Bro Cerdas

Membangun Perspektif Baru Dalam Industri Forex

Full width home advertisement

Post Page Advertisement [Top]

Trading For Living


Trading for living dengan mengubah sudut pandang tidak selalu harus berarti full time trader, namun lebih mengarah kepada bagaimana kita mengelola perdagangan agar menghasilkan profit secara konsisten dalam jangka panjang agar bisa hidup dari trading.

Sebagai sebuah instrumen perdagangan, trading forex sebenarnya tak ubahnya seperti perdagangan lainnya yang sering kita jumpai di pasar tradisional. Kita harus melihat bahwa trading forex adalah sebuah bisnis.

Dengan potensi yang mampu dihasilkannya trading forex menjadi sebuah instrumen yang sangat menarik untuk dijalankan. Bayangkan saja, hanya dengan modal $100 Anda bisa melakukan transaksi senilai $10.000 oleh adanya fasilitas leverage dari broker. Artinya, ketika $10.000 ini menghasilkan keuntungan 1% maka Anda sudah mendapatkan keuntungan 100% dari modal yang $100. Demikian juga sebaliknya, ketika $10.000 ini mengalami kerugian 1% maka Anda juga kehilangan 100% dari modal yang $100 tadi.

Lalu muncul pertanyaan terkait dengan berita miring mengenai hal ini seperti misalnya; 

"Rugi 7 miliar karena forex si A gantung diri", 

"Si B habiskan 300 juta uang mertua untuk trading forex", 

"Merasa ditipu si C laporkan si D", 

dan sebagainya. Sangat mengerikan bukan?

Menanggapi hal ini saya mengajak Anda untuk mencermati media, baik itu televisi, majalah, tabloid, atau media lainnya. Selama 5 hari ke depan, coba Anda hitung ada berapa banyak kasus yang terjadi dalam sebuah perkawinan. Kasus perceraian, kekerasan dalam rumah tangga, atau hal-hal buruk lainnya yang terjadi dalam sebuah perkawinan. Anda akan menemukan banyak sekali kasus mengerikan yang terjadi dalam sebuah perkawinan.

Mengapa semua itu bisa terjadi? Jawabannya adalah, karena kurangnya persiapan yang matang.

Sebuah perkawinan yang dipersiapkan dengan baik dan matang tentu akan menghasilkan keluarga yang baik dan harmonis, akan berbeda hasilnya jika sebuah perkawinan dilakukan karena "marriage by accident".

Demikian juga dalam trading forex, dibutuhkan persiapan yang baik dan matang sebelum Anda memutuskan untuk menginvestasikan modal atau uang Anda. Di sinilah perlunya pandangan Trading for Living secara benar jika Anda mempertimbangkan untuk menjalankan trading forex.


PONDASI/FUNDAMENTAL

Pada saat pertama kali melakukan trading saya mengawalinya dengan modal yang sama dengan kerugian saya. Ini bisa menjadi catatan agar Anda tidak menjadi over expectation, Anda rugi 90 juta lalu membuka perdagangan lagi dengan modal 10 juta dan berharap dengan itu bisa mengembalikan kerugian yang 90 juta dan dalam waktu yang singkat. Jangan pernah berpikir seperti itu, karena ini justru akan membuat Anda semakin terperosok ke jurang yang sama lebih dalam lagi.

Bersemangat dan bertekad Trading for Living itu baik tetapi tidak perlu ngotot untuk menjadi full time trader. Trading for Living adalah bagaimana kita bisa hidup dari trading namun bukan berarti harus menjadi full time trader. Artinya jika Anda mempunyai passion awal sebelum trading misalnya sebagai guru, Anda bisa tetap melakukan itu.

Miliki motivasi untuk berbagi secara baik dan benar, berikan informasi secara seimbang. Bahwa Trading forex itu tidak segampang itu lho, tetapi jika dilakukan dengan baik dan dipersiapkan dengan matang pasti bisa menghasilkan profit secara konsisten.

Jangan menjadi provokator misalnya; melakukan flexing dengan foto di depan BMW dan menyatakan hasil dari trading, screenshot hasil transaksi, dan lain sebagainya, itu bukan motivasi tetapi provokasi. Sayangnya hingga saat ini praktek-praktek provokasi semacam itu masih sering kita temukan di berbagai media sosial kita. Coba Anda perhatikan, bukankah banyak bahkan jauh lebih banyak mereka yang berprofesi lain ketika mendapat fee besar dan bisa membeli mobil mewah tidak melakukan flexing? Kenapa seorang trader harus menjadi begitu norak ketika mendapatkan keuntungan besar dari trading?

Di sini saya hanya mau katakan sekali lagi bahwa jika passion awal Anda masih bagus dan menghasilkan, Anda tidak perlu ngotot dan memaksakan diri untuk menjadi full time trader. Apalagi harus resign dari pekerjaan atau menutup bisnis Anda sebelumnya. Bahkan jika kemudian menemukan passion lain yang menurut Anda baik dan yakin akan berhasil memberikan income lebih, lakukan. Karena trading sangat mungkin dijalankan berdampingan dengan bisnis Anda yang lain.


TRADING AMAN TENANG & NYAMAN

Lakukan trading yang aman, nyaman, tenang, dan menguntungkan. Bahwa segala sesuatu kita ketahui dan dipersiapkan sejak awal dengan baik terutama menyangkut risk & money management. Karena pada prinsipnya di dalam bisnis apa pun nomer satu harus tenang.

Dengan ketenangan kita bisa berpikir dengan jernih, bisa menimbang-nimbang, dan menganalisa dengan baik. Jika tidak tenang Anda akan mudah terprovokasi dengan flexing-flexing yang ditunjukkan orang lain dan ini sangat berbahaya. Mereka yang menjadi korban investasi bodong yang belakangan ini marak di Indonesia sebenarnya adalah akibat dari ketidak tenangan.

Dalam dunia Trading dan Investasi, Anda harus waspada jika ada penawaran-penawaran yang sepertinya sangat menggiurkan dan terasa begitu menarik dan mudah. Tawaran yang enak dilihat dan enak didengar justru harus diwaspadai.

Untuk itu Anda perlu melakukan persiapan dengan belajar dan berlatih dengan matang dalam hal metode trading secara teknikal, fundamental, dan sentimental, juga dalam hal yang lebih penting yaitu landasan atau pondasi menyangkut Mindset & Psikologi trading, serta Time, Risk & Money management.


Berapa persen yang diperlukan untuk Trading For Living setiap bulan?

Sebelum menjawab pertanyaan ini saya ingin mengajak Anda untuk menyimak gambar tabel dari Wall Street Journal yang memuat Top Investor dunia ini.

The World's Top Investors

Tabel diatas menunjukkan berapa rata-rata keuntungan per tahun yang diperoleh oleh para trader top dunia. Jim Simons di posisi pertama hanya menghasilkan 39% per tahun dan itu adalah nilai tertinggi pada rentang waktu 1988-2018 atau 20 tahun dalam karier tradingnya.

Kita tidak akan membahas mengenai nominal, karena soal nominal tentu berkaitan dengan modal setiap individu. Anda boleh menggunakan berapa pun modal yang ingin diinvestasikan untuk trading forex. Namun disini saya akan menunjukkan berapa persentase yang diperlukan untuk Trading For Living.

Jika para trader top dunia saja menghasilkan return seperti dalam tabel diatas, bukankah menjadi suatu hal yang sangat logis jika kita pun menetapkan target yang besarnya kurang lebih sama?

Akan menjadi hal yang perlu diwaspadai jika ada pihak tertentu yang menawarkan return 100%, 200%, atau bahkan lebih dari itu. Saya katakan itu bukan tidak logis, namun perlu diwaspadai. Jika begitu apakah mereka sungguh lebih hebat dari Jim Simons, George Soros, dan lain-lain?


Menghitung persentasi kebutuhan trading for living tentu menjadi sebuah hal yang sangat relatif karena berkaitan dengan kebutuhan hidup setiap trader/individu. Namun sebagai contoh bisa saya berikan rumus perhitungan sebagai berikut :

MODAL = 100/profit per bulan (%) x kebutuhan hidup Anda

Misalnya kebutuhan hidup saya per bulan 5 juta rupiah dan target profit per bulan adalah 3% maka jumlah modal yang dibutuhkan :

166.666.666 = 100/3 x 5.000.000

Kurang lebih 166 juta adalah modal yang saya butuhkan untuk trading for living saya. Sekarang Anda bisa menghitung sendiri modal yang diperlukan dengan menentukan nilai profit per bulan (%) dan kebutuhan hidup Anda.


Sepertinya sangat tidak menarik ya? Tunggu dulu, Anda harus ingat bahwa dalam trading forex hasil sebesar itu bisa Anda peroleh dalam rentang waktu yang relatif singkat. Tidak seperti di bisnis lain yang mungkin akan membutuhkan waktu jauh lebih lama untuk mendapatkan hasil yang sama.

Fleksibilitas waktu yang dimiliki dalam trading forex harus diperhitungkan juga sebagai sebuah keuntungan dimana Anda bisa melakukannya kapan saja dan dimana saja. Tidak perlu cari konsumen, tidak perlu promosi, tidak perlu diomelin atasan, bisa work at home, ini adalah keuntungan lain yang bisa diperoleh dari trading forex.

Itulah gambaran mengenai Trading for Living serta pondasi atau dasar pemikirannya.

Dengan mengabaikan nominalnya, sepanjang hidup Anda ditopang dengan penghasilan dari hasil trading itu berarti Anda sudah Trading for Living.

No comments:

Post a Comment

Bottom Ad [Post Page]