala Lo Kheng Hong dan Warren Buffet


RESESI = TREND

Dari kacamata seorang trader forex, resesi hanyalah sebuah gejolak ekonomi yang justru menjadi momentum atau kesempatan untuk meraih profit besar. Karena bagi seorang trader, resesi berarti trend market akan terbentuk dan saat trend terjadi itulah maka peluang untuk meraih consecutive profit.

Sebagai trader forex tidak akan terpengaruh oleh resesi. Kenapa bisa begitu? Karena dalam kondisi apapun trader forex bisa buy atau sell, bukankah hanya ada dua pilihan itu? Dan baik buy atau pun sell sama-sama memiliki peluang profit.

Maksudnya begini; andaikan resesi benar-benar terjadi, dan market forex akan bergerak trend. Entah itu uptrend atau pun downtrend, intinya sama-sama trend. Jika trend bergerak naik (uptrend) trader akan masuk posisi buy, demikian sebaliknya jika trend bergerak turun (downtrend) trader akan masuk posisi sell. Dan jika karena dikatakan resesi lalu terjadi trend pergerakan harga market yang berlangsung lama bagi seorang trader forex ini menjadi sebuah kesempatan yang sangat bagus untuk meraup keuntungan dalam waktu yang lama pula, hingga trend berakhir. Khususnya bagi trader yang menganut Follow The Trend.

Kita ingat di beberapa tahun yang lalu ketika pandemi covid-19 melanda. Market forex mengalami trend pergerakan yang sangat kuat. Kita dapat bayangkan ketika market trending seperti itu bukankah itu menjadi sebuah peluang atau momentum untuk meraih profit sebesar-besarnya?

Jadi seharusnya jika kata orang resesi, bagi seorang trader forex ini adalah momentum yang sangat indah. Resesi, siapa takut?



Rabu, 26 Oktober 2022

Cara Menghasilkan Profit Dari Trading Forex



Bagaimana cara menghasilkan profit dari Trading Forex? Ini adalah pertanyaan yang selalu muncul di setiap sesi pertemuan dengan teman-teman baik secara formal mau pun informal.

Di artikel sebelumnya selalu ditekankan mengenai pemahaman bahwa trading adalah sebuah bisnis yang harus dipersiapkan dan dikelola dengan baik. Fokuslah pada portofolio secara keseluruhan, bukan pada trade per trade. Namanya bisnis atau dagang, tidak akan selalu menghasilkan profit setiap harinya. Seperti sebuah toko pakaian atau toko yang lain, pasti akan ada saat dimana omzet hari itu profitnya tidak sebanding dengan biaya atau cost harian toko tersebut. Begitu juga dalam trading, tidak selalu setiap trade akan menghasilkan profit. Akan ada saat dimana trade/transaksi kita lose pada hari itu, namun secara global misalnya dalam kurun waktu satu tahun portofolio kita tetap meningkat nilainya. Ini harus dipahami dan menjadi pola pikir yang benar. Ingat, trading forex adalah bisnis dan bukan skema untuk menjadi cepat kaya.

Melalui trading forex seharusnya hidup kita akan semakin santai, berpenghasilan cukup, semakin memiliki kualitas hidup yang lebih baik bukan sekedar gaya hidup. Perhatikan, kita harus membedakan istilah kualitas hidup dan gaya hidup. Kualitas hidup lebih mengarah kepada kehidupan yang berkualitas sedangkan gaya hidup mengarah kepada kehidupan yang hanya berisi sekedar gaya yang berkonotasi kepura-puraan. Dengan trading forex Anda seharusnya dapat memiliki kebebasan waktu dan kebebasan finansial secara nyata.

Bagaimana caranya? Simak artikel ini sampai akhir dan jangan lupa share/bagikan kepada teman-teman Anda.

Disini Bro Cerdas tidak akan memberikan sinyal trading, metode trading, apalagi rumus trading atau cawan suci yang akan membuat Anda selalu profit di setiap trade, tidak. Jadi jika Anda sedang mencari itu semua, Anda boleh tinggalkan halaman ini dan melanjutkan pencarian Anda.

Pertanyaannya hanya satu, "Berapa banyak waktu dan uang yang sudah Anda keluarkan dalam mencari itu semua?" Masuk grup-grup sinyal forex yang katanya "anti loss", "100% profit", "sinyal pembayar hutang", dan lain-lain.

Tinggalkan dan buang jauh-jauh semua itu dan mulailah dengan menemukan dan membangun jati diri Anda sendiri. Mulailah belajar menjadi Trader yang Mandiri sekarang juga! Jangan tunda lagi agar Anda tidak kehilangan uang semakin banyak lagi.

Temukan metode atau trading plan Anda sendiri dan lakukan backtest terhadap metode Anda itu. Berapa probabilitas profitnya, berapa consecutive profitnya, berapa consecutive losenya, dan berapa average holding periodnya.

Setelah Anda temukan itu, berjanjilah untuk setia dengan metode trading Anda sendiri. Yang Anda tahu hanya satu metode yang Anda miliki itu. Yang Anda tahu metode trading Andalah yang terbaik, karenanya Anda akan menjalankannya secara terus menerus dengan disiplin. Jalankan metode trading yang Anda temukan sendiri secara ketat dan patuhi rulesnya dengan baik.

Anda hanya tahu satu metode yaitu metode yang Anda temukan sendiri. Metode yang sudah Anda backtest dan menghasilkan probabilitas profit yang cukup misalnya saja 61%, artinya metode Anda memiliki kemungkinan profit sebesar 61% dari keseluruhan trade. Dengan begitu Anda akan yakin bahwa metode trading Anda "PASTI" akan menghasilkan profit.

Bahkan jika dalam satu atau beberapa trade harus lose pun Anda tidak akan menjadi ketakutan atau khawatir seperti trader pada umumnya (yang belum melakukan backtest terhadap metodenya). Anda akan tetap bisa tersenyum penuh keyakinan bahwa next trade akan profit. Keyakinan ini sangat penting teman-teman, dan harus Anda miliki.

Percayalah, semakin sedikit Anda tahu atau memiliki metode trading maka akan semakin besarlah peluang Anda untuk menghasilkan profit. Karena Anda hanya akan menjalankan satu metode yang sudah teruji dan memiliki probabilitas 61%. Mikir apa lagi coba? Jelas-jelas metode Anda memiliki probabilitas sebesar itu, ya sudah tinggal jalankan saja tanpa perlu pikir panjang lagi.

Tidak perlu dengar apa kata orang tentang metode Anda yang mungkin mengatakan metodenya salah, jelek, tidak bagus, dan lain sebagainya. Faktanya data backtest menunjukkan metode Anda memiliki probabilitas profit di atas 50% bukan? Ini hanya soal probabilitas.

Lakukan entry trading hanya jika market sesuai dengan opini metode atau trading plan Anda. Jangan memaksakan diri untuk masuk market hanya karena berpikir kalau tidak entry berarti belum trading. Namun Anda harus berpikir ketika kondisi market sedang tidak sesuai trading plan, inilah saatnya Anda untuk bersantai dan menikmati hidup Anda. Ibarat penjual es doger keliling, ketika sejak pagi hujan deras terus menerus tanpa henti maka akan lebih baik untuk istirahat di rumah dan tidak melakukan aktivitas berjualan. Apa jadinya jika tetap memaksakan diri untuk keliling dan berjualan es doger di tengah hujan lebat yang belum diketahui kapan akan berakhir dan berganti menjadi panas terik?

Ingat, dengan trading forex hidup Anda seharusnya menjadi lebih berkualitas. Salah satunya adalah memiliki kebebasan waktu yang tidak akan didapatkan oleh mereka para pekerja atau karyawan kantoran bahkan oleh seorang direktur perusahaan besar sekali pun. Inilah salah satu yang menarik dari trading forex. Indah sekali bukan? Kurang indah apa lagi coba?


SETUP and FORGET

Karena hanya tahu dan hanya memiliki satu metode trading Anda akan dengan mudah melakukan setup atau order ketika market sesuai dengan opini metode trading Anda. Kemudian Anda juga akan dengan mudah melakukan "forget" untuk kemudian menjalankan aktivitas yang lain. Anda tidak akan bolak-balik melihat chart atau grafik pergerakan harga untuk memantau trade. Setup & Forget, apapun hasilnya nanti tidak akan menjadi masalah bagi Anda, toh itu hanya 1 trade bukan keseluruhan portofolio. Anda akan terhindar dari emosi fear & greedy yang selama ini menjadi momok para trader dan menjadi penyebab terbesar kerugian yang mereka alami.

Penyebab kerugian/lose bukan karena market yang salah atau broker yang salah (meskipun ada juga broker yang nakal), tetapi penyebab utama kerugian yang sering dialami oleh trader forex adalah cara menjalankannya yang salah.


Itulah sekelumit cerita dan pengalaman mengenai cara menghasilkan profit dari trading forex. Simpel dan sangat sederhana? Ya, memang se-sederhana dan se-simpel itulah trading forex teman-teman... dan karena pada dasarnya trading forex adalah bentuk bisnis atau perdagangan yang simpel. Hanya ada dua pilihan di dalam trading forex yaitu "Buy" atau "Sell" dan hanya ada dua akibat dari resiko atau konsekuensi pilihan itu juga yaitu "Profit" atau "Lose". Sederhana sekali, jadi mari teman-teman trader! Mulailah berpikir dan memandang trading forex secara sederhana agar kita semakin mudah dan menikmati perjalanannya.

Bagi teman-teman yang mau lebih jauh menikmati perjalanan dan berproses menjadi trader yang mandiri dengan berbagai informasi dan edukasi yang benar dan seimbang dalam menjalankan bisnis di industri forex bisa mendaftarkan email aktif melalui link halaman ini, tanpa dipungut biaya satu rupiah pun alias GRATIS.

Semoga bermanfaat dan menjadi berkat bagi kita semua.



Jumat, 14 Oktober 2022

Cara Menjadi Trader Mandiri Dan Profit Konsisten

Bagaimana cara menjadi seorang trader profesional? Bagaimana menghasilkan uang dari trading? Bagaimana mencapai Trading for Living seperti para profesional?

Yang pasti adalah, setiap trader profesional awalnya adalah newbie atau pemula. Mereka pasti pernah berada pada level dimana saat ini kita berada dan tidak secara mendadak atau instan menjadi trader profesional dan profit konsisten.

Pada artikel ini kita akan bersama-sama melihat pada level atau tahap apa yang lebih dari 80% trader menyerah dan berhenti lalu pergi meninggalkan trading forex.

Inilah jalan atau perjalanan yang pasti akan dilalui oleh setiap trader profesional. Inilah level atau tahapan yang harus Anda lalui untuk menjadi trader mandiri dan profit konsisten. Tidak ada yang instan, setiap level harus dilalui satu per satu. Ingat, trading forex bukan skema untuk menjadi cepat kaya.


Berikut adalah tahapan yang "PASTI" akan dilalui oleh seorang trader profesional :


1. NEWBIE (Unconsious Incompetence)

Setiap trader profesional dulunya adalah newbie. Tahap dimana orang belum sadar apa itu trading dan belum memiliki ilmunya. Hanya mengenal trading dari cerita orang lain melalui berbagai media digital atau lebih parah lagi dari iming-iming oknum broker nakal. Karena minimnya pengetahuan yang dimiliki dan mungkin juga karena sedang tidak ada kerjaan lalu mencoba masuk ke dunia trading hingga akhirnya menjalankan trading secara tebak menebak harga atau menjalankan trading seperti judi.

Namun ini adalah tahapan atau level yang wajar. Semua trader pasti akan melewati tahap ini. Seorang trader profesional pun awalnya adalah newbie.

Level dimana seorang trader baru mengenal tentang trading. Yang ada dalam pikiran mereka adalah trading adalah cara untuk meraih keuntungan besar dalam waktu singkat.

Emosi sangat mendominasi dalam trading mereka. Tebak menebak harga, sibuk mencari rekomendasi kesana kemari, mengharap keuntungan besar dari setiap transaksi yang ujung-ujungnya justru kerugian besar yang didapat dan mengalami kehancuran. Mereka melakukan trading berdasarkan euforia, melawan trend, dan mencari atau mengejar momentum.

Dan yang pasti para newbie ini belum memiliki trading system yang jelas sehingga ketika berhasil mendapatkan keuntungan mereka menjadi over confidence.


2. ROOKIE (Consious Incompetence)

Di tahap yang kedua atau kita sebut rookie ini seorang trader mulai menyadari bahwa ada sesuatu di dalam trading. Trading bukan sekedar tebak menebak harga, ia mulai menyadari bahwa trading itu ada tehniknya. Jika dalam bidang olahraga tertentu seperti basket misalnya; seorang rookie ini sudah menyadari bahwa ada cara untuk bisa bermain basket dengan baik. Berbeda dengan newbie yang masih menganggap basket hanya sebuah permainan atau kesenangan.

Rookie sudah menyadari tentang perlunya sebuah pengetahuan dan skills dalam menjalankan trading. Namun mereka belum memiliki sebuah pengetahuan yang cukup. Oleh karena itu pada tahap ini seorang rookie mulai mencari ilmu, mencari mentor, mulai mencari pengetahuan-pengetahuan mengenai trading dari berbagai sumber.

Pada tahap inilah cycle of dome terjadi karena pada tahap inilah seorang trader mulai mencari jati diri dan system apa yang harus dilakukan. Masih menjadi kutu loncat dengan berpindah-pindah dari satu trading system ke trading system yang lain. Mereka masih terus mencari holy grail, hingga mereka akan menemukan apa yang disebut dalam tahap ketiga yaitu Awakening Moment.

Pada perjalanan tahap kedua ini seorang trader mulai menyadari kesalahan-kesalahan sebelumnya. Kenapa mereka bisa profit dan saya loss? Berarti ada sesuatu yang harus saya gali lebih dalam lagi.

Mulai mencari tahu lebih jauh dan mencoba banyak sekali trading system, mulai mempelajari indikator-indikator trading. Mulai mencari jurus-jurus pamungkas atau holy grail.

Namun pada tahap ini mereka belum bisa menghasilkan profit yang konsisten dan merasa sudah berjalan dengan benar namun sebenarnya mereka hanya bergerak di tempat.

Merasa dengan mengetahui lebih banyak tentang analisa teknikal atau pun fundamental akan membuat keuntungan datang dengan cepat. Dan seringkali ketika hasilnya buruk mereka menyalahkan faktor eksternal sebagi penyebab kerugiannya.

Tahap ini menjadi tahap yang sangat berbahaya jika seorang trader tidak bisa menemukan apa yang ada pada tahap ketiga berikut ini.


3. Awakening Moment

Ini adalah tahapan terpenting dari perjalanan seorang trader profesional. Tanpa momen ini banyak sekali trader yang berhenti dan mundur dari dunia trading karena terjebak cycle of dome pada level kedua.

Tanpa awakening moment seorang trader tidak akan dapat bergerak maju ke tahapan selanjutnya dimana competency sudah mulai terbentuk, sudah mulai mengerti bahwa trading itu seharusnya seperti apa. Awakening moment menjadi tahap yang paling penting yang harus muncul dan dilalui seorang trader untuk bisa naik ke level selanjutnya.

Pada tahap kedua itulah karena tidak menemukan awakening moment, banyak trader yang kemudian akhirnya berhenti karena putus asa dan lain sebagainya lalu memutuskan bergabung dengan banyak sekali orang yang mengatakan bahwa trading itu judi, trading itu bisnis sesat dan sangat berbahaya.

Itulah sebabnya Anda harus dapat menemukan awakening moment dalam diri Anda sendiri. Beberapa pertanyaan penting ini dapat dijadikan panduan untuk menemukan awakening moment.

Yang pertama : Apakah Anda sudah memiliki trading system dan setia pada satu trading system? Jika sudah apakah trading system ini sudah Anda uji dengan backtest?

Baca Juga : Backtest, Manfaat dan Cara Melakukannya


Yang kedua : Apakah Anda sudah memiliki trading jurnal dan mencatat semua transaksi yang Anda lakukan? 

Yang ketiga : Apakah Anda sudah menyediakan waktu khusus untuk secara rutin melakukan evaluasi atau mereview semua transaksi yang tercatat dalam jurnal tersebut?

Hingga akhirnya Anda bisa menggunakan trading system Anda di waktu dan kondisi market yang tepat. Trading system saya akan bekerja dan menghasilkan profit ketika market sedang begini atau begitu. Sehingga ketika market tidak sedang berada pada situasi yang cocok Anda akan menghindar dan tidak memaksakan diri untuk masuk karena tidak sesuai dengan trading system Anda.

Gunakan tools pada tempat yang tepat. Anda tidak akan membuka baut menggunakan palu, Anda tidak akan mengharap sejuknya udara pegunungan ketika sedang berada di gurun atau padang pasir.

Di tahap ini seorang trader menyadari betul bahwa market tidak bisa diprediksi. Pasar tidak pernah salah, opini traderlah yang salah. Itulah sebabnya kita memerlukan exit loss atau stop loss, kita membutuhkan target plan yang realistis.

Menyadari bahwa menghasilkan sejumlah profit dari serangkai transaksi bukan hasil dari satu transaksi. Mereka akan fokus pada portofolio secara keseluruhan bukan pada trade per trade.

Pada tahap ini teman-teman akan menyadari pentingnya Risk & Money Management, pentingnya memiliki pola pikir yang benar terhadap trading.

Disinilah Stick to the System akan terjadi, Anda akan memiliki checklist terhadap sinyal trading untuk menghilangkan subyektifitas dan menghilangkan emosi. Menjadi pondasi yang kuat untuk masuk ke tahap perjalanan trader selanjutnya.


4. JUNIOR (Consious Competence)

Setelah seorang trader menemukan awakening moment tahapan selanjutnya adalan junior dimana seorang trader sudah memiliki trading system dan kesadaran penuh bahwa trading itu harus begini harus begitu. Hingga akhirnya mereka akan sampai kepada tahap kelima.

Pada tahap ini seorang trader sudah melakukan trading menggunakan logika - trade with data. Hanya masuk pasar ketika system memanggil untuk itu, trading sesuai dengan sinyal dari trading system yang sudah di-backtest. Dan mulai terbiasa menggunakan stop loss.

Junior menyadari betul bahwa pada akhirnya trading system yang digunakan bisa menghasilkan keuntungan. Semakin percaya diri karena memiliki trading system yang sudah teruji.

Pada akhirnya semakin menyadari bahwa menjadi kaya tidak bisa dilakukan secara instan atau dalam waktu semalam. Trading adalah bisnis, bukan skema untuk menjadi cepat kaya.


5. SENIOR (Unconsious Competence)

Ini adalah tahapan seorang trader profesional yang sudah memiliki trading system yang jelas dan konsisten. Mereka sudah memiliki kompetensi penuh dengan trading system mereka dan sudah memiliki intuisi terhadap trading system mereka.

Pada tahap ini intuisi trading Anda mulai terbangun karena kebiasaan melakukan trading sesuai trading system, sesuai sinyal dari trading system Anda sendiri. Sama halnya dengan kebiasaan menyetir mobil, pada awalnya akan kaku namun karena kebiasaan akhirnya unconsious Anda akan bekerja karena habit dan sudah terbawa dalam alam bawah sadar. Intuisi yang terbangun akan menjadi unconsious action.

Sangat disiplin dan komitmen dengan trading system atau trading plan.

Emosi sudah digantikan oleh logika.

Hanya melakukan trading dengan persiapan matang berdasarkan data dan riset yang cukup dan benar.


Itulah Cara Menjadi Trader Mandiri dan Profit Konsisten atau perjalanan dari seorang trader sebelum mereka mencapai tahap Unconsious Competence atau seorang trader profesional. Untuk lebih jauh mempelajari hal ini Anda bisa bergabung bersama komunitas yang memberikan informasi secara benar dan seimbang, bukan iming-iming atau memberikan janji-janji palsu dengan mendaftarkan email aktif Anda DISINI, gratis tidak dipungut biaya apapun.


Berada di tahap manakah saya?

Rabu, 05 Oktober 2022

Candlestick

Candlestick Jepang

Candlestick adalah satu instrumen dalam chart/grafik yang populer dengan sebutan "Candlestick Jepang". Ditemukan pertama kalinya oleh Steve Nison yang mempelajarinya dari sesama broker Jepang dan melakukan penelitian kemudian menuliskan hasil dari teorinya hingga pada tahun 90-an penggunaan candlestick ini semakin populer hingga saat ini.

Apa Sih Candlestick Jepang?

Grafik candlestick seperti gambar diatas digunakan untuk memvisualisasikan aktivitas pergerakan harga dalam kurun waktu tertentu (time frame). Dan grafik candlestick ini dapat dipergunakan dalam time frame berapa pun, baik 1 menit, 15 menit, 1 jam, 4 jam, maupun time frame selanjutnya yang lebih lama.

Diperlukan data Harga Open (O), High (H), Low (L), dan Close (C) untuk membentuk sebuah candlestick.

Biasanya akan diberi warna hijau atau putih ketika harga penutupan (C) berada di atas harga pembukaan (O) yang artinya harga bergerak naik (bullish) dan akan diberi warna merah atau hitam ketika harga penutupan (C) berada di bawah harga pembukaan (O) yang artinya pada time frame tersebut harga bergerak turun (bearish).

Bagian candlestick yang berwarna dan berbentuk persegi disebut "body" yang mencerminkan harga open dan harga close.

Garis yang terdapat di bagian atas atau bawah body disebut dengan tail/shadow yang menunjukkan harga tertinggi (H) dan harga terendah (L) selama time frame tertentu.

Titik pada ujung tail/shadow yang berada di atas body disebut sebagai "upper shadow" atau harga tertinggi, sedangkan titik pada ujung tail/shadow yang berada di bawah body disebut "lower shadow" atau harga terendah.

Dengan melihat bentuk dan ukuran candlestick kita mendapatkan gambaran mengenai kekuatan antara pembeli dan penjual. Semakin panjang body candlestick yang terbentuk itu artinya semakin kuatlah tekanan jual (short) atau tekan beli (long). Sebagai catatan tambahan dalam hal ini bullish adalah pembeli dan bearish adalah penjual.

Candlestick berwarna putih dengan body panjang pada gambar diatas menunjukkan kekuatan pembeli dan harga sedang bullish. Sedangkan candlestick berwarna hitam dengan body panjang menunjukkan kekuatan penjual dan harga sedang bearish.


Candlestick Dengan Shadow/Tail

Shadow/tail dapat terjadi baik di bagian atas dan atau bawah candlestick yang menunjukkan hal penting dalam sesi perdagangan.

Long Upper Shadow (gambar kiri) menunjukkan bahwa di awal harga sempat bergerak naik namun karena sesuatu dan lain hal yang kita tidak pernah tahu, harga kemudian bergerak turun dan ditutup di bawah harga pembukaan.

Long Lower Shadow (gambar kanan) menunjukkan bahwa di awal harga sempat bergerak turun tajam namun karena sesuatu yang kita juga tidak akan pernah tahu, harga kemudian bergerak naik dan ditutup di atas harga pembukaan.


Pola Candlestick

Di halaman lain situs ini kita pernah membahas mengenai Formasi Candlestick (Chart Pattern). Artikel ini menjadi pelengkap bahasan mengenai Chart Pattern sebelumnya, silakan klik linknya untuk mempelajarinya.

Dalam analisis teknikal para trader banyak mempelajari pola-pola candlestick yang terbentuk berdasarkan histori di waktu sebelumnya untuk memperkirakan arah harga di waktu yang akan datang. Diantaranya ada yang menjadi sangat populer karena akurasi sinyal yang kerap ditunjukkan dari pola-pola candlestick yang terbentuk.



Diantaranya adalah sebagai berikut :


Spinning Tops

Spinning Tops adalah candlestick dengan body yang pendek memiliki long upper shadow dan long lower shadow tidak peduli apakah itu candlestick berwarna putih/hijau mau pun hitam/merah.


Body yang kecil menunjukkan harga bergerak di rentang yang tipis, artinya harga pembukaan dan penutupan tidak selisih banyak. Dan tail/shadow yang panjang menunjukkan adanya volatilitas yang cukup ketat diantara penjual dan pembeli.

Spinning tops dapat terjadi dalam market uptrend maupun downtrend dan biasanya setelah itu besar kemungkinan terjadinya pembalikan arah, meski tidak selalu.


Marubozu

Ciri-ciri dari pola candlestick marubozu adalah tidak memiliki tail/shadow. Harga tertinggi dan terendah sama dengan harga pembukaan dan penutupan di sesi tersebut.


White marubozu (gambar kiri), candlestick dengan warna putih panjang tanpa tail/shadow ini menunjukkan harga terendah sama dengan harga open dan harga tertingginya sama dengan harga close. Menjadi candle bullish yang memberikan sinyal peluang akan terjadinya bullish lanjutan atau reversal bullish.

Sedangkan black marubozu (gambar kanan), candlestick dengan warna hitam panjang tanpa tail/shadow ini menunjukkan harga tertinggi sama dengan harga open dan harga terendahnya sama dengan harga close. Menjadi candle bearish yang memberikan sinyal peluang akan terjadinya bearish lanjutan atau reversal bearish.


Candlestick Doji

Ciri-ciri candlestick doji adalah memiliki body yang tipis sekali disebabkan oleh harga pembukaan sama dengan harga penutupan. Sepanjang sesi harga bergerak volatil namun ditutup pada harga yang sama dengan harga pembukaan.

Berikut ini adalah gambar 4 bentuk candlestick doji yang paling umum.



Perhatikan chart candlestick sebelumnya ketika candlestick membentuk doji. Ketika doji terbentuk setelah candlestick sebelumnya bullish panjang seperti dalam contoh gambar itu menjadi sinyal overbought. Dengan asumsi bahwa kekuatan pembeli sudah jauh berkurang.

Sebaliknya ketika doji terbentuk setelah candlestick sebelumnya bearish panjang itu menjadi sinyal oversold. Asumsinya adalah kekuatan penjual sudah mulai menurun dan bersiap untuk beralih kepada kekuatan pembeli.

Namun meskipun harga sudah turun sedemikian untuk melakukan pembelian di sesi berikutnya diperlukan candlestick putih (bullish) yang harga penutupannya di atas harga pembukaan candlestick hitam (bearish) sebelumnya sebagai konfirmasi.

Itulah pembahasan mengenai Candlestick Jepang yang sangat populer di dalam industri forex.

Semoga sampai di sini Anda semakin memahami dan mendalami jenis dan pola candlestick untuk membuat keputusan di dalam trading. Kita masih akan mendalami mengenai pola-pola candlestick ini dalam beberapa artikel selanjutnya.