Tampilkan postingan dengan label Trading. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Trading. Tampilkan semua postingan

Jumat, 27 Januari 2023

Lo Kheng Hong, "Sabar Adalah Ilmu Tingkat Tinggi"

 


Baru-baru ini saya melihat sebuah reels yang menampilkan Pak Lo, sapaan akrab Lo Kheng Hong, investor kawakan yang mendapat julukan Warren Buffetnya Indonesia. Dalam video tersebut beliau mengatakan, "Sabar adalah ilmu tingkat tinggi dalam investasi. Belajarnya setiap hari, ujiannya sering mendadak, tapi investor yang lulus akan mendapat cuan yang besar."

Rasanya tidak berlebihan jika dikatakan bahwa "sabar" juga menjadi kunci sukses dalam trading forex untuk dapat mencapai profit konsisten dan trading for living.

Sabar yang seperti apa sih yang dibutuhkan dalam berinvestasi atau pun dalam trading forex? Dalam bagian pertama "winning mentality" disebutkan untuk bertahan sedikit lebih lama, itulah definisi sabar. Disana diceritakan tentang Usain Bolt, pelari asal Jamaica yang meraih medali emas dalam lomba lari 100 meter dengan catatan waktu 9.58 detik dan 200 meter dengan catatan waktu 19.19 detik.

Kita tidak akan pernah bisa mengetahui apa yang akan terjadi di waktu mendatang bahkan pada detik selanjutnya dalam hidup kita. Mungkin saat ini kita sedang susah, sedang sulit dan menderita. Namun bertahanlah sedikit lebih lama, badai pasti berlalu. Tugas kita hanyalah menunggu dan bersabar.

Lo Kheng Hong mengatakan bahwa bursa efek adalah tempat berpindahnya uang dari orang yang tidak sabar kepada orang yang sabar. Terbukti di masa awal pandemi tahun 2019-2020, harga saham di bursa efek anjlok parah. Orang yang tidak sabar segera menjual saham-sahamnya karena kuatir nilainya akan semakin turun, sementara orang yang dengan sabar menunggu sekarang ini menuai keuntungan yang besar. Kerugian yang dialami oleh mereka yang tidak sabar menjadi keuntungan bagi mereka yang sabar. Dibutuhkan kesabaran untuk dapat memperoleh keuntungan dalam berinvestasi dan kesabaran adalah ilmu tingkat tinggi.

Dalam industri forex, kesabaran menjadi kunci utama untuk dapat profit konsisten dan sampai pada trading for living. Karena sejatinya untuk memenangkan pasar forex bukan bergantung sepenuhnya pada metode, strategi atau jurus namun lebih bergantung kepada bagaimana kita mampu bersabar dan mengalahkan diri sendiri.


Coba Anda ingat-ingat. Berapa kali Anda loss dalam trading dan apa yang menjadi penyebab loss itu?

Beberapa diantaranya adalah yang saya sebutkan dibawah ini :

Tidak memasang SL dan TP alias trading dengan "Gaya Marco Polo", sebutan untuk trader yang trading dengan gaya gagah berani namun akibatnya fatal.

Terlalu sering melihat chart dan karena takut kena SL atau tidak mencapai TP lalu melakukan intervensi dengan menutup transaksi. Akibatnya profit tidak maksimal karena kemudian harga bergerak menyentuh TP. Atau, begitu transaksi ditutup saat floating loss karena takut kena SL, ternyata harga langsung berbalik cepat menuju TP. Trade yang seharusnya profit jadi loss.... ini terjadi dan banyak terjadi.

Mengikuti sinyal-sinyal berbayar dengan jaminan 100% profit namun nyatanya?

Trading menggunakan robot trading yang lagi-lagi dibeli dengan harga mahal namun ujung-ujungnya malah kena margin call.

Berpindah-pindah pair untuk mencari momentum namun justru loss yang didapat.

Itu adalah beberapa diantara sekian banyak penyebab loss dalam trading. Kenapa saya bisa mengatakan itu dengan sangat yakin? Karena di awal karier trading saya pada tahun 2008 saya sudah mengalami itu semua meskipun maaf, saya belum pernah sekalipun mengikuti sinyal berbayar atau membeli robot trading. Ini adalah pengalaman teman-teman yang curhat pada saya.


Ketika sudah mempunyai Trading System dengan gaya yang sesuai dengan karakter Anda maka seharusnya Anda tinggal bersabar menunggu momentum yang sesuai dengan trading system Anda tersebut. Sabar menunggu hingga chart menunjukkan sinyal yang sudah Anda tentukan dalam trading system, bukannya mencari-cari sinyal atau momentum di pair lain ketika di pair yang satu tidak Anda temukan.

Mengapa? Karena setiap pair memiliki karakter yang berbeda-beda. Mungkin trading system Anda akan bekerja lebih efektif di pair yang memiliki karakter sideways atau memiliki volatilitas yang tidak terlalu besar seperti pair EURUSD misalnya. Tentu trading system Anda tidak akan bekerja secara efektif di market atau pair yang berkarakter trending seperti Gold atau Nasdaq.

Jadi, bersabarlah. Tunggulah momen yang tepat untuk masuk pasar dan mengambil posisi. Bertindaklah seperti seorang sniper yang dengan penuh kesabaran menunggu sasaran masuk ke dalam ruang bidiknya. Jika sudah menunggu seharian dan Anda tidak mendapatkan sinyal atau momentum, ya sudah, artinya Anda tidak perlu memaksakan entry atau mengambil posisi. Ingat prinsip orang kaya, "lebih baik tidak dapat uang daripada hilang uang." Ketimbang memaksakan diri entry dan loss akan lebih baik hari itu tanpa transaksi tetapi Anda juga tidak kehilangan uang.

Sederhananya begini; seorang penjual es doger tentu tidak akan memaksakan diri berjualan ketika hujan lebat. Saat yang tepat bagi dia untuk berjualan adalah ketika cuaca panas terik bukan? Seperti itulah seharusnya kita berpikir. Buang jauh-jauh pemikiran, kalau tidak entry maka namanya bukan trader. Anda mau trading for living atau living for trading?

Sabar, sabar, dan tunggu. Itu kuncinya. Entry lah ketika kondisi market benar-benar sesuai dengan trading system kita. Jika dan hanya jika market menunjukkan sinyal atau momentum yang kita mau. Terlebih jika sudah mengetahui probabilitas trading system Anda dengan melakukan backtest.

Sabar, kata yang mudah untuk dikatakan namun sangat tidak mudah untuk benar-benar dilakukan. Saya yakin setiap trader sudah mengetahui dengan pasti soal sabar ini, namun nyatanya mereka tetap saja loss. Itu karena mereka hanya tahu soal sabar namun tidak benar-benar mampu menerapkannya dalam trading. Jadi segera latih kesabaran Anda dalam trading mulai sekarang juga, jangan tunda lagi. Jika ditunda, cuan nya juga akan tertunda, dan Anda tidak menginginkan hal itu bukan?

Mau tidak mau, suka tidak suka, untuk mendapatkan cuan dari industri forex dan bursa efek Anda harus dapat menguasai ilmu tingkat tinggi yang disebut sabar ini. Paksa diri Anda untuk dapat menguasainya dengan melatih kesabaran melalui Aplikasi Traders Family yang bisa didownload melalui Link ini.

Rabu, 14 Desember 2022

Tutorial Lengkap Aplikasi Traders Family

 

Tutorial Lengkap Aplikasi TF

CARA DAFTAR APLIKASI TF

1. Download dan buka Aplikasi TF di gadget Anda.

2. Pilih tombol "Buat Signal"


3. Pilih "Daftar Sekarang"


4. Isilah form yang tersedia.

5. Silakan cek email Anda dan tap "Verifikasi Akun Anda".


CARA LOGIN APLIKASI TF

1. Tap Login


2. Isilah form sesuai data yang Anda daftarkan


3. Lengkapi data diri Anda dengan tap tombol "Buat Signal".

4. Isi seluruh form yang ada dan "Simpan".


LUPA PASSWORD

1. Anda bisa reset password dengan cara tap "Lupa Password"


2. Masukkan alamat email yang terdaftar


3. Cek email konfirmasi dari TF untuk password baru Anda



CARA MEMBUAT CHANNEL DI APLIKASI TF

1. Anda harus melengkapi profil sebelum membuat channel untuk pertama kalinya.

2. Pilih "Buat Signal"


3. Isi dan lengkapi form untuk membuat channel


4. Pilih "Buat Channel".
5. Untuk menambah channel pilih "Akun" lalu tap "TF Copy Signal".


6. Pilih "Buat Channel" dan isi form seperti sebelumnya


CARA MEMBUAT SIGNAL DI APLIKASI TF

1. Pilih "Buat Signal".

2. Isi form pembuatan signal lalu pilih "Buat Signal".


3. Jika sudah berhasil membuat signal, Anda bisa mengcopy atau mengeditnya.


CARA WITHDRAW (TARIK DANA) DI APLIKASI TF

1. Cek penghasilan Anda di bagian "Channel Info".


2. Dana yang bisa ditarik adalah yang ada pada menu "Active Earnings".


3. Pilih "Cash Out" untuk menarik dana.


4. Isi form dengan benar lalu tap "Cash Out".


5. Cek transaksi Anda melalui menu "Riwayat Transaksi".

CARA COPY SIGNAL DI APLIKASI TF

1. Anda subscribe lebih dulu channel yang signalnya mau dicopy.

2. Untuk melihat signal terbaru silakan pilih "View Signal".


3. Pilih "Copy Signal".


TAMPILAN MENU APLIKASI TF

1. Dengan pilih menu "Signal" Anda akan masuk ke halaman TF Copy Signal.


2. Ada 3 menu di halaman ini yaitu; Feed, Signal, dan Channel.

3. Feed berisi channel yang Anda subscribe.

4. Signal berisi signal-signal terbaru.

5. Channel berisi channel-channel yang direkomendasikan oleh TF.


TAMPILAN HALAMAN CHANNEL

1. Di halaman channel Anda akan menemukan summary dari channel tersebut.


2. Di tab berikutnya Anda juga bisa melihat "Active Signal".


3. Anda juga dapat menemukan "History Signal" dari channel tersebut.


4. Pada tab "Statistics" ditampilkan detail data statistik dari channel tersebut.



Demikian Panduan Lengkap dan Tutorial Lengkap cara mendaftar dan menggunakan Aplikasi TF (Traders Family).

Jadi tunggu apa lagi? Daftar dan Download Aplikasinya sekarang juga.


Harap perhatikan syarat dan ketentuan sebagai berikut:

  1. Alamat email untuk mendaftar harus valid/aktif.
  2. Verifikasikan alamat email yang Anda daftarkan.
  3. Simpan informasi akun dengan baik. Kerugian yang diakibatkan penyalahgunaan informasi akun Anda diluar tanggungjawab kami.

Sabtu, 03 Desember 2022

Cara Menghasilkan Profit Yang Konsisten

 

Cara menghasilkan profit konsisten


Pastikan Anda tahu probabilitas dari metode trading Anda. Metode seperti apa sih yang membuat trading kita profit konsisten? Itu adalah pertanyaan paling umum yang kerapkali ditanyakan para trader.

Sebenarnya bukan "metode seperti apa", namun akan lebih tepat jika ditanyakan, "metode trading yang bagaimana yang membuat profit konsisten". Karena seharusnya trading itu sederhana dan sangat simpel, namun sayangnya kebanyakan orang membuat trading menjadi sangat rumit dan kompleks.

Ketika dari rumah hendak menuju ke suatu tempat A di kota Anda, ada dua hal yang mungkin terjadi yaitu "hujan" atau "tidak". Anda tentu akan memastikan turun hujan atau tidak dengan menganalisa.

Jika langit mendung dan gelap disertai angin kencang tentu Anda akan menyimpulkan kemungkinan akan turun hujan. Demikian juga sebaliknya, jika langit cerah dan matahari bersinar terang tentu Anda akan menyimpulkan bahwa kemungkinan tidak akan turun hujan. Namun faktanya terkadang mendung tak berarti hujan, dan saat langit cerah pun bisa saja turun hujan. Semua itu adalah soal kemungkinan, yang di dalam dunia trading disebut dengan istilah probabilitas. Trading seharusnya se-simpel dan se-sederhana itu.


Harus diakui dalam dunia trading awalnya semua serba fifty-fifty atau 50:50. Bukankah dalam trading hanya ada "Buy" atau "Sell", "Naik" atau "Turun", dan hanya ada "Profit" atau "Loss"? Mohon dicatat, dalam hal berbicara mengenai profit atau loss yang dimaksud disini adalah SL atau TP, tidak termasuk loss atau profit hasil close manual.

Tujuan utama kita belajar dan mencari metode adalah untuk meningkatkan kemungkinan atau probabilitas profit menjadi 60:40, 70:30, atau bahkan 80:20 dan seterusnya. Namun pada kenyataannya seorang trader yang sudah menemukan metode dengan probabilitas 80:20 sekalipun, tetap saja masih loss. Pertanyaannya, mengapa?

Dalam kasus ini kebanyakan orang terlalu fokus pada profit. Yang diingat hanya profit dan profit, mereka tidak siap dan lupa bahwa ada 20% kemungkinan loss. Tidak bisa menerima saat loss, dan ini menjadi bumerang bagi mereka karena lalu menganggap ada yang salah dalam metodenya. 

Mayoritas trader lebih berfokus pada transaksi atau trade per trade bukan pada portofolio secara keseluruhan. Saat trading loss, loss, loss, dan loss... tiga atau empat kali loss berturut-turut, apa yang biasanya dilakukan orang? Mereka akan cenderung melakukan modifikasi atau bahkan mengubah metode tradingnya. Kebanyakan orang melakukan ini, betul?

Padahal sejak awal sudah diketahui probabilitas metodenya adalah 80:20 dalam artian dari 100x trade, ada kemungkinan 80x profit dan 20x loss. Tetapi, saat loss tiga atau empat kali berturut-turut lalu memodifikasi, mengubah, atau bahkan mengkombinasikan satu metode dengan metode lain. Dan parahnya hal ini dilakukan berulang kali hingga akhirnya tanpa disadari mereka sebenarnya sudah tidak tahu lagi probabilitas metode tradingnya itu berapa? Inilah yang menjadi penyebab saat di awal menemukan metode dengan probabilitas 80:20 namun pada kenyataannya masih saja loss.

Kembali pada contoh ketika hendak menuju ke tempat A di kota Anda. Anda menuju ke sana seperti biasanya lewat jalan B dan ternyata macet. Esok harinya kembali Anda lewat jalan itu untuk kedua kalinya dan macet juga. Saat Anda lewat jalan B untuk yang ketiga kalinya di hari berikutnya dan macet lagi, apa yang terjadi? Anda tentu akan mengatakan, "jalan B macet". Anda tidak mau lewat jalan itu lagi, mencoba mencari jalan lain yang menurut Anda tidak macet. Padahal jika dilewati 100x hanya 20x yang macet sedangkan 80x nya lancar-lancar saja. Tapi tetap saja "jalan B macet", itu yang terekam dalam otak.

Kurang lebih seperti itulah yang terjadi dalam trading ketika memiliki probabilitas metode 80:20 namun tetap saja berujung loss. Setiap kali memodifikasi, mengkombinasi, bahkan mengubah metode, tanpa disadari Anda sebenarnya sedang menuju kepada keadaan "berjalan tanpa arah". Keadaan dimana Anda tidak tahu lagi probabilitas dari metode trading Anda.

Itu fatal saudara, kembalilah kepada metode Anda. Sudah jelas probabilitasnya 80:20, jalankan saja terus secara konsisten. Tidak perlu memodifikasi, mengkombinasi, atau bahkan mengubahnya.

Untuk mengetahui probabilitas dari metode trading, Anda dapat memanfaatkan tools backtest. Tak usah kuatir dipungut biaya, tools ini disediakan gratis. Anda hanya perlu mendaftarkan alamat email yang aktif saja.


KESIMPULAN

Dari uraian di atas kita dapat mengambil kesimpulan bahwa trading bukanlah soal metode, bukan pula soal strategi. Metode hanya memiliki bobot atau pengaruh terhadap kesuksesan seorang trader sebesar 10-15%. Yang jauh lebih penting di dalam trading adalah soal "bagaimana mengalahkan diri sendiri", soal bagaimana menjalankan metode dengan baik, konsisten, dan disiplin.

Bukan berarti metode tidak penting, metode tetap penting karena ini menjadi sebuah senjata. Tetapi senjata sehebat apapun jika ditangan yang tidak tepat akan berakibat buruk bukan?

Bangun Metode Trading Anda dan dapatkan probabilitasnya secara pasti, lalu jalankan secara konsisten tanpa perlu memodifikasi, mengkombinasikan dengan metode-metode lain, atau bahkan mengubahnya. Jalankan saja terus karena Anda sudah yakin dengan probabilitasnya. Inilah cara menghasilkan profit yang konsisten.

Minggu, 27 November 2022

Traders Family Aplikasi Pencetak Trader

 


Aplikasi Traders Family saat ini menjadi satu-satunya aplikasi pencetak trader di Indonesia bahkan mungkin di dunia.

Sebelumnya mari kita coba jawab beberapa pertanyaan berikut ini :

1. Apakah Anda seorang trader, khususnya forex?

2. Apakah Anda sudah memiliki trading system?

3. Jika Anda seorang trader, apakah Anda sudah trading for living?

4. Jika Anda seorang trader, apakah Anda sudah profit konsisten?

5. Sebagai trader, bagaimana kabar portofolio Anda?

6. Jika portofolio Anda positif, apakah Anda tahu mengapa?

7. Jika portofolio Anda negatif, apakah Anda juga tahu penyebabnya?

8. Berapa kali dalam sepanjang karier trading Anda mengalami margin call?

Apapun jawabannya, ketika Anda menjawab seluruh pertanyaan diatas dengan tegas dan jelas, maka "Selamat" dan "Proficiat", karena itu artinya Anda sudah menemukan identitas Anda sebagai seorang trader.


Hanya 10% trader forex yang sukses dan berhasil mencapai trading for living. Hidup dari hasil trading, atau hidupnya ditopang oleh keuntungan yang dihasilkan dari trading, itulah trading for living.

Untuk mencapai trading for living sebenarnya tidaklah sesulit yang dibayangkan, hanya dibutuhkan komitmen, disiplin, dan pengendalian diri. Namun sayangnya kebanyakan trader mengabaikan ketiga hal tersebut. Untuk dapat mengalahkan pasar forex bukan soal metode atau strategi, namun lebih kepada "bagaimana mengalahkan diri sendiri" yang membutuhkan satu sikap yang kita sebut winning mentality dan harus dibangun dengan GRIT.

Kita dapat temukan begitu banyak ilmu, metode, strategi, bahkan sinyal forex yang bertebaran di ruang maya. Namun mengapa 90% dari trader forex masih harus mengalami kegagalan, merugi, dan bangkrut? Hingga akhirnya banyak dari mereka bergabung menjadi sebuah kelompok paduan suara yang full power bernyanyi menyerukan lirik, "trading forex adalah bisnis sesat, trading forex adalah judi, dan hal negatif lainnya?"

Disinilah Aplikasi Traders Family hadir. Dibuat oleh PT. Traders Family International aplikasi ini bertujuan mencetak trader sebanyak-banyaknya. Memberikan edukasi yang baik dan benar secara seimbang, bukan iming-iming atau memberikan janji-janji 100% profit atau sinyal anti loss dan sejenisnya. Namun lebih kepada bagaimana menjalankan bisnis forex dengan benar agar menghasilkan profit secara konsisten menuju trading for living. Hal ini sejalan dengan motto Bro Cerdas yaitu, "Membangun perspektif baru dalam trading forex agar menghasilkan profit secara konsisten dalam jangka panjang".

Mari kita sepakat dengan satu kalimat highlight ini, "Bukan metode yang membuat trading loss, melainkan kebiasaan buruk trader".

Sebagai contoh, meskipun kebiasaan buruk ini sebenarnya sangat bisa dimaklumi dan sangat susah untuk dikatakan salah, namun mayoritas orang termasuk juga saya, dalam kehidupan sehari-hari terbiasa berpola pikir sebagai pembeli atau customer. Dan kebiasaan ini disadari atau tidak kemudian terbawa ketika melakukan trading. Sementara sebagai trader seharusnya memiliki pola pikir sebagai pedagang.

Contoh kebiasaan buruk yang kedua adalah ketika sedang melihat chart dan harga bergerak entah naik atau turun dan membentuk candle panjang yang artinya ada pergerakan besar di market  kita seringkali berpikir, "Masa iya sih harga ngga akan balik arah?" "Masa iya sih harga akan turun terus atau harga akan naik terus?" Dan kemudian membuyarkan trading plan atau trading system yang sudah dibangun. Membuat Anda keluar dan tidak lagi trading berdasarkan trading plan melainkan berdasarkan apa yang dipikirkan, berdasarkan emosi.


Untuk dapat menghasilkan profit secara konsisten dari trading forex kita harus berani menghilangkan kebiasaan-kebiasaan buruk seperti contoh yang disebutkan tadi. Bukan metodenya yang harus dirubah melainkan cara menjalankannya yang harus dirubah. Merubah kebiasaan memang tidak mudah, namun bisa dilakukan jika kita mau.

Tinggalkan kebiasaan buruk dan ubahlah cara trading Anda, ini harus menjadi target Anda sekarang. Namun target tanpa tekanan sama juga bohong, ini penting untuk disadari. Artinya target hanya akan menjadi sekedar target tanpa berarti apa-apa seandainya target itu tidak tercapai Anda juga tidak akan merasakan apa-apa.

Aplikasi Trader Family akan membantu Anda secara pasti untuk menjalankan trading dengan cara yang benar dan menghasilkan profit secara konsisten. Download aplikasinya dan daftarkan email aktif Anda disini sekarang juga.


Mengapa harus aplikasi traders family? Apa sih yang menarik selain GRATIS-nya?

SATU

Anda akan mendapatkan akun demo trading yang benar-benar memiliki aroma rasa sama seperti riil trading. Anda bisa buktikan sendiri setelah mendaftar. Melalui fitur channel Anda bisa melakukan setup sinyal trading dengan saldo virtual dan ketika sinyal Anda menghasilkan profit, maka nilainya akan dikonversikan ke TF Poin dan TF Medal. Hasil konversi inilah yang nantinya akan dapat Anda cashout ke rekening Anda. Sangat menarik dan saat ini di Indonesia baru ada satu yang seperti ini. Untuk trading di riil akun Anda tinggal mengcopy sinyal yang dibuat sendiri dari channel yang terdapat di aplikasi.

Baca Juga : Cara Mendapatkan TF Poin dan TF Medal

Aplikasi ini dibuat sedemikian rupa hingga semirip mungkin dengan akun riil. Jika Anda gagal di akun demo, di akun riil Anda pun pasti akan gagal. Demikian juga sebaliknya, jika Anda profit di akun demo, di akun riil Anda pun pasti akan profit.

DUA

Trading rules di aplikasi ini akan membuat Anda mau tidak mau menjalankan trading dengan cara yang benar. Anda akan dipaksa untuk melakukan trading dengan aturan yang ada yang akan menghilangkan kebiasaan-kebiasaan buruk yang sering dilakukan para trader. Anda memiliki target bukan? Namun target tanpa tekanan sama saja omong kosong. Aplikasi ini akan memaksa Anda untuk mencapai target dengan benar, dengan strategi yang masuk akal. Bukan asal tebak, bukan berdasarkan feeling, bukan pula berdasarkan faktor keberuntungan. Namun dengan perhitungan yang matang dari segala aspek rasio.

Trading rules yang didesain sedemikian rupa sehingga mampu memberikan efek jera yang lebih. Demi membantu Anda untuk menjadi trader yang mandiri dan profit konsisten dengan menghilangkan kebiasaan-kebiasaan buruk dalam trading yang berujung loss atau bahkan say goodbye.

TIGA

Edukasi atau pembelajaran yang jelas dan terarah dari trader profesional berkelas corporate yang memiliki segudang pengalaman yang dilaluinya secara gratis. Ulasan dan informasi yang obyektif baik dari sudut pandang trader maupun dari sudut pandang broker atau dealer forex. Edukasi yang murni edukasi, tanpa disertai iming-iming yang menggiurkan apalagi menjanjikan profit 100% dalam waktu singkat. Tidak saudara, itu tidak ada sama sekali.



Itu hanya tiga dari sekian banyak kelebihan dari aplikasi TF (trades family). Masih banyak kelebihan dan keuntungan yang akan Anda dapatkan dari aplikasi ini. Aplikasi TF benar-benar dibangun untuk membangun, membentuk, dan menciptakan mental dan kebiasaan untuk menjadi trader profesional.

Jadi tunggu apa lagi? Now or Never! Change Your Life! 


Senin, 21 November 2022

Risk and Money Management

 


Dalam setiap bisnis tentu akan selalu ada resiko, tak terkecuali trading forex. Resiko menjadi penyerta yang tidak bisa dihindari, tugas kita adalah mengelola resiko. Artinya kita harus dapat mengambil langkah-langkah yang tepat ketika resiko itu terjadi, kita bahkan sejak awal sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi resiko. Yang dimaksud resiko disini sepertinya halnya dalam trading adalah kerugian.

Siapa yang mau rugi? Tidak ada. Namun dalam setiap perdagangan kerugian selalu akan terjadi. Tidak mungkin dalam berdagang kita akan selalu untung terus-menerus 100%, tentu ada kalanya harus mengalami kerugian dalam intensitas tertentu.

Uniknya, dalam trading forex kita dapat mengetahui dan mengukur resiko sebelum kita melakukan transaksi secara jelas dan dengan nilai atau angka yang jelas pula. Dapat menentukan secara pasti berapa kerugian yang siap kita terima sebelum kita melakukan transaksi di market.

Disinilah pentingnya Risk Management. Banyak trader pemula harus tergulung karena mengabaikan hal ini dan seringkali mengalami kerugian yang cukup besar.

Ada beberapa teknik atau metode populer dari risk management ini yaitu, cutloss, switching, dan averaging.


CUTLOSS

Segera menutup transaksi yang loss untuk menghindari kerugian yang lebih besar.


Ketika membuka posisi Sell 1 Lot di 1.50000 ternyata harga justru bergerak naik mencapai level 1.50500 dan loss sebesar -500 pips. Karena tidak ingin rugi lebih lebih besar Anda melakukan cutloss di harga 1.50500 dan resikonya adalah rugi sebesar -500 pips.

Sahabat traders, sebelum lebih jauh Bro Cerdas mengingatkan materi ini bukan ditujukan sebagai metode atau cara yang harus dilakukan dalam meraih profit dari trading forex. Materi ini lebih ditujukan untuk memperkaya pengetahuan mengenai seluk beluk dunia trading, mengenai hal-hal yang sering terjadi dan populer di kalangan trader forex.

Metode yang terbaik adalah trading system yang Anda bangun sendiri sesuai dengan karakter Anda sendiri. Bagaimana membangun trading system sudah kita bahas dalam materi sebelumnya, dan kita berharap Anda sudah mulai membangunnya langkah demi langkah.

SWITCHING

Dengan tujuan untuk mengembalikan kerugian sebelumnya switching dilakukan dengan menutup transaksi yang loss dan segera membuka posisi baru yang dianggap searah dengan pergerakan market selanjutnya.


Ketika posisi sell loss -500 pips Anda melakukan cutloss di harga 1.50500 dan segera masuk market dengan mengambil posisi buy secara bersamaan di harga 1.50500 dengan asumsi harga akan terus melanjutkan kenaikan. Jika benar naik hingga mencapai 1.51000 dan transaksi profit +500 itu artinya kerugian sebelumnya sebesar -500 sudah impas.

Diperlukan kesiapan mental dan tingkat kematangan analisa untuk dapat berhasil dalam menggunakan teknik ini. Karena ketika membuka posisi baru, resiko juga menyertainya jikalau ternyata justru harga berbalik arah.

AVERAGING

Apakah Anda seorang trader yang agresif dan tidak takut dengan resiko? Jika "YA", maka teknik averaging ini boleh dicoba karena bisa dibilang teknik ini adalah teknik yang cukup ekstrim.

Averaging biasanya dilakukan dengan melawan arah trend berdasarkan pada pemikiran bahwa harga tidak akan selamanya bergerak searah, suatu saat harga tentu akan berbalik arah.


Sebagai contoh, trade pertama sell 1 lot di 1.50000. Ketika harga bergerak naik ke 1.50500 dan transaksi loss -500 justru membuka 1 lot posisi baru di 1.50500.

Namun ternyata harga terus bergerak naik menyentuh 1.51000 hingga loss Anda sekarang adalah -1500. 

Ketika harga bergerak turun ke 1.50500 dan Anda menutup seluruh transaksi maka posisi akan menjadi Nol.

Atau jika seandainya Anda menutup seluruh transaksi di harga 1.5000 maka posisi akan menjadi +1500.

Teknik ini mungkin saja dilakukan oleh trader dengan modal besar, agresif, tidak takut rugi, dan berani mati.


Dalam perkembangannya teknik averaging ini memunculkan teknik yang disebut dengan pyramid, martingale, dan anti martiangle. Dalam gambar berikut ini sangat jelas ditunjukkan apa yang dimaksud dengan ketiga teknik tersebut.


PYRAMID


Menjadi kebalikan dari teknik averaging. Dalam teknik pyramid ini menambah posisi terbuka justru saat sedang profit, berbeda dengan teknik averaging yang menambah posisi terbuka saat sedang loss.


MARTINGALE

Ini adalah teknik yang sangat ekstrim. Coba perhatikan baik-baik. Dalam teknik martingale ini bukan hanya posisi terbuka yang ditambah, namun juga volume transaksi atau jumlah lot nya juga ditambah.

Sampai disini apakah Anda sudah dapat membayangkan mengenai resiko yang harus dihadapi dari teknik-teknik trading di atas? Baik, mari kita berikan satu contoh lagi yaitu ;


ANTI MARTINGALE


Teknik ini hampir mirip dengan pyramid, hanya saja dalam teknik ini volume transaksi juga ditambah atau dilipat gandakan.

Hingga disini seharusnya Anda akan cukup dapat memahami dan menyadari mengenai risk management dalam trading forex. Karena setelah ini kita akan melanjutkan pembahasan yang tak kalah pentingnya yaitu Money Management.


Pentingnya Money Management

Dari pembahasan di atas tentu Anda dapat menyimpulkan bahwa ada resiko yang tinggi dalam trading forex. Karena itulah penting untuk memiliki strategi dalam money management atau dalam pengelolaan dana.


Resiko Per Trade

Batasi resiko per trade Anda. Misalkan saja Anda menentukan batas resiko per trade adalah 5%. Dengan modal sebesar anggaplah $10000, maka batas resiko per trade Anda adalah sebesar 5% X $10000 = $500.

Artinya jika transaksi pertama Anda loss maka balance tersisa sebesar $9500 dan di trade berikutnya batas resikonya harus sama yaitu sebesar 5%. Maka batas resiko di trade yang kedua adalah sebesar 5% X $9500 = $475, dan seterusnya.

Batasan resiko 5% tadi adalah batas resiko per trade. Anda juga perlu menentukan batas resiko maksimum secara keseluruhan dari modal yang dimiliki (drawdown).

Misalnya jika modal Anda adalah $10000 dan kemudian mengalami loss berturut-turut hingga saldo balance Anda tersisa $5000 maka Anda harus berhenti trading dan melakukan evalusi terhadap trading system atau metode trading Anda.

Risk Reward Ratio

Pahami risk reward ratio atau perbandingan besarnya resiko (stop loss) dan keuntungan (target profit). Jika sebelumnya Anda sudah menentukan besarnya resiko per trade sebesar 5% maka tentukan pula batas atau target profit Anda secara bijak.

Misalnya jika Anda menentukan target profit sebesar 10% maka risk reward ratio transaksi Anda adalah 1:2.

Dalam money management ini sangatlah penting untuk menghitung batas resiko terlebih dahulu sebelum menentukan target profit Anda. Meskipun tidak ada yang baku dalam cara menentukan batas resiko maupun target profit. Hal ini akan kembali kepada gaya trading dan karakter masing-masing trader.

Win Loss Ratio

Ini adalah perbandingan antara transaksi yang profit dan transaksi yang loss. Berapa kali transaksi Anda menghasilkan profit dan berapa kali transaksi Anda mengalami loss. 

Misalnya dari 10 kali transaksi Anda menghasilkan 5 kali profit dan 5 kali loss, itu artinya win loss ratio nya adalah 1:1. Apakah dengan win loss ratio 1:1 Anda mengalami kerugian atau meraih keuntungan? Jawabannya tergantung pada risk reward ratio transaksi Anda.

Jika risk reward ratio transaksi Anda misalnya 1:2 ketika win loss ratio nya 1:1, itu berarti Anda tetap menghasilkan keuntungan.

Jumlah Lot (Lot Per Trade)

Disamping ketiga hal tersebut di atas, yang tidak kalah penting untuk diperhatikan adalah ukuran lot per trade Anda.


Catatan Penting!

Risk & Money Management harus benar-benar dikuasai dan dijalankan secara disiplin sesuai dengan trading system atau metode trading Anda. Money management hanya akan berfungsi dengan baik jika Anda sudah memiliki Trading System yang Anda yakini sepenuhnya dan sesuai dengan karakter Anda.

Kamis, 10 November 2022

Cara Membuat Trading System

 


Di artikel kali ini kita akan bersama-sama membuat Trading System step by step mulai dari hal paling mendasar hingga trading system ini jadi dan siap dijalankan untuk menghasilkan profit secara konsisten.

Artikel ini akan terbagi menjadi lima bagian, karenanya bookmark halaman ini dan ikuti terus kelanjutannya. Percayalah, Anda akan banyak mendapatkan pengetahuan yang sangat menguntungkan dan bermanfaat dalam menjalankan trading dalam industri forex.


DASAR DARI TRADING SYSTEM

Ada tiga pilar utama yang harus dimiliki untuk dapat sukses di dalam trading yaitu;

MINDSET - Ini menjadi pilar utama untuk menjadi seorang trader sukses. Mindset ini menyangkut psikologi trading, kesadaran bahwa trading forex adalah sebuah bisnis yang harus dipelajari dan dipersiapkan dengan matang dan bukan skema untuk menjadi cepat kaya. Tahukah Anda bahwa 60% faktor inilah yang akan menentukan kesuksesan seorang trader.

Jadi dalam bahasa Bro Cerdas, bukan soal metode atau strategi yang ampuh bin jitu. Untuk mengalahkan pasar forex lebih dipengaruhi oleh "Bagaimana mengalahkan diri sendiri".

Itulah sebabnya kita tidak banyak membahas mengenai hal-hal praktis seperti strategi, metode, trik jitu, memberikan sinyal trading berbayar, apalagi live trading, itu akan menyesatkan nantinya. Tujuan kita adalah membirukan lautan forex dengan membentuk trader mandiri yang profit secara konsisten.

MONEY - Yang kedua ini menyangkut risk & money management. Faktor ini memiliki pengaruh terhadap kesuksesan seorang trader sebesar kurang lebih 30%.

METODE - Metode atau Trading System yang akan kita pelajari bersama-sama ini ternyata mempengaruhi kesuksesan trading secara keseluruhan hanya sebesar 10%. Lalu apakah ini berarti metode boleh dikatakan tidak penting dalam trading?

Secara keseluruhan kesuksesan seorang trader lebih dipengaruhi oleh mindset, bukan berarti metode itu tidak penting. Namun metode sebagus apapun jika tidak didasari oleh mindset yang benar tidak akan menghasilkan apa-apa. Sebaliknya meskipun metodenya sederhana namun dijalankan atau didasari oleh mindset yang benar maka dapat menghasilkan profit secara konsisten.

Oleh karenanya dalam artikel ini kita akan bersama-sama membangun sebuah trading system yang nantinya akan dijalankan secara konsisten dengan mindset yang benar agar dapat sungguh-sungguh menghasilkan profit secara konsisten.

Baiklah, sekarang mari kita mulai saja langkah demi langkah membangun Trading System kita.


1. Gaya Trading

Gaya trading berkaitan erat dengan kepribadian setiap trader. Oleh karenanya Anda pun harus menemukan gaya trading yang sesuai dengan karakter Anda sendiri, bukan ikut-ikutan orang lain entah itu konservatif atau agresif. Yang terpenting adalah sesuai dengan gaya dan karakter Anda sendiri.

2. Time Frame 

Hal berikutnya yang perlu dicari adalah time frame ideal yang sesuai dengan kegiatan Anda sehari-hari. Anda bisa memilih time frame berdasarkan gaya trading Anda baik itu scalping, daily, atau pun swing trader sesuai dengan waktu yang Anda miliki untuk menjalankan trading. Jika dibutuhkan Anda dapat menentukan indikator yang paling sesuai dengan gaya trading tersebut.

Di tahap ini tujuannya adalah untuk mencari durasi yang ideal dan waktu yang tepat agar tidak bentrok dengan kegiatan-kegiatan Anda yang lainnya. Ini penting, agar nantinya Anda dapat lebih fokus dalam menjalankan kegiatan trading.


CATAT dan INGAT 5 HAL INI :

Setiap trader itu unik.

Beda trader tentu akan beda system.

System harus dibangun agar trader merasa nyaman dan mengerti betul bagaimana system itu bekerja.

Jika Anda tidak memiliki system atau trading plan, dapat dipastikan Anda akan gagal dan kehilangan uang.

Loss adalah hal yang pasti dalam trading. Butuh kerja keras untuk dapat sukses dan berhasil meraih profit konsisten dalam trading. Tidak ada yang instan dalam trading. No Game, bukan untung-untungan.


Langkah-Langkah Dalam Membangun Trading System :

Anda harus tahu terlebih dahulu dimana titik EXIT (TP dan SL) untuk menentukan titik ENTRY dan jika diperlukan Anda dapat menentukan indikator yang dapat digunakan untuk menganalisa atau mendeteksi hal tersebut.

Tentukan aturan atau trading rules dan patuhi itu dengan baik, disiplin dan bertanggung jawab.

Langkah berikutnya jika Anda sudah menemukan itu adalah "lakukan backtest". Apa itu backtest dan manfaatnya sudah dibahas pada artikel sebelumnya. Anda bisa klik tautannya untuk membacanya kembali.

Setelah itu Anda dapat melakukan "forward test", untuk menguji system trading dalam kegiatan live trading.

Tentukan Risk Management. Tentukan berapa resiko trade per trade dan berapa resiko drawdownnya. Berapa modal yang dibutuhkan untuk menjalankan system trading Anda tersebut.

Dan jangan lupa untuk melakukan evaluasi terhadap trading system Anda tersebut.


POINT OF VIEW

System trading yang dibangun bertujuan untuk mengetahui :

Dimana Anda harus melakukan EXIT, baik itu Stop Loss (SL) atau Taking Profit (TP) dan kapan Anda akan ENTRY (masuk).

Buat Aturan atau Trading Rules. Sinyal seperti apa yang harus Anda lihat, entah berdasarkan chart pattern maupun candlestick pattern. Atau berdasarkan sinyal yang Anda temukan sendiri. Jika harga bergerak tidak sesuai dengan sinyal Anda, maka Anda tidak akan entry.

Dari berbagai indikator yang ada mana yang harus diikuti? Anda harus bekerja keras untuk menemukan jawaban akan hal ini dengan melakukan testing atau pengujian lalu tentukan mana yang paling nyaman, mana yang paling mudah dimengerti cara kerjanya. Carilah yang paling simpel dan sederhana serta mudah untuk Anda jalankan, Do it Easy, Do it Simple.


Point of Remember :

Pasar akan selalu berubah.

Apa yang kemarin bekerja dengan baik tidak menjamin akan selalu bekerja dengan baik pada hari ini.

Ada trading system yang bekerja dengan baik pada saat market sideways, ada trading system yang akan bekerja dengan baik pada saat market trending.

Tugas kita adalah mengenali kapan trading system kita akan bekerja dengan baik dan menghasilkan profit.

Melihat situasi market, apakah sesuai dengan trading system kita atau tidak. Jika tidak sesuai maka kita tidak akan melakukan entry, kita tidak akan trading saat itu.

Apa yang menjadi kelebihan dan kekurangan dari trading system kita.

Itu semua harus dibangun dengan testing, testing, dan testing. Kita harus bekerja keras untuk itu. Ingat, investasikan waktu terlebih dahulu sebelum Anda menginvestasikan uang Anda. Inilah psikologi trading versi Bro Cerdas.

Lagi-lagi ingatlah, "Trading adalah bisnis yang harus dipersiapkan dengan baik dan matang, bukan skema untuk menjadi cepat kaya".

ROMA tidak dibangun dalam sehari seperti candi prambanan. Demikian juga dengan trading system Anda, harus dibangun dengan kerja keras dan kemauan yang keras.


Bagian selanjutnya dari Cara Membuat Trading System adalah :

Back Test dan Forward Test (Part 2)

Risk and Money Management (Part 3)

Evaluasi (Part 4)

Psikologi Trading (Part 5)


Semoga Bermanfaat.

Rabu, 02 November 2022

Resesi, Siapa Takut?



RESESI, menjadi kata yang sering diucapkan belakangan ini dan terkesan begitu menakutkan. Padahal kita baru saja mengalami resesi pada beberapa waktu yang lalu dimana pertumbuhan ekonomi negara mengalami kemunduran selama 3 kuartal berturut-turut yang dipicu oleh pandemi covid-19 yang lalu.

Dalam ekonomi makro, resesi atau kemerosotan menurut wikipedia adalah kondisi ketika Produk Domestik Bruto (PDB/GDP) menurun atau ketika pertumbuhan ekonomi bernilai negatif selama 2 kuartal atau lebih berturut-turut dalam 1 tahun maka negara itu dikatakan mengalami resesi. Dan pada saat pandemi covid-19 negara mana yang tidak mengalami resesi? Meningkatkan hutang dengan strategi defisit, pendapatan berkurang dan meningkatkan spending demi menyelamatkan rakyatnya.

Resesi sekarang ini menjadi sesuatu yang sangat menakutkan karena banyak disampaikan oleh para tokoh publik dan diterjemahkan oleh sebagian orang yang membuat pernyataan-pernyataan secara tidak bertanggungjawab. Misalnya;

"Akan terjadi PHK besar-besaran dimana-mana"

"Jangan berinvestasi, tahan cash"

"Bagi para seller sebaiknya tahan stok"

dan ada pernyataan yang menarik yaitu, "Jangan berikan marketing budget."

Pernyataan yang terakhir sangat bertentangan dengan apa yang dikatakan dalam dunia bisnis. Misalnya dikatakan dalam sebuah buku berjudul Global Recession yang ditulis oleh para ahli bisnis dari Harvard University. Dalam salah satu sub judulnya dikatakan disana, "Don't Cut Your Marketing Budget in a Recession", jangan memotong marketing budget Anda selama masa resesi.

Perlu dipahami bahwa resesi adalah terminologi di dalam ekonomi makro sedangkan bisnis sejatinya berjalan dalam landasan yang berbeda. Makro berbicara mengenai negara atau sesuatu yang besar sedangkan mikro berbicara mengenai lingkup yang kecil yaitu perusahaan atau usaha Anda. Keduanya adalah hal yang berbeda.

Strategi makro ekonomi adalah strategi rata-rata yang berbicara mengenai pendapatan secara nasional atau pedapatan per kapita. Produk homogen yang kemudian disebut sebagai komoditi dijumlahkan secara menyeluruh. Kemudian hal-hal yang bersifat strategi negara dalam menangani berbagai masalah, kemiskinan, pengangguran, inflasi, dan lain-lain. Lalu strategi fiskal, strategi moneter, dan bagaimana mendatangkan investasi asing. Bagaimana mendorong pertumbuhan ekonomi negara. Semua itu adalah strategi negara yang tidak akan selalu bisa diterapkan di dalam strategi bisnis.

Karena bisnis berlandasan pada segmentasi pasar. Produk yang sama dengan brand yang berbeda bisa saja memiliki segmen pasar yang berbeda. Jika sudah begini maka kita harus hati-hati dengan statement, "tahan uang, jangan spending." Ini justru akan mengakibatkan kita dapat memasuki area yang dinamakan resesi, depresi, stagnasi, lalu stagflasi. Jadi, tak perlu dilebih-lebihkan, tak perlu overthinking, kuasai dulu pengertiannya. Jangan sampai gagal paham.

Point viewnya adalah :

1. Hati-hati dengan terminologi makro dan terminologi mikro.

2. Ingatlah bahwa dalam situasi berbahaya akan selalu ada kesempatan.

Ada orang melihat situasi resesi adalah situasi yang berbahaya, "hati-hati, kita tiarap dulu." Namun ada yang melihat, "Eits tunggu dulu, justru ketika orang tiarap, kita investasi. Begitu badai berlalu kita akan menjadi yang paling siap." Siapa yang paling siap? Mereka yang punya uang cash, mereka yang mampu membaca data yang sebenarnya.

"Serakahlah ketika orang lain takut dan takutlah ketika orang lain serakah"

Baca Juga : Tips Berinvestasi Ala Lo Kheng Hong dan Warren Buffet


RESESI = TREND

Dari kacamata seorang trader forex, resesi hanyalah sebuah gejolak ekonomi yang justru menjadi momentum atau kesempatan untuk meraih profit besar. Karena bagi seorang trader, resesi berarti trend market akan terbentuk dan saat trend terjadi itulah maka peluang untuk meraih consecutive profit.

Sebagai trader forex tidak akan terpengaruh oleh resesi. Kenapa bisa begitu? Karena dalam kondisi apapun trader forex bisa buy atau sell, bukankah hanya ada dua pilihan itu? Dan baik buy atau pun sell sama-sama memiliki peluang profit.

Maksudnya begini; andaikan resesi benar-benar terjadi, dan market forex akan bergerak trend. Entah itu uptrend atau pun downtrend, intinya sama-sama trend. Jika trend bergerak naik (uptrend) trader akan masuk posisi buy, demikian sebaliknya jika trend bergerak turun (downtrend) trader akan masuk posisi sell. Dan jika karena dikatakan resesi lalu terjadi trend pergerakan harga market yang berlangsung lama bagi seorang trader forex ini menjadi sebuah kesempatan yang sangat bagus untuk meraup keuntungan dalam waktu yang lama pula, hingga trend berakhir. Khususnya bagi trader yang menganut Follow The Trend.

Kita ingat di beberapa tahun yang lalu ketika pandemi covid-19 melanda. Market forex mengalami trend pergerakan yang sangat kuat. Kita dapat bayangkan ketika market trending seperti itu bukankah itu menjadi sebuah peluang atau momentum untuk meraih profit sebesar-besarnya?

Jadi seharusnya jika kata orang resesi, bagi seorang trader forex ini adalah momentum yang sangat indah. Resesi, siapa takut?