Tampilkan postingan dengan label Personality. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Personality. Tampilkan semua postingan

Minggu, 28 Agustus 2022

The Backward Law

Berpikir Terbalik


The backward law atau ada yang menyebut the reverse law yang dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai hukum terbalik, cara berpikir terbalik, atau hukum mundur. BroCerdas melihat ini menjadi pengetahuan yang sangat berguna bagi kita para trader untuk dapat mencapai tujuan Trading For Living. Ini seharusnya menjadi landasan berpikir dalam menjalankan bisnis di industri forex. Apa itu hukum terbalik?

Hukum terbalik atau berpikir terbalik adalah prinsip yang disebutkan oleh Alan Watts;

"Jika ingin mengubah dunia Anda dapat memulainya dengan merapikan tempat tidur Anda sendiri"

Ide dasarnya adalah jika Anda memulai sesuatu dari akhir maka Anda akan memiliki semua yang dibutuhkan untuk sampai kepada tujuan. Terasa aneh pada awalnya, namun jika Anda renungkan dengan sungguh-sungguh ini akan menjadi sangat masuk akal. Tulisan ini akan menunjukkan bagaimana berpikir terbalik dapat kita manfaatkan untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan emosi kita.


10 The Backward Law

1. Kontrol

Ketika sedang berada dalam situasi atau keadaan tidak berdaya kebanyakan kita akan berusaha keras sekuat tenaga untuk mencoba mengendalikan emosi dan mendorong hati untuk mengubah keadaan. Namun yang terjadi adalah semakin keras kita berusaha mengubahnya emosi kita justru semakin kacau dan porak poranda tidak terkendali dan keadaan malahan semakin memburuk.

Di sisi yang lain ketika kita semakin dapat menerima keadaan maka akan semakin mudah bagi kita dalam memproses dan mengendalikan emosi dengan baik.

2. Kebebasan

Seringkali dalam hal-hal tertentu ketika kita menginginkan untuk lebih banyak memiliki kebebasan yang kita dapatkan justru malah merasa semakin dibatasi. Sebaliknya kita akan sungguh-sungguh bisa menjalani dan memiliki kebebasan dengan membatasi diri, memilih untuk berkomitmen pada hal tertentu dalam kehidupan kita.

3. Kebahagiaan

Semakin kita berusaha keras untuk menjadi bahagia justru kita akan semakin kesulitan untuk bahagia. Dengan menerima ketidakpuasan atau kekecewaan kita akan dengan mudah merasakan kebahagiaan.

4. Keamanan

Semakin kita berusaha keras untuk merasa aman atau menjadikan hidup kita aman seringkali justru akan semakin membuat kita merasa tidak aman. Hanya jika kita mau menerima dan merasa nyaman dengan segala ketidakpastian dalam hidup maka kita akan sungguh merasa aman.

5. Cinta

Semakin kita berusaha keras untuk membuat orang lain menerima dan mencintai diri kita maka akan semakin sedikitlah penerimaan dan cinta yang kita peroleh untuk diri sendiri.

6. Kehormatan

Semakin kita berusaha keras untuk membuat orang lain menghormati dan menghargai kita justru akan membuat orang lain semakin tidak menghargai dan menghormati kita. Semakin kita menghormati dan menghargai orang lain maka orang lain pun akan semakin menghormati dan menghargai kita.

7. Kepercayaan

Semakin kita berusaha keras dan merayu orang lain untuk mempercayai kita justru akan membuat orang lain semakin tidak percaya kepada kita. Namun semakin kita memberi dan menaruh kepercayaan kepada orang lain maka mereka juga akan semakin memberi dan menaruh kepercayaannya pada kita.

8. Keyakinan

Semakin kita berusaha kuat untuk percaya diri seringkali justru akan semakin menimbulkan kecemasan dan rasa tidak aman. Kita akan semakin merasa nyaman dan percaya diri ketika bisa dengan sungguh-sungguh menerima segala kekurangan kita.

9. Perubahan

Kita akan semakin merasa tidak mampu ketika semakin putus asa untuk mengubah diri sendiri. Kita akan semakin tumbuh dan berkembang ketika kita bisa sungguh-sungguh menerima diri sendiri dengan segala kekurangan dan kelebihan kita.

10. Arti

Semakin kita berusaha keras untuk mencoba mencari arti dan tujuan hidup yang lebih untuk hidup kita maka itu dapat menjadi obsesi yang dangkal. Tetapi jika kita mau melihat perbedaan dalam kehidupan orang lain maka itu akan berpengaruh besar dalam kehidupan kita nanti.

"Semakin Anda mengejar untuk merasa lebih baik di sepanjang waktu akan membuat Anda semakin merasakan ketidakpuasan karena dengan mengejar sesuatu akan semakin menunjukkan fakta bahwa Anda memiliki kekurangan" 

- Alan Watts -


Sayangnya secara kolektif manusia cenderung kepada pemahaman bahwa memiliki hal-hal eksternal atau mengubah keadaan eksternal seperti uang, barang/benda, keindahan fisik dapat membebaskan manusia dari rasa kekurangan.

Hukum terbalik mau memberitahu kepada kita bahwa yang terjadi adalah kebalikannya. Anda mungkin merasa kehilangan akibat ketidakpuasan dengan keadaan yang Anda alami saat ini. Semakin Anda tidak puas Anda semakin menderita. Semakin banyak Anda membutuhkan perubahan untuk menjadi puas maka Anda akan semakin tidak merasa puas.

Kita ambil contoh misalnya Anda sudah menetapkan tujuan hidup untuk diri sendiri menjadi seorang milyarder. Karena Anda yakin bahwa dengan itu Anda akan mendapatkan kebahagiaan.

Berpegang pada tujuan Anda tadi; itu berarti memerlukan banyak upaya untuk mencapainya. Itu berarti juga bahwa jika tidak berhasil mencapainya maka Anda akan merasa tidak bahagia karena Anda akan menyadari begitu banyak kekurangan yang Anda miliki dibanding dengan tujuan Anda tadi.

Seperti yang dikatakan Mark Manson seorang penulis buku;

"Terus mengejar sesuatu hanya akan menunjukkan kenyataan bahwa sejak awal Anda tidak memilikinya. Terlepas dari berapa jumlah uang yang Anda hasilkan; semakin Anda menginginkan menjadi kaya raya, Anda akan semakin merasa miskin dan tidak mampu"

Semakin kita meningkatkan jumlah yang dibutuhkan untuk membuat bahagia, kita akan semakin merasa tidak mampu dan akibatnya akan semakin merasa menderita. Menurunkan standar akan mengurangi perasaan tidak mampu karena gawang akan menjadi semakin dekat dengan posisi kita saat ini. Sayangnya pada prakteknya kita lebih cenderung terus meningkatkan standar yang jauh dari posisi kita saat ini dan menimbulkan perasaan tidak mampu yang berkepanjangan.


Menurut Schopenhauer keinginan dan kemauan adalah dua hal yang memotivasi manusia untuk terus berusaha dan mencari. Tetapi dengan terus mengikutinya ternyata tidak pernah memberikan kepuasan karena keinginan dan kemauan adalah hal yang bisa menghalangi. Membatasi kehendak adalah satu-satunya cara untuk sungguh-sungguh dapat merasakan kepuasan. Karena ini berarti menuju kepada satu keadaan kosong yang bahagia jauh dari segala usaha. Berhentilah mencoba untuk mendapatkan, maka Anda akan mendapatkannya.

Terasa aneh? Betul, memang terasa aneh. Namun cobalah terus membaca dan merenungkannya dengan baik.


Bagaimana cara untuk mendapatkan apa yang kita inginkan?

Tidak menyimpan dan karena itu kita memiliki kelimpahan; menyendiri tetapi memiliki banyak teman di sekelilingnya. Mudah, santai, dan tidak membuang waktu. Tidak banyak melakukan sesuatu namun selalu tertawa untuk hal yang menarik, cerdik, dan pintar. Manusia mencari kebahagiaan, tetapi ia merasa lengkap meski kondisinya jauh dari sempurna.

Menerima kekurangan akan membuat Anda merasa sempurna. Menerima kesepian akan membuat Anda merasa puas dengan kesendirian Anda.

Jika Anda terus mencoba untuk menjadi sempurna, maka Anda akan cacat. Jika Anda mencoba dan berusaha untuk tidak kesepian, maka Anda akan sengsara sendiri. Jadikan semua itu sebagai sebuah pengalaman positif untuk menerima pengalaman negatif. Karena melawan pengalaman negatif akan membuat Anda menderita dua kali.

Ingatlah satu realita berikut ini;

"Jika Anda berjuang keras untuk bisa tetap ada di permukaan air maka Anda akan tenggelam. Namun jika Anda berusaha untuk tenggelam, maka Anda akan mengapung. Begitu juga ketika Anda mencoba untuk tidur, maka usaha Anda itu malah akan membuat Anda terjaga. Anda akan tertidur ketika berhenti mencoba. Anda akan kehilangan nafas ketika mencoba menahan nafas namun ketika Anda melepaskan dan membiarkan itu pergi, ia akan berlanjut dengan sendirinya."

Kita akan bahagia ketika kita berhenti berusaha untuk bahagia dan menerima bahwa kita tidak memerlukan apa pun lebih dari yang sudah kita miliki sekarang.

Ketika kita berhenti berusaha untuk menjadi kaya raya, kita akan hidup dalam kelimpahan karena kita akan merasa puas dengan apa yang sudah kita miliki sekarang ini dan ketika ada tambahan itu kita kita anggap sebagai bonus.

Satu-satunya cara untuk mendapatkan apa yang kita inginkan adalah berhenti menginginkannya, itulah yang hendak diajarkan oleh The Backward Law (hukum terbalik) kepada kita.

Seperti di sebuah kolam yang airnya keruh. Satu-satunya cara untuk dapat melihat lantai kolam di air yang jernih adalah dengan membiarkan kekeruhan itu hilang dengan sendirinya dan airnya menjadi jernih. Bukan mengaduk-aduk air atau menggunakan tangan Anda mencoba menghilangkan kekeruhan, itu tidak akan berhasil.

Keinginan, pikiran, dan ketidakpuasan kita digambarkan dengan kekeruhan air. Mengaduk-aduk air atau menggunakan tangan dalam upaya mencoba membersihkan kekeruhan menggambarkan bagaimana kita mencengkeram kebahagiaan. Sedangkan melihat lantai di air yang jernih sebagai gambaran kepuasan yang hanya bisa dicapai dan diperoleh dengan membiarkan kekeruhan menghilang dengan sendirinya.

The Backward Law/Hukum Terbalik bukan berarti kita tidak boleh memiliki impian, ambisi, atau pun mengejar cita-cita dan perubahan. Namun kita diajarkan untuk tidak mudah tertipu oleh anggapan bahwa mengejar kebahagian akan mengarah kepada kebahagiaan.

Dengan pengetahuan ini kita diharapkan dapat memasuki keadaan bahagia dari tidak menginginkan. Misteri kehidupan bukanlah sesuatu yang harus dipecahkan melainkan sesuatu yang harus dialami.

Jumat, 12 Agustus 2022

Penyebab Trader Sering Loss

Penyebab Trader Sering Loss


Hanya 10% trader sukses dan berhasil meraih profit secara konsisten dari trading forex, sementara 90% lainnya kebanyakan loss bahkan bangkrut dan banyak hutang. Berita buruknya adalah mereka yang gagal akan selalu bersuara lebih keras dibanding mereka yang berhasil.

Mengapa hal itu terjadi? Apa sih sebenarnya yang menjadi penyebab para trader sering mengalami loss? Sebelum membahas hal tersebut saya coba berikan sedikit reminder kepada Anda terlebih dahulu.

"Kosongkan gelas Anda agar dapat belajar dengan baik dan benar karena jika gelas Anda penuh yang ada malah akan tumpah dan menjadi tidak berguna"


Pengalaman Adalah Guru Terbaik

Kesuksesan seorang trader tidak akan lepas dari pengalaman yang dilaluinya dalam membangun bisnis dan mengembangkan portofolio tradingnya. Berikut ini adalah tahap-tahap pengalaman yang sangat penting untuk menjadi seorang trader yang sukses yaitu ;

Percobaan Trading #1 

Di tahap ini trader pemula atau orang-orang yang baru mengenal trading melakukan aktivitasnya dengan penuh semangat dan sangat bergairah.

Biasanya didorong oleh misalnya; iklan broker/pialang dengan segudang iming-iming, keinginan atau mimpi jadi cepat kaya, atau pun karena terprovokasi oleh flexing-flexing dan screenshot history transaksi yang seringkali muncul di beranda akun media sosial.

Di tahap ini seorang trader akan mudah sekali tergiur oleh marketing scam dan karena pengetahuan yang dimiliki masih sangat mendasar, akan cenderung lebih banyak berburu mengenai cara-cara trading yang mudah seperti trik jitu, strategi anti loss, hingga membeli robot trading. Dan dapat dipastikan apa yang akan terjadi kemudian adalah mengalami kerugian dalam jumlah yang besar.

Selanjutnya ada dua kemungkinan yang terjadi :

1. Berhenti dan menyerah, mungkin akan mencoba trading lagi.

2. Mengasah skills tradingnya dan memastikan akan trading lagi.

Pada tahap inilah biasanya seorang trader akan menjadi ragu dan bertanya-tanya, trading ini bisnis atau judi?

Penelusuran Metode Trading #2

Mulai menyadari perlunya meningkatkan skills trading. Menelusuri atau menjelajahi metode-metode trading dan mempelajari apa itu trading lebih jauh lagi.

Akan semakin merasa membutuhkan edukasi mengenai forex sehingga tanpa ragu akan mengikuti seminar-seminar forex atau pun workshop trading.

Pada tahap ini mereka akan mulai mempertanyakan soal mana lebih baik antara analisa teknikal dan analisa fundamental.

Dan akan menemukan bahwa dalam bisnis forex ternyata bukan hanya trading, namun ada banyak hal lain yang memiliki peluang untuk menghasilkan uang. Misalnya dengan menjadi Introducing Broker (IB) atau mengikuti program afiliasi untuk mendapatkan komisi ketika dapat mengajak teman untuk bergabung dan trading di broker yang kita rekomendasikan.

Profit Besar dan Loss Besar #3

Sampai tahap ini seorang trader seringkali akan merasa cukup matang bahkan pernah meraih profit berkali lipat dari modal. Memiliki keyakinan yang cukup besar dengan metode tradingnya namun masih sering mengabaikan resiko.

Jika di tahap pertama mungkin kerugiannya boleh dibilang kecil namun di tahap ketiga ini bisa jadi mengalami kerugian yang besar akibat terlalu percaya diri sehingga kecenderungannya adalah trading dengan membuka volume (lot) yang besar.

Yang terjadi selanjutnya adalah mereka berhenti dan meninggalkan bisnis ini. Berpikir bahwa seharusnya sudah berhenti dan tidak mencoba lagi sejak awal ketika di tahap pertama mengalami loss. Pada tahap inilah biasanya mereka akan menjadi barisan sakit hati dan cenderung mengumandangkan nyanyian berirama kebencian terhadap bisnis forex.

Hanya sedikit yang berani menyadari dan berpikir bahwa trading forex bukan skema untuk menjadi cepat kaya. Berpikir realistis bahwa trading forex adalah bisnis, sama seperti bisnis-bisnis lain yang membutuhkan perhitungan dan persiapan yang matang dan memiliki resiko kerugian.

Di tahap ini seorang trader akan mulai menfokuskan diri pada Risk Management.

Itulah tahapan-tahapan yang diperlukan untuk menjadi seorang trader yang sukses. Mampu mengelola portofolio tradingnya dengan baik untuk sampai pada tahap Trading For Living.


Namun sayangnya hanya sedikit dari mereka trader pemula yang mau terus berjalan maju. 90% justru berhenti dan menyerah, inilah yang terjadi. Apa penyebabnya? Ikuti dan simak paparan berikut ini.


TRADER PEMIMPI

Tak ayal lagi dan harus diakui, 80-90% dari trader yang gagal adalah trader pemimpi yang mengharapkan hasil trading sebagai sumber pendapatan lain ketika usahanya sedang kurang baik bahkan ada yang berharap dari trading forex bisa cepat kaya. Realitanya mereka yang memiliki pemikiran seperti itu selalu berujung dengan margin call atau stop out.

Trader pemimpi memiliki kebiasaan yang selalu diulang tanpa menyadari bahwa ini adalah kebiasaan yang keliru.

# Tidak Mau Rugi

Ketika floating loss puluhan bahkan ratusan dollar Anda menahannya hanya karena berharap harganya balik lagi. Dan ketika harga benar berbalik cepat-cepat menutup posisi transaksi karena takut harganya berbalik arah lagi, padahal baru profit 5 pips.

Kebiasaan ini dilakukan berulang-ulang karena Anda hanya memiliki target profit saja tanpa memasang stop loss yang artinya Anda tidak membatasi kerugian yang dapat diterima atau ditolerir.

Stop loss itu ibarat peluru sebuah senapan. Pada awal Anda belajar menembak pasti akan banyak kehilangan peluru karena tembakan meleset. Namun seiring berjalannya waktu dan pengalaman, skills Anda meningkat. Tentu saja tembakan Anda akan lebih banyak mengenai sasaran bukan?

# Over Trading

Jika saya trading dengan target $25 setiap kali trade saya akan mendapatkan keuntungan $250 jika saya trading 10 kali per hari sebulan $5000. Ini adalah kekeliruan kedua yang dilakukan oleh trader pemimpi.

Di halaman lain pernah ditulis, trader ibarat seorang sniper yang siap menunggu momen yang baik untuk menembak tepat sasarannya. Tak jarang ia harus menunggu berjam-jam dan ketika sasarannya tidak muncul atau tidak tepat dengan ruang bidiknya ia akan mengurungkan tembakannya dan menunggu momen lain yang lebih baik.

Dalam trading menunggu momen yang kemungkinan memiliki pola berulang jauh lebih baik jika dibandingkan dengan bolak-balik entry tanpa metode dan analisa yang matang hanya untuk mengejar keuntungan.

Semakin sedikit Anda melakukan transaksi maka akan semakin besar peluang profit yang Anda miliki. Semakin sering melakukan transaksi itu berarti Anda melipat gandakan kemungkinan akan resikonya.

# Tidak Realistis

Dengan modal pas-pasan namun berharap dapat mendapatkan keuntungan yang setinggi-tingginya tanpa siap dengan resiko yang besarnya sama.

Trading forex dan instrumen investasi lainnya adalah bisnis yang high risk high return dalam arti potensi profit dan kerugian besarnya sama. Dalam trading forex Anda bisa mentukan sendiri batas resiko yang disesuaikan dengan gaya dan karakter Anda sendiri.

"Bahkan jika target profit Anda hanya sebesar 3% per bulan, dalam satu tahun adalah 36%. Ini adalah angka yang sangat realistis bahkan untuk langkah antisipasi seandainya ada bulan-bulan tertentu dimana target profitnya tidak tercapai."

Itulah hal-hal yang menjadi penyebab trader sering loss. Jika Anda ingin menjadi trader sukses, lewati tahap-tahap pengalaman menjadi trader sukses seperti yang sudah di paparkan di atas.

Forex adalah bisnis yang tak lekang oleh waktu maka seyogyanya dipersiapkan dan diperhitungkan secara benar dan matang.

Rabu, 13 Juli 2022

Pilar Kunci Meraih Kesuksesan

Pilar kunci untuk meraih kesuksesan dalam hidup manusia adalah kegigihan atau daya juang.


Dalam sebuah studi oleh Prof. Angela Duckworth, seorang profesor psikologi dari University of Pennsylvania ditemukan unsur/elemen dasar yang akan menjadi Pilar Kunci utama untuk meraih kesuksesan dalam kehidupan manusia.


Apa saja unsur/elemen yang dibutuhkan untuk membangun Pilar Kunci yang kokoh dan kuat agar kita dapat meraih kesuksesan dalam hidup kita?

Sebelum itu mari kita coba untuk memahami terlebih dahulu Pilar Kunci yang seperti apa sih yang dibutuhkan untuk itu?


Untuk dapat meraih keberhasilan dan kesuksesan dalam kehidupan, Anda harus memiliki daya juang (kegigihan) untuk terus berjuang meraih impian ditengah kesulitan dan tantangan hidup yang seringkali tidak mudah. Untuk terus memiliki semangat dan daya tahan dalam perjuangan meraih apa yang menjadi cita-cita dan impian Anda.

Anda harus memiliki keberanian untuk terus berjalan maju meski badai terus menghadang langkah. Terus melakukan pengembangan diri step by step bergerak maju tanpa menoleh ke belakang, fokus pada tujuan.

Anda bukan pemalas yang hanya bergerak kesana kemari tanpa tujuan yang jelas. Bukan pula orang yang berjuang sekuat tenaga namun kemudian menyerah begitu saja, terdiam mengeluh dan menyesali nasib.

Pun pula Anda bukanlah orang yang rajin belajar mencari sumber-sumber pembelajaran tetapi tidak pernah mau mempraktekkan apa yang Anda pelajari dengan baik dan pantang menyerah dalam upaya meningkatkan kemampuan untuk meraih impian.


Untuk memiliki Pilar Kunci atau sikap-sikap yang demikian ada empat unsur/elemen mendasar yang harus dimiliki oleh setiap orang yaitu;


PASSION (minat)

Anda harus memiliki passion atau minat terhadap apa yang Anda kerjakan. Anda harus mencintai pekerjaan atau apa pun yang Anda lakukan. Tanpa itu Anda tidak akan mampu bertahan ketika harus menghadapi kesulitan dan tantangan yang datang menghadang silih berganti setiap saat. Anda akan memiliki daya tahan dan kegigihan yang luar biasa jika memiliki passion atau minat mendalam terhadap bidang yang sedang Anda tekuni atau kerjakan.

Tanpa minat yang baik, Anda mungkin tidak akan menyelesaikan membaca artikel ini hingga selesai. Anda akan mudah goyah, putus asa dan menyerah tanpa berbuat apa-apa. Anda akan hanya jadi penonton bagi mereka yang berhasil meraih kesuksesan.


PRAKTEK KERJA YANG MENANTANG (deliberate practice)

Pilar Kunci hanya akan terbangun dengan baik dan kokoh jika Anda berani melakukan praktek kerja yang menantang. Yaitu sesuatu yang mungkin sulit untuk dikerjakan namun Anda berani melakukannya step by step secara konsisten untuk menumbuh kembangkan kemampuan Anda.

Misalnya jika Anda memiliki minat mendalam dalam dunia trading dan investasi, dan Anda tahu itu tidaklah mudah. Namun Anda berani menginvestasikan waktu dan pikiran terlebih dahulu untuk mempelajari psikologi forex, ragam tentang dunia trading dan investasi, hingga Anda sungguh mengenal mekanismenya dengan baik.

Anda akan meluangkan waktu untuk mengasah kemampuan trading dengan berlatih dalam akun demo langkah demi langkah hingga Anda merasa memiliki kemampuan untuk trading dalam akun live.

Anda juga dapat melakukan praktek kerja yang menantang dengan memulai trading dalam akun live dengan modal yang kecil terlebih dahulu. Misalnya ada kesempatan untuk trading hanya dengan modal 42 ribu rupiah saja.


TUJUAN MULIA

Jika Anda memiliki tujuan mulia dalam melakukan sesuatu, Anda akan memiliki kemampuan untuk berjuang dan bertahan dalam jangka panjang.

Setiap karya dan kerja Anda harus memiliki manfaat bagi banyak orang. Anda ingin agar banyak orang bisa merasakan manfaat dari hasil kerja Anda. Ini akan membuat Anda mampu melakukan pekerjaan menantang yang membosankan dan melelahkan karena berbagai hambatan yang seringkali muncul di tengah perjalanan Anda.

Tujuan mulia dalam setiap karya dan kerja Anda ini sesuai dengan religiositas bahwa kita diciptakan untuk menjadi berkat bagi orang lain.


PENGHARAPAN

Ini adalah unsur ke empat yang harus Anda miliki dan boleh dikatakan ini adalah unsur penentu dalam membangun, menjaga dan mempertahankan Pilar Kunci kesuksesan hidup. Anda harus memiliki pengharapan yang kuat bahwa apa yang Anda lakukan akan berhasil dan sukses.

Ini menjadi unsur utama karena banyak sekali orang yang pada akhirnya lemah lunglai lalu menyerah, merasa usahanya sia-sia karena tidak lagi memiliki pengharapan.

Untuk mengatasi hal ini beberapa tips yang dapat Anda lakukan misalnya; 

Mulailah dengan melakukan hal-hal kecil terlebih dahulu. Alih-alih lari 10 kilometer per hari, mulailah dengan berjalan kaki di depan rumah Anda setiap pagi selama 3-5 menit.

Dengan melakukan dan menyelesaikan hal-hal kecil terlebih dahulu akan menumbuhkan rasa percaya diri dan membuat Anda tetap memiliki pengharapan yang teguh dan menyala-nyala.


Pilar Kunci yang baik akan membuat anda tetap memiliki semangat, motivasi dan daya juang untuk meraih kesuksesan. Tidak mudah putus asa atau pun menyerah.

Rabu, 15 Juni 2022

Winning Mentality

 

Winning Mentality yang harus dimiliki setiap orang

Winning Mentality atau Mental Pemenang harus dimiliki oleh setiap manusia yang sungguh-sungguh ingin meraih kesuksesan dalam karier usaha/bisnis maupun pekerjaannya. Seseorang dengan mental pemenang akan melakukan segala sesuatu dengan baik dan akan selalu melakukan hal-hal terbaik dalam hidupnya. Lalu muncul pertanyaan, "mental seperti apa yang masuk dalam kategori mental pemenang?"


1. BERTAHAN SEDIKIT LEBIH LAMA

Dalam kejuaraan dunia 2009 Usain Bolt, pelari asal Jamaica ini meraih medali emas dengan menyelesaikan lomba lari 100 meter dalam waktu 9,58 detik dan lari 200 meter dalam waktu 19,19 detik. Selisih tipis dari peraih medali perak asal Amerika Serikat, Tyson Gay yang menyelesaikan lomba lari 100 meter dalam waktu 9,69 detik dan lari 200 meter dalam waktu 19,58 detik. Hanya selisih 0,11 detik untuk lari 100 meter dan 0,39 detik untuk lari 200 meter. Bayangkan jika di sepersekian detik terakhir Usain Bolt tidak mampu bertahan menyelesaikan larinya. Medali emas akan jatuh ke Tyson Gay.

Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di waktu-waktu mendatang bahkan di detik-detik berikutnya dalam hidup kita. Mungkin saat ini kita mengalami kesusahan, kesulitan, dan penderitaan. Namun bertahanlah sedikit lebih lama, badai pasti berlalu, tunggu dan bersabarlah.

Kita tidak perlu menunggu bertahun-tahun, berbulan-bulan, atau berminggu-minggu karena itu akan terasa berat dan menyulitkan. Tunggu dan bertahanlah satu hari saja, dengan begitu kita akan melewati hari-hari kita dengan lebih ringan dan menyenangkan. Jika satu hari pun masih terasa berat, tunggulah satu jam saja. Ketika berhasil melewati satu jam, lewatilah satu jam berikutnya. Dan jika satu jam juga masih terasa terlalu lama, tunggulah lima menit saja. Lakukan begitu terus menerus, niscaya satu hari akan terlampaui dengan baik.


2. SIAP MENANG DAN SIAP KALAH

"Seorang Samurai sejati akan mempersiapkan diri untuk mati ketika menghadapi pertarungan. Namun lazimnya justru lawannyalah yang mati."

Siap menerima kemenangan tetapi juga harus siap menerima kekalahan. Mempersiapkan diri sebaik-baiknya untuk menghadapi segala kemungkinan yang dapat terjadi, untung atau pun rugi.

Ketika membangun usaha/bisnis seyogyanya kita siap menerima keuntungan besar dan meraih sukses, namun juga harus siap dan berani mengalami kerugian. Buang jauh-jauh keinginan untuk membangun usaha jika takut rugi.


3. BERANI GAGAL

Kegagalan boleh dibilang hal yang pasti terjadi dan pernah dialami oleh setiap orang. Rasanya kita akan sangat sulit untuk mencari dan menemukan orang yang tidak pernah mengalami kegagalan dalam hidupnya. 

Sama halnya dengan kesuksesan, setiap orang memiliki jatah gagalnya masing-masing, maka segera habiskan jatah gagalmu hingga hanya tersisa kesuksesan. Bukan berapa kali kita gagal, tetapi berapa kali kita berani bangkit dan belajar dari kegagalan sebelumnya agar kita bisa memperbaikinya dan tidak melakukan kesalahan untuk kedua kalinya. Seorang pelaut yang handal lahir dari lautan yang ganas, karena dia banyak belajar dari ombak ganas yang bisa menenggelamkannya kapan saja.

Menyadari bahwa kegagalan bukan karena apa dan siapa namun menjadi sebuah bahan untuk merefleksi diri, sadar akan kesalahan, lalu berani untuk mencoba dan mencoba lagi. Kegagalan menjadi sebuah tantangan atau peluang untuk menuju kepada keberhasilan.


4. BERANI BERPIKIR BESAR

Karena kekurangan dalam hal pendidikan atau ekonomi banyak orang takut untuk memikirkan hal-hal besar. Padahal jika kita mau belajar dari orang-orang sukses sebelumnya, banyak diantaranya berasal dari keluarga yang lemah secara ekonomi dan berpendidikan rendah. Namun karena berani berpikir besar mereka mampu bangkit dari keterpurukan dan menghasilkan sesuatu yang besar.

Cara berpikir seseorang sama sekali tidak dipengaruhi oleh keadaan saat itu, baik keadaan ekonomi maupun pendidikan. Kita ambil contoh Thomas Alfa Edison penemu bola lampu pijar, ia adalah sosok yang dianggap bodoh di sekolahnya. Namun karena pemikirannya yang besar membuatnya memiliki ketekunan untuk terus berjuang mencapai apa yang ada dalam benaknya. Berkali-kali mengalami kegagalan namun ia memandangnya sebagai sebuah proses yang harus dilaluinya.

Dengan berpikir besar tentu akan ada hal-hal besar yang mengikuti dan mempengaruhi tindakan apa yang harus dilakukan untuk mencapai suatu tujuan. Tak peduli keadaan kita saat ini, teruslah berpikir besar seperti orang-orang besar. Disertai keyakinan dan terimakasih bahwa Tuhan sanggup melakukan hal-hal besar dalam hidup kita.


5. KOKOH MEMEGANG IMPIAN

Banyak kemajuan-kemajuan yang terjadi dan ada di dunia sekarang ini adalah hasil dari sebuah Imajinasi atau impian manusia terdahulu.

Sebagai contoh adalah; Teknologi smartphone dengan fitur video call yang sekarang ini kita manfaatkan, dulu hanya ada dalam film serial televisi Flash Gordon. Imajinasi atau impian manusia yang dituangkan melalui sebuah film. Sekarang kita semua tahu dan menyaksikan, itu sudah terwujud nyata dan dimanfaatkan oleh hampir semua orang di seluruh dunia.

Impian besar bagi yang memilikinya dan memegangnya erat-erat akan memberikan kekuatan, semangat untuk berjuang sekuat tenaga. Orang dengan mental pemenang akan selalu memiliki impian yang besar. Impian yang terkadang bahkan tidak masuk akal mengingat situasi dan kondisi saat itu. Namun kekuatan impian membuatnya mampu melewati segala rintangan dalam proses pencapaiannya dengan langkah yang strategis.

Bukan sekedar "mimpi", tetapi impian yang disertai dengan tindakan yang jelas, konkrit dan terarah. Bangun impianmu sekarang dan tentukan satu langkah yang akan mengubah hidup!


Kelima hal tersebut adalah sikap-sikap positif yang dimiliki oleh orang dengan winning mentality yang baik. Bagi yang belum memiliki, sekaranglah saatnya mulai mengembangkan winning mentality dalam diri kita masing-masing.

Sabtu, 11 Juni 2022

Target Tanpa Tekanan Sama Juga Bohong

Menentukan sasaran atau target

Kata "target" sering kita dengar dalam kosa kata sehari-hari. Terlebih di dunia investasi, trading, dan marketing. Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), target berarti sasaran, batas ketentuan dan sebagainya yang ditentukan untuk dicapai. Setiap manusia tentu memiliki sesuatu, dengan kata lain memiliki target yang ingin dicapai dalam hidupnya.

Seorang motivator mengatakan, untuk meraih kesuksesan dalam hidup kita harus memiliki target yang jelas, goal atau tujuan tertentu, dan impian yang besar agar kita tetap full power dalam berjuang dan berupaya meraihnya.

Ada banyak tips untuk meraih target, seperti misalnya; 

Fokus pada komitmen bukan pada motivasi, seberapa besar komitmen kita pada target atau tujuan. Besaran motivasi akan mengikuti besaran komitmen kita.

Fokus pada proses atau pengetahuan, hasil akan mengikuti. Jika kita fokus pada kegembiraan saat menjalani prosesnya motivasi akan terus terjaga dan terdorong. Namun jika fokus pada hasil, motivasi kita akan pasang surut. Apalagi ketika dihantam oleh badai masalah atau kesulitan, motivasi kita mudah hilang dan mati.

Jadikan proses yang menyenangkan, tidak terlalu serius, anggap seperti permainan yang menyenangkan. Kalau terlalu serius nanti malah mudah stress dan membuat kita terjebak secara emosional.

Berpikir positif; buang jauh-jauh pikiran negatif. Pikirkan apa yang sungguh-sungguh kita harapkan, singkirkan keraguan, kekuatiran, dan ketakutan. Jalani dengan penuh percaya diri bahwa kita bisa meraihnya.

Kembangkan imajinasi kita; bayangkan apa yang sungguh kita targetkan sudah tercapai. Kita gembira saat itu, Kita penuh dengan energi positif. Kita akan lebih energik ketika harus menghadapi kesulitan.

STOP! Hentikan berbaik hati kepada diri sendiri. Kadang upaya kita tidak membuahkan hasil seperti yang diharapkan. Lalu kita memilih diam, berbaik hati pada diri sendiri. Kita lebih suka menunggu kesempatan, padahal tanpa disadari saat itu kita sedang mendorong diri sendiri kepada situasi yang bisa membawa kita ke dalam lembah depresi. Keluarlah! Jangan Takut!

Jangan bergantung pada orang lain; kita tidak bisa berharap orang lain atau siapa pun melakukannya untuk kita. Kebahagiaan tidak datang dari orang lain tetapi dari dalam diri kita sendiri.

Rencanakan dengan baik; tentukan satu langkah ke depan, satu langkah tidak lebih. Satu langkah akan menentukan segalanya. Kita tidak akan kemana-mana jika kita tidak berani mengambil satu langkah ke depan.

Dan jangan lupa beristirahat.

Itu adalah beberapa contoh tips yang sangat baik untuk meraih target yang bisa kita temukan di situs-situs populer saat ini. 

Namun ada satu tips yang menarik yaitu; STOP! Hentikan berbaik hati pada diri sendiri. Ini berkaitan dengan judul tulisan ini, "Target Tanpa Tekanan Sama Juga Bohong".

Sebagai ilustrasi, ketika sekolah kita punya target karena orang tua berkata, "Kamu Harus Naik Kelas!" atau "Kamu Harus Lulus!" yaitu; naik kelas dan kemudian lulus. Setiap menjelang ujian kenaikan kelas atau ujian akhir kita giat belajar untuk persiapan menghadapi ujian.

Ketika ujian dan ternyata kita tidak naik kelas atau lulus lalu apa? Terpaksa kita harus mengulang dan tinggal kelas bukan? Kita tidak merasakan apa pun selain terpaksa harus menerima kenyataan itu dan orang tua marah-marah. Hanya itu saja, sesudahnya ya berjalan seperti biasa lagi.

Itulah yang disebut "Target Tanpa Tekanan". Targetnya naik kelas dan lulus, namun tanpa disertai tekanan.

Akan berbeda situasinya jika kita memiliki target "harus naik kelas dan lulus", dan sebagai tekanan misalnya, "kalau tidak naik kelas dan lulus maka kita tidak akan mendapatkan uang saku selama satu tahun ke depan". Ini bukan ancaman, tetapi sebagai tekanan dan sikap berhenti berbaik hati pada diri sendiri.

Ketika kita memiliki target tanpa tekanan dan jika ternyata gagal mencapainya kita tidak akan menderita apa pun, kita akan cenderung tidak terlalu ngotot dalam berusaha.

Tetapi ketika kita memiliki target disertai dengan tekanan yang jika sampai gagal mencapai target kita harus menerima konsekuensi tertentu dan mengalami penderitaan, kita tentu akan mempersiapkan segala sesuatu lebih awal dan berusaha lebih keras.

Artinya apa? Target tanpa tekanan akan menjadi sekedar target belaka. Karena kecenderungan dan kelemahan manusia, "bersikap baik pada diri sendiri".

Buatlah target disertai tekanan yang memadai agar kita semakin memiliki kekuatan dan semangat untuk sungguh-sungguh berjuang meraihnya.

Berhenti bersikap baik pada diri sendiri. Keluarlah dari kotak dan tantang diri Anda!