Bro Cerdas

Membangun Perspektif Baru Dalam Industri Forex

Post Page Advertisement [Top]

Memulai investasi dengan baik dan benar


Pada tahun 2000 saya diminta ibu untuk pergi ke toko emas dan menjual perhiasan emasnya. Di nota yang disertakan tercantum tanggal pembeliannya 14 Februari 1996 dan harga per gramnya 32 ribu rupiah. Saya terkejut ketika sampai di toko emas dan mereka membelinya dengan harga 165 ribu per gram. Dalam kurun waktu 4 tahun harganya melonjak menjadi lebih dari 400%. Belakangan saya tahu bahwa pada tahun 1998 saat krisis moneter terjadi di Indonesia, harga emas melambung tinggi.

Cerita ini cukup menggambarkan bentuk investasi secara sederhana. Sengaja atau tidak ibu saya sudah melakukan aktivitas dengan prinsip dasar investasi yaitu; membeli di harga murah pada tahun 1996, menahannya (hold) selama 4 tahun dan menjualnya kembali di harga tinggi pada tahun 2000. Dan return atau keuntungan yang dihasilkan lebih dari 4 kali lipat.

Investasi dalam bentuk tanah sangat populer sebelum ini karena nilai jual tanah selalu naik dari tahun ke tahun. Juga investasi dalam bentuk properti yang karena kebutuhan manusia, permintaannya terus meningkat secara signifikan sehingga membuat harganya semakin tinggi. Hingga saat ini pun investasi tanah dan properti masih menjadi pilihan menarik bagi para investor.

Di era sekarang ini pemerintah menggemakan seruan untuk berinvestasi. Lapangan kerja semakin terbatas, masyarakat harus didorong untuk lebih mandiri dengan menciptakan iklim investasi yang baik dan mudah. Kalau dulu investor harus menyetor modal minimal Rp. 100.000.000 untuk bertransaksi di pasar modal, sekarang hanya dengan Rp. 100.000 kita sudah bisa tercatat dan melakukan transaksi jual beli di bursa efek.

Ada beragam bentuk investasi yang bisa kita pilih di waktu sekarang ini diantaranya adalah sebagai berikut :

1. DEPOSITO

Deposito adalah produk perbankan dalam bentuk simpanan rupiah atau mata uang asing yang hanya bisa dicairkan dalam jangka waktu tertentu. Jangka waktu ini bisa diperpanjang secara otomatis atau roll over.

Deposito Berjangka merupakan simpanan yang pencairannya dilakukan berdasarkan jangka waktu tertentu, biasanya mulai dari 1, 3, 6, 12, atau 24 bulan. Dalam penerbitannya, nama pemilik deposito baik individu atau lembaga akan dicantumkan. Bunga dibayarkan setiap bulan secara tunai atau melalui pemindah bukuan tetapi juga bisa dibayarkan sekaligus setelah jatuh tempo sesuai jangka waktu yang telah ditentukan. Perlu dicatat bahwa pencairan deposito sebelum waktu jatuh tempo biasanya akan dikenakan penalti atau denda.

Sertifikat Deposito merupakan simpanan dalam jangka waktu tertentu mulai 1, 3, 6, 12, atau 24 bulan yang diterbitkan atas unjuk dalam bentuk sertifikat dengan tidak mencantumkan nama pemilik dan bisa diperjualbelikan dengan pihak lain.

Disamping hasil bunga yang biasanya lebih tinggi dibanding simpanan lainnya, deposito dapat dijadikan agunan atau jaminan kredit.

2. SAHAM

Saat ini saham menjadi sebuah instrumen paling populer di pasar keuangan. Menerbitkan saham publik juga menjadi sebuah pilihan bagi perusahaan untuk mendapatkan dana sebagai tambahan modal. Disamping itu saham menjadi pilihan menarik bagi para investor karena tingkat return yang tinggi. Investor bisa memperoleh dua keuntungan dari saham yang dimilikinya.

Perusahaan membagikan hasil keuntungan perusahaan kepada para pemegang saham atau investor dalam bentuk deviden setelah mendapat persetujuan dari para pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Gain Capital atau keuntungan dari selisih harga beli dan harga jual. Misalnya kita membeli saham XYZ di harga Rp. 3500 lalu menjualnya di harga Rp. 4000 artinya kita memperoleh keuntungan sebesar Rp. 500 per lembar saham.

3. EMAS

Investasi emas dianggap oleh sebagian orang sebagai bentuk yang paling mudah dilakukan karena bisa dibeli dalam bentuk perhiasan dan dalam bentuk emas murni atau batangan. Emas juga nilainya cenderung naik dari waktu ke waktu seperti cerita ibu di awal tulisan ini.

4. OBLIGASI (Surat Utang)

Obligasi adalah Surat Utang Berjangka yang bisa diperjualbelikan. Isinya adalah janji dari pihak yang menerbitkan untuk membayar imbalan bunga pada periode waktu tertentu dan membayar atau melunasi seluruh pokok hutang pada waktu yang telah ditentukan kepada pemilik/pembeli obligasi tersebut.

Keuntungan utama dari kepemilikan obligasi adalah pendapatan bunga yang akan diterima secara rutin selama waktu berlakunya obligasi. Disamping itu obligasi bisa diperjualbelikan kepada pihak lain untuk memperoleh capital gain.

5. REKSA DANA

Reksa dana menjadi salah satu instrumen investasi bagi investor yang memiliki banyak keterbatasan di banyak segi. Terbatas dari segi modal, waktu, dan pengetahuan mengenai pasar modal. Jadi bagi yang merasa masih pemula soal investasi bisa memulai dengan berinvestasi reksa dana.

Reksa dana dipahami sebagai wadah untuk menghimpun dana masyarakat atau investor untuk kemudian diinvestasikan ke dalam portofolio efek oleh Manager Investasi. Artinya dana yang ada di dalamnya merupakan dana bersama milik para investor, sedangkan manager investasi adalah pihak yang dipercaya untuk mengelola dana tersebut. Dalam pembelian reksa dana kita bisa memilih manager investasi dengan mempelajari profilnya. Mulai dari total dana kelolaan hingga alokasi portofolionya.

Menurut portolio investasinya, secara umum reksa dana terdiri dari;

Reksa Dana Saham (Equity Funds); minimal 80% dari dana kelolaan diinvestasikan pada portofolio saham atau ekuitas untuk menghasilkan return yang maksimal.

Reksa Dana Campuran (Discretionary Funds); dana kelolaan diinvestasikan pada portofolio saham atau ekuitas dan obligasi atau surat utang.

Reksa Dana Pendapatan Tetap (Fix Income Funds); minimal 80% dari dana kelolaan diinvestasikan pada portofolio efek bersifat utang untuk menghasilkan return yang lebih stabil.

Reksa Dana Pasar Uang (Money Market Funds); mengalokasikan dana kelolaan hanya pada portofolio efek bersifat utang dengan masa jatuh tempo kurang dari satu tahun untuk memelihara likuiditas modal.

Itulah beragam jenis investasi yang bisa kita pilih untuk memulai Bertani Menanam Uang. Artikel selanjutnya akan membahas lebih detail mengenai Investasi. Kita akan belajar bagaimana memulai investasi, strategi, tips dan triknya agar memperoleh return yang maksimal.

No comments:

Post a Comment

Bottom Ad [Post Page]