Bro Cerdas

Membangun Perspektif Baru Dalam Industri Forex

Full width home advertisement

Post Page Advertisement [Top]

 

Probabilitas 70% Kok Masih Loss

Mengapa metode dengan probabilitas 70% bahkan mungkin 80% kok masih loss ketika dijalankan di live trading?

Kebanyakan trader lebih fokus kepada profit namun lupa untuk memperhitungkan resiko hingga ketika loss berturut-turut jadi bingung harus ngapain?

Dengan tujuan untuk mengoptimalkan potensi profit seringkali trader membuka posisi di banyak pair dan berharap semua trade menghasilkan profit yang lebih maksimal.

Andaikan pagi hari Anda menemukan momentum sesuai metode trading di lima pair lalu hajar kelimanya dengan entry atau setup baik dengan cara eksekusi langsung atau pending order dan membuka lima posisi di pair yang berbeda. Jika kelimanya kena profit atau kena TP rasanya ngga perlu diomongin lagi, karena semua juga mau. Tetapi jika ternyata kelima trade itu loss atau kena SL? Apa yang akan Anda lakukan?

Ahhh... kan ngga mungkin kelimanya kena SL? Eits! Jangan pernah berpikir atau berasumsi karena di dalam market forex segala kemungkinan bisa saja terjadi. Ingat, bisnis dalam industri forex adalah bisnis yang selalu dapat dihitung dengan pasti dalam hal target profit dan stop loss, tetapi tidak dalam hal pergerakan arah market. Tidak ada satu orang pun yang dapat memprediksi arah market secara tepat. Satu-satunya hal yang dapat dipastikan adalah SL/TP dan sebagai trader kita sebaiknya menggunakan cara berpikir ini. Setiap kemungkinan terburuk harus selalu siap kita terima.

Lalu harus bagaimana ketika menghadapi momentum yang sudah sesuai dengan metode atau trading sistem kita dan muncul di lima pair atau lebih? Apakah semuanya harus diambil? Jika harus memilih, bagaimana cara memilihnya?


Berikut adalah tips untuk memilihnya secara obyektif :

Gunakan metode yang probabilitasnya paling tinggi dan risk/reward ratio terbaik berdasarkan data dari metode yang sudah dibacktest. Tools dan cara backtestnya dapat Anda temukan di link backtest ini. Anda hanya perlu mendaftarkan email aktif tanpa dipungut biaya apapun. Kita harus mempertimbangkan bagaimana jika kelimanya diambil dan semuanya loss? Karenanya kita perkecil resiko dengan memilih misalnya tiga pair yang memiliki probabilitas paling tinggi dan risk/reward terbaik. Meskipun tiga pair ini pun nantinya bisa kena SL semua lho.

Nah, lalu bagaimana sih cara menentukan batas loss kita? Cara paling gampang adalah dengan melihat rata-rata pips bulanan kita. Jangan sampai ketika ketiga trade ini kena SL ternyata angkanya melebihi angka rata-rata pips bulanan kita. Ini konyol namanya. Artinya kita harus kurangi lagi, katakanlah tadi dari lima pair kita pilih tiga dan total SL nya masih melebihi angka rata-rata pips bulanan. Maka kita harus kurangi lagi menjadi dua pair.

Jadi pada akhirnya memang tidak ada yang baku dalam hal menentukan resiko karena kita harus tahu rata-rata pips bulanan kita berapa dan sinyal dari momentum yang kita temukan memiliki resiko berapa pips. Kita hanya harus membiasakan diri membaca profit atau loss berdasarkan pips.


Berapa banyak trade yang harus saya batasi?

Bagi trader individu jika saya boleh menyarankan adalah; gunakan risk per trade di kisaran 2-5% dan total risk dari trade yang sedang berjalan sebaiknya tidak lebih dari 10%.

Contoh :

Modal $10000

Leverage 1 : 100

Margin Used 2 - 5% = $200 - $500 (margin trade)

Lot/Volume 0,2 - 0,5 lot/trade

Total risk trade berjalan 10% = $1000

Dengan perhitungan di atas Anda dapat membuka hingga maksimal 5 trade dengan volume 0,2 lot atau hingga 2 trade dengan volume 0,5 lot.

Anggaplah hari ini Anda memiliki 2 posisi terbuka dengan volume masing-masing sebesar 0,5 lot. Tentu bisa saja terjadi 2 posisi terbuka ini tidak close di hari yang sama. Jika keesokan harinya Anda mendapatkan momentum lagi sementara 2 posisi masih terbuka apa yang harus dilakukan?

Mengingat trade yang sedang berjalan sudah memiliki resiko maksimal yaitu sebesar 10% dimana volume di kedua trade tersebut sebesar 0,5 lot maka untuk melakukan entry/setup Anda tentu harus menunggu hingga salah satu atau kedua trade yang sedang berjalan close terlebih dahulu. Ini untuk menghindari maksimum risk yang sebesar 10% tadi.

Kecuali jika di 2 trade sebelumnya Anda hanya memiliki trade berjalan dengan volume masing-masing sebesar 0,2 lot maka Anda masih memiliki peluang untuk membuka volume trade sebesar 0,6 lot dari margin Anda.

Jangan sampai terjadi, "risk per trade 2% tetapi tradenya 10 atau bahkan 20..." Lagi-lagi, itu konyol namanya. Karena jika itu yang terjadi, sama artinya risk trade keseluruhan menjadi 20% atau bahkan 40%.


Jadi kesimpulannya adalah :

Bukan hanya risk per trade yang harus diperhitungkan atau dibatasi tetapi juga total tradenya termasuk jumlah pair. Tujuannya adalah untuk mengantisipasi atau menghindari kemungkinan terburuk jika sampai terjadi seluruh trade kena SL dan mencapai drawdown 40% atau bahkan bisa jadi lebih.

Apa jadinya jika hal itu benar-benar terjadi? Sanggupkah dengan sisa margin yang ada melakukan recovery? Sanggupkah Anda bertahan dengan trading sistem yang sudah dibacktest bahkan menghasilkan probabilitas 80%? Dan akhirnya, sanggupkah Anda tetap konsisten dan disiplin sesuai rules yang sudah Anda buat sendiri?

No comments:

Post a Comment

Bottom Ad [Post Page]